• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Kecanduan Main Game Picu Gangguan Kesehatan Mental dan Obesitas

27 Januari 2026
in Gaya Hidup, Headline
0
Kecanduan Main Game Picu Gangguan Kesehatan Mental dan Obesitas

Bermain game/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Yogyakarta– Bermain game lebih dari 10 jam per minggu berdampak buruk bagi kesehatan. Dalam penelitian yang dilakukan Curtin University, Australia ini menyurvei 317 mahasiswa dari 5 universitas di Australia dengan usia rata-rata 20 tahun.

Peserta survei dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan jumlah waktu bermain game. Kelompok pemain game rendah (0-5 jam per minggu), pemain game menengah (5-10 jam); dan pemain game tinggi (10+ jam per minggu). Hasil menunjukkan bahwa kelompok bermain game di atas 10 jam per minggu memiliki kondisi kesehatan yang memburuk.

Pakar kesehatan jiwa sekaligus Dosen prodi Ilmu Keperawatan FK-KMK UGM, Dr. Heru Subekti, S.Kep., Ns., MPH mengatakan bermain game baik di PC maupun di ponsel lebih dari 10 jam memiliki banyak dampak negatif bagi kesehatan fisik, seperti masalah gangguan tidur, sedentary lifestyle hingga dapat menyebabkan obesitas.

“Jadi resiko untuk kena obesitas menjadi lebih besar dibandingkan anak-anak atau remaja yang tidak banyak menggunakan video game,” jelas dia dalam siaran persnya, Selasa (27/1).

Heru menuturkan banyaknya anak atau remaja yang kecanduan bermain game disebabkan oleh adanya hormon dopamin di dalam tubuh yang membuat mereka merasa senang ketika sedang bermain.

Rasa senang tersebut yang akhirnya membuat mereka semakin hari tingkat kesenangannya meningkat. Mereka yang awalnya bermain hanya satu jam saja, kemudian semakin meningkat dan terus meningkat.

Hal ini yang kemudian menimbulkan gejala adiksi atau kecanduan pada anak atau remaja. Menurut Heru, jika anak-anak atau remaja sudah mengalami kecanduan, gejalanya bukan hanya sebatas obesitas, tetapi menjadi sebuah gangguan pada kesehatan mental.

“Jadi bahkan dari WHO sendiri sudah menyampaikan bahwa internet game disorder ini menjadi salah satu masalah kesehatan mental,” jelasnya.

Heru turut menjelaskan bermain game secara terus menerus dengan menggunakan mouse berdampak pada gangguan pergelangan oleh adanya aliran syaraf yang terjepit yang bernama Carpal Tunnel Syndrome (CTS).

Gangguan ini kerap ditemukan pada pengguna komputer dengan mouse yang terlalu lama. Selanjutnya, dampak fisik lainnya adalah pada permasalahan leher yang disebut dengan Text Neck Syndrome. Gangguan ini disebabkan oleh posisi yang tidak ergonomis atau agak menunduk pada saat melihat layar, entah itu HP, monitor, komputer.

“Nah pada saat posisi menunduk, itu beban kepala menjadi lebih besar. Dan kalau itu terjadi dalam waktu yang lama yang terjadi adalah adanya beban yang sangat besar pada daerah leher,” jelasnya.

Tak hanya berdampak pada kondisi kesehatan, bermain game lebih dari 10 jam juga menimbulkan pada permasalahan sosial.

Heru menyebutkan bahwa bermain game dengan durasi yang panjang akan mengalami kemampuan anak dan remaja untuk berinteraksi sosial dengan baik.

Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, antara lain adalah rasa tidak percaya diri, respon emosional yang buruk karena kecanduan bermain, bahkan dapat mengganggu kehidupan pribadinya.

“Menyebabkan masalah gangguan pertemanan, hubungan dengan keluarga menjadi tidak harmonis, komunikasi dengan orang tua menjadi buruk, bahkan prestasi akademiknya juga akan sangat berkurang. Nah tentu spiritualitas ini menjadi salah satu dampak juga,” jelas Heru.

Heru turut menerangkan jumlah waktu ideal untuk bermain game adalah sebanyak 5 jam per minggu. Jumlah tersebut merupakan waktu yang ideal untuk mengatasi permasalahan pada gangguan kesehatan fisik maupun mental.

Menurutnya dengan menghabiskan waktu bermain 5 jam per minggu, anak-anak atau remaja tetap memiliki kualitas tidur yang baik sekaligus dampak positif.

“Bermain game tak selamanya berdampak negatif, tetapi ada sisi positifnya pada saat penggunaannya itu tepat, dengan jumlah yang tepat, tidak overuse,” jelasnya.

Menurutnya sisi positif dari bermain game dapat meningkatkan kreativitas sekaligus kohesivitas juga. Sebab, menurutnya dengan bermain video game dapat membangun interaksi bersama teman sebaya. Akan tetapi jika, dilakukan berlebih akan tidak mendapatkan dampak positif.

Untuk mengatasi kecanduan game ini Heru menjelaskan terdapat berbagai upaya. Salah satunya dengan menumbuhkan kesadaran tentang resiko, bahaya, penggunaan video game yang terlalu lama.

Hal ini dapat ditanamkan melalui edukasi dan pengetahuan terkait dampak bermain video game terlalu lama. Selain itu, dapat dilakukan aktivitas-aktivitas menyenangkan lainnya, seperti mengembangkan hobi, olahraga, dan kegiatan lain yang sifatnya lebih produktif.

“Jadi kognitifnya ditingkatkan, ditumbuhkan kesadaran, perilakunya diubah. Jadi lebih banyak diberikan kegiatan-kegiatan yang lebih aktif,” kata dia.

 

Tags: #bermain#game#Kesehatan#obesitas#UGM
Previous Post

Thomas Djiwandono Resmi Jabat Deputi Gubernur Bank Indonesia

Next Post

Kemensos Salurkan Bansos Pascabencana dan Bansos Reguler untuk Aceh, Sumut dan Sumbar

Next Post
Kemensos Salurkan Bansos Pascabencana dan Bansos Reguler untuk Aceh, Sumut dan Sumbar

Kemensos Salurkan Bansos Pascabencana dan Bansos Reguler untuk Aceh, Sumut dan Sumbar

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Mentan Amran Perkuat Pengawasan Tata Niaga Ayam dan Telur dari Hulu ke Hilir

Mentan Amran Perkuat Pengawasan Tata Niaga Ayam dan Telur dari Hulu ke Hilir

16 Oktober 2026
Prabowo: Polri Harus Makin Profesional dan Berbakti kepada Rakyat

Prabowo Lantik Letjen Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB

15 Oktober 2026
DPR Desak Pemerintah Evaluasi Program Hilirisasi Nikel

Ekspor Nikel Ditargetkan Tembus USD45 Miliar pada 2026

15 Oktober 2026
Jenderal Maruli Simanjuntak Dilantik Jadi Wakil Panglima TNI dan Kepala BNPP

Jenderal Maruli Simanjuntak Dilantik Jadi Wakil Panglima TNI dan Kepala BNPP

15 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .