• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kilang Mini LNG Pertama di Pulau Jawa Mulai Beroperasi

12 Februari 2026
in Ekonomi, Headline
0
Kilang Mini LNG Pertama di Pulau Jawa Mulai Beroperasi

Peresmian Kilang Mini LNG PT. Liquid Nusantara Gas di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Jawa Timur/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Pasuruan- Distribusi gas bumi di Indonesia kini tidak lagi semata bergantung pada jaringan pipa. Berbagai terobosan mulai dihadirkan agar gas bumi bisa menjangkau lebih banyak kawasan industri dan pembangkit listrik.

Untuk pertama kalinya di Pulau Jawa, gas produksi dalam negeri pun dicairkan menjadi Liquefied Natural Gas (LNG) dalam skala mini, menghadirkan cara penyaluran yang jauh lebih fleksibel bagi industri dan sektor ketenagalistrikan.

Transformasi tersebut ditandai dengan peresmian Kilang Mini LNG PT. Liquid Nusantara Gas di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Jawa Timur, oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, Rabu (11/2).

Fasilitas ini menjadi kilang mini LNG pertama di Pulau Jawa dan diharapkan memperkuat pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

“Peresmian kilang mini LNG PT. Liquid Nusantara Gas ini merupakan kilang LNG pertama di Pulau Jawa. Ini merupakan momentum bagaimana kita bisa memanfaatkan gas produksi dalam negeri, dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk keperluan industri, pembangkit listrik, dan juga berbagai kegiatan ekonomi lain. Ke depan tidak tertutup kemungkinan pemanfaatan LNG melalui kilang mini ini didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia,” ujar Yuliot.

Kilang Mini LNG milik PT. Liquid Nusantara Gas memanfaatkan pasokan gas dari Wilayah Kerja Minyak dan Gas Madura Strait yang dikelola oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). Gas tersebut kemudian diolah menjadi LNG agar lebih praktis dan efisien untuk didistribusikan ke pembangkit listrik, kawasan industri, serta berbagai pusat pertumbuhan ekonomi lainnya.

Proyek ini dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp247 miliar dan dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 20 ton LNG per hari, atau hampir 7.000 ton per tahun.

Ia berharap kehadiran fasilitas ini dapat menjadi role model bagi para pelaku usaha di berbagai daerah dalam mengembangkan teknologi pemanfaatan potensi gas, khususnya di wilayah-wilayah penghasil gas bumi di Indonesia.

Dari sisi industri dalam negeri, proyek ini menonjol berkat tingkat kandungan komponen lokal yang tinggi.

“Dari pengembangan teknologi, mini LNG ini menggunakan tingkat komponen dalam negeri atau TKDN yang cukup tinggi, sekitar 86% dari informasi yang kami terima. Jika dibandingkan dengan standar yang kita tetapkan sekitar 30-40%, capaian ini jauh di atas ketentuan. Tentu ini merupakan bagian dari kolaborasi teknologi. Tadi Mr Ambassador juga menyampaikan bahwa ini merupakan kolaborasi teknologi antara Indonesia dengan Galileo, perusahaan teknologi dari Argentina,” jelasnya.

Di lahan seluas satu hektare, PT. Liquid Nusantara Gas kini mengoperasikan unit-unit modular cryobox. Direktur Utama PT. Liquid Nusantara Gas, Wira Rahardja, menyatakan bahwa saat ini ada tiga mesin cryobox dari Galileo Technologies dan akan ditambah menjadi lima.

“Teknologi ini kami pilih karena paling tepat untuk mini LNG. Selain mudah dipindahkan, proses instalasi dan pengoperasiannya juga relatif cepat. Ke depan akan ada lima cryobox, dengan kapasitas produksi sekitar 2.500 ton LNG per bulan,” ujar Wira.

Cryobox merupakan pemanfaatan teknologi Nano LNG Liquefaction, yakni kombinasi unik prinsip Joule-Thomson dengan loop refrigerant (propana) tertutup yang memungkinkan unit mulai memproduksi LNG dalam waktu sekitar lima menit dan mencapai kapasitas penuh dalam 10 menit.

Karakter modular dan cepat operasional itulah yang membuat instalasi cocok untuk lokasi industri atau pelabuhan kecil tanpa memerlukan infrastruktur tetap yang besar.

“Melalui Galileo Technologies, Argentina menyediakan solusi modular dan efisien yang mendukung transisi energi. Proyek ini bukan sekadar menghadirkan fasilitas baru, tetapi juga merupakan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia, memperluas pilihan bahan bakar bersih, dan mengembangkan infrastruktur modern di wilayah kepulauan,” jelas Duta Besar Argentina untuk Indonesia, Gustavo Ricardo Coppa.

Tags: #gas#Jawa Timur#LNG#Pasuruan#produksi#Wamen ESDM#Yuliot
Previous Post

Mensos: Pengalihan Penerima BPJS PBI-JK Agar Lebih Tepat Sasaran

Next Post

Prabowo Minta Teknologi Pengolahan Sampah Skala Mikro Dipercepat, Uji Coba Tahun Ini

Next Post
Prabowo Minta Teknologi Pengolahan Sampah Skala Mikro Dipercepat, Uji Coba Tahun Ini

Prabowo Minta Teknologi Pengolahan Sampah Skala Mikro Dipercepat, Uji Coba Tahun Ini

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .