• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Produk Perikanan Indonesia Makin Bernilai di Pasar Internasional

16 Februari 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
Produk Perikanan Indonesia Makin Bernilai di Pasar Internasional
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil meningkatkan nilai ekspor produk perikanan selama tahun 2025. Sejak Januari-Desember, total nilai ekspor mencapai USD 6,27 miliar, meningkat 5,2% dibanding tahun 2024.

Dari jumlah tersebut, 31,8% merupakan hasil ekspor ke Amerika Serikat dengan nilai mencapai USD 1,99 miliar, disusul Tiongkok sebesar USD 1,22 miliar (19,5%), ASEAN USD 1,00 miliar (16,0%), Jepang USD 613,65 juta (9,8%) dan Uni Eropa USD 451,72 juta (7,2%).

“Nilai ekspor ke Amerika Serikat meningkat 4,7% dibanding tahun sebelumnya, begitu juga ke ASEAN (16,7%), Jepang (2,5%) dan Uni Eropa (9%),” terang Plt. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (16/2/2025).

Machmud menjabarkan udang menjadi komoditas ekspor utama dengan nilai sebesar USD1,87 miliar atau 29,8% terhadap total nilai ekspor, kemudian tuna-cakalang sebesar USD1,04 miliar (16,5%), cumi-sotong-gurita sebesar USD 889,73 juta (14,2%), rajungan-kepiting sebesar USD 507,74 juta (8,1%) dan rumput laut sebesar USD 315,62 juta (5,0%). Dikatakannya, nilai ekspor udang meningkat 11,2% dibanding tahun sebelumnya, begitu juga tuna-cakalang (0,1%) dan cumi-sotong-gurita (1,8%).

“Ini merupakan pertanda bahwa komoditas Indonesia begitu bernilai di pasar global,” jelas Machmud.

Selain peningkatan nilai ekspor, Machmud menyebut KKP juga berhasil menekan nilai impor produk perikanan. Hal ini terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengungkap neraca perdagangan produk perikanan sepanjang tahun 2025 mengalami surplus sebesar USD 5,60 miliar. Jumlah ini meningkat 3,0% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kami berkomitmen menjaga Indonesia untuk tetap dan selalu menjadi negara nett exporter produk perikanan,” tutur Machmud.

*Strategi Peningkatan di Tahun 2026*

Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP, Erwin Dwiyana memastikan KKP telah menyiapkan sejumlah langkah guna menjaga sekaligus memperluas akses pasar produk perikanan. Dimulai dengan sinergi berbagai unit Eselon 1 untuk melakukan fasilitasi kepada asosiasi dan eksportir terkait penerbitan aturan baru Uni Eropa terkait Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) dan Pernyataan Pengolahan (Processing Statement), serta penerbitan aturan baru Amerika Serikat terkait Certificate of Admissibility.

Selain itu, KKP juga melakukan negosiasi dan diplomasi terkait pengajuan Comparability Finding (CF) rajungan hasil tangkapan gillnet kepada NOAA untuk dapat melanjutkan ekspor ke Amerika Serikat. “Kami mendorong pelaku usaha perikanan untuk tetap berkomitmen menjaga mutu dan keamanan produk perikanan, sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya dan daya saing sektor perikanan,” kata Erwin.

Strategi lainnya dengan fasilitasi temu bisnis dan keikutsertaan promosi produk kelautan dan perikanan skala internasional di Indonesia, serta promosi usaha dan investasi kelautan dan perikanan berupa Investment Mission. Erwin memastikan saat ini KKP juga mengajak pelaku usaha untuk memanfaatkan tarif preferensi 0% Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA) khusus produk olahan tuna dan cakalang yang akan diimplementasikan setelah triwulan I 2026.

Dikatakannya, perundingan penurunan tarif di Kawasan non-tradisional seperti Amerika Utara (ASEAN-Canada CEPA), Asia Selatan (ASEAN-India FTA, Indonesia-Sri Lanka FTA) juga terus dilakukan, termasuk kawasan Timur Tengah seperti Indonesia-Gulf Cooperation Council FTA serta Tunisia Preferential Tariff Agreement (PTA), Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (FTA), Indonesia–European Union CEPA, Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), Indonesia-Canada CEPA.

“Kami juga terus melakukan sosialisasi pemanfaatan tarif preferensi hasil perundingan Indonesia ke pelaku usaha,” tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono optimistis upaya meningkatkan kualitas produksi perikanan nasional yang terus bertambah akan membantu mendongkrak nilai ekspor komoditas tersebut. Menurutnya, peningkatan produksi juga seiring dengan peningkatan kualitas yang akan berdampak pada akses pasar serta mendukung program nasional.

Previous Post

Kementan Pastikan Stok Ayam Aman, Peternak Siap Suplai Pasar

Next Post

KKP Gaspol Hilirisasi Garam untuk Wujudkan Swasembada 2027

Next Post
KKP Gaspol Hilirisasi Garam untuk Wujudkan Swasembada 2027

KKP Gaspol Hilirisasi Garam untuk Wujudkan Swasembada 2027

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .