• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Menyimak Keajaiban Biota Kunci Kepulauan Tersembunyi Beranda Nusantara

6 Februari 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
Menyimak Keajaiban Biota Kunci Kepulauan Tersembunyi Beranda Nusantara
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Yayasan WWF Indonesia memaparkan berbagai penemuan penting dari Ekspedisi Kawasan Konservasi Kepulauan Romang dan Damer Maluku Barat Daya 2025. Ekspedisi ilmiah ini berlangsung selama satu bulan.

Hasil kegiatan telah mengukuhkan perairan Maluku Barat Daya (MBD) sebagai salah satu ekosistem laut paling resilien di dunia yang mendapatkan pasokan nutrisi dari Laut Banda dan Samudera Hindia. Para peneliti yang terlibat dalam kegiatan ini mampu membuktikan bahwa perairan Maluku Barat Daya menjadi pertahanan terakhir bagi keanekaragaman hayati laut dunia di tengah ancaman perubahan iklim global.

“Kementerian Kelautan dan Perikanan terus mendorong pengelolaan kawasan konservasi perairan yang berbasis data ilmiah, melibatkan masyarakat sebagai aktor utama, serta memberikan manfaat nyata bagi keberlanjutan sumber daya dan ekonomi lokal, sejalan dengan implementasi ekonomi biru. Dalam konteks tersebut, hasil Ekspedisi Romang–Damer 2025 menjadi kontribusi penting dalam mendukung pengambilan keputusan, baik di tingkat pusat maupun daerah,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara pada talkshow Bincang Bahari membahas temuan tersebut di kantor KKP, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026).

*Habitat dugong terbesar di dunia*

Perairan Maluku Barat Daya menjadi koridor migrasi utama untuk 24 spesies laut terancam punah dan dilindungi, termasuk paus biru, orca, hiu martil, beberapa jenis penyu, hingga dugong. Ekspedisi ilmiah yang digelar pada 3 Oktober – 3 November 2025 ini berhasil menyingkap habitat dugong terbesar di Indonesia. Dalam satu area, patra peneliti menjumpai dugong sebanyak 32 ekor. Berdasarkan catatan peneliti, populasi dugong dalam jumlah besar menjadi temuan langka, bahkan untuk ukuran dunia.

Tentu saja, penemuan penting yang menyibak biota kunci Nusantara itu sekaligus mengukuhkan bahwa kualitas perairan Maluku Barat Daya masih relatif terjaga. Kawasan laut ini mampu memasok nutrisi bagi spesies kunci hingga menjadi rumah yang nyaman untuk sejumlah biota.

Para peneliti telah mencatat ekosistem lamun, yang menjadi rumah dugong, berada dalam kondisi sangat baik dengan tutupan di atas 50%. Tim ekspedisi berhasil menemukan 2/3 jenis lamun yang tercatat ada di Indonesia (9 jenis dari total 14 jenis lamun).

Data ekspedisi lainnya menunjukkan, ekosistem terumbu karang di perairan Kepulauan Romang dan Damer dalam kondisi sedang-baik. Hal ini tercermin dari angka rata-rata tutupan terumbu karang tertinggi mencapai 51,4%. Angka temuan ini di atas rata-rata regional (34%). Dalam analisis tingkat lanjut, peneliti menemukan bahwa sebagian koloni karang di perairan itu berusia sekitar 100-200 tahun.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa ekosistem perairan dangkal di kawasan itu telah bertahan sejak lama. Ekosistem tua ini mampu memberikan manfaat ekologis yang tinggi, seperti penjaga kawasan pantai, daerah pemijahan hewan-hewan laut penting dan bernilai ekonomis. Tentu saja, perairan dangkal nan sehat ini memiliki peran krusial bagi masa depan Indonesia.

*Peran masyarakat adat di tengah tantangan besar*

Ekspedisi ini juga menyoroti peran vital masyarakat adat Maluku Barat Daya yang masih memegang teguh prinsip keberlanjutan melalui kearifan lokal. Di Pulau Romang dan Damer, praktik Sasi serta larangan adat (pemali) terhadap perburuan spesies tertentu menjadi pilar utama yang menjaga keseimbangan ekosistem sejak zaman nenek moyang.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Program Kelautan dan Perikanan, Yayasan WWF Indonesia, Candhika Yusuf menambahkan, hasil ekspedisi mampu menunjukkan bahwa Maluku Barat Daya memiliki pulau-pulau kecil yang dikelilingi perairan yang masih terjaga sejak zaman leluhur. Pihaknya menyaksikan bagaimana terumbu karang di sana tetap sehat dan tangguh di saat banyak wilayah lain mengalami pemutihan.

“Kita menemukan habitat terbesar dugong. Namun, keajaiban ini sedang dipertaruhkan oleh ancaman nyata praktik penangkapan ikan yang merusak oleh pihak luar, serta tidak lepas dari isu sampah plastik dan ghost net. Kita harus berkolaborasi memperkuat pengawasan berbasis masyarakat melalui Pokmaswas agar kekayaan ini tidak hilang,” ungkapnya.

Keberlangsungan kekayaan alam di MBD kini menghadapi tantangan besar yang memerlukan tindakan kolektif segera. Ancaman nyata dari praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak dan racun, perburuan penyu, hingga polusi sampah plastik yang mulai merambah pesisir terpencil, berisiko merusak resiliensi ekosistem yang telah terjaga selama berabad-abad.

Mengingat posisi Maluku Barat Daya sebagai pemasok nutrisi yang kaya dari samudera dan laut dalam, kerusakan di wilayah ini akan berdampak luas pada ketahanan pangan dan keseimbangan ekologi regional. Itu sebabnya, penguatan pengawasan kolaboratif dan sinergi antara pemerintah, masyarakat, serta mitra pembangunan menjadi kunci utama untuk menyelamatkan kepulauan yang tersembunyi ini dari kerusakan permanen.

Berangkat dari temuan ilmiah yang kuat, komitmen pemerintah, dan peran nyata masyarakat adat, Maluku Barat Daya kini berdiri sebagai simbol harapan bagi masa depan laut Indonesia. Sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan penyadartahuan masyarakat pesisir MBD terkait keberadaaan kawasan konservasi dan spesies kunci yang ada didalamnya, WWF-Indonesia akan menyusun beberapa program sosiaslisasi dengan menggunakan pendekatan lokal Kalwedo.

Kalwedo diambil dari bahasa lokal yang merupakan ungkapan budaya masyarakat Maluku Barat Daya yang bermakna persaudaraan, kebersamaan, dan komitmen untuk hidup saling menghormati serta saling menolong sebagai satu kesatuan. Integrasi kearifan lokal ini diharapkan dapat menjadi alat komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan konservasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda di MBD, guna menanamkan rasa bangga dan kepemilikan terhadap keajaiban kepulauan tersembunyi ini sejak dini.

Previous Post

KKP-TNI Perkuat Sinergi Jalankan Program Prioritas Nasional

Next Post

KKP Fasilitasi Tambak Garam Rakyat Teknologi Tunnel – SWRO Hadapi Tantangan Cuaca

Next Post
KKP Fasilitasi Tambak Garam Rakyat Teknologi Tunnel – SWRO Hadapi Tantangan Cuaca

KKP Fasilitasi Tambak Garam Rakyat Teknologi Tunnel - SWRO Hadapi Tantangan Cuaca

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .