• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

KKP Mulai Lakukan Survei Pembangunan KNMP di Wilayah Indonesia Timur

26 Februari 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
KKP Mulai Lakukan Survei Pembangunan KNMP di Wilayah Indonesia Timur
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerjunkan sebanyak 87 orang surveyor untuk melakukan survei lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di wilayah Indonesia Timur khususnya 5 provinsi di Pulau Papua. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan lahan, kelayakan sosial ekonomi, serta aspek teknis pembangunan guna mendukung target pembangunan lokasi KNMP di Papua pada tahun 2026.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf meminta para surveyor yang akan berangkat ke wilayah 5 provinsi di Pulau Papua untuk menjalankan tugas dengan baik dan bertanggung jawab.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, prioritas pembangunan akan dimulai dari wilayah Indonesia Timur. Tujuannya jelas, agar ketimpangan pembangunan sektor kelautan dan perikanan bisa kita kurangi, karena potensi di kawasan timur sangat besar dan perlu didorong lebih kuat,” ungkapnya dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif mengatakan pihaknya akan mengawal dan memastikan pembangunan KNMP bukan sekadar cepat, tapi juga tepat sasaran. Karena itu, setiap usulan tetap diseleksi secara menyeluruh mulai dari kesiapan lahan, keberadaan nelayan aktif, aktivitas perikanan tangkapnya benar-benar berjalan, sampai komitmen pemerintah daerahnya.

“Setelah lokasi dinyatakan layak, kami akan segera menyusun dokumen perencanaan dan melanjutkan ke proses pengadaan. Targetnya, pembangunan bisa mulai sekitar Mei 2026 secara bertahap dan dilakukan serentak sesuai kesiapan lokasi masing-masing,” ungkapnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap selaku Ketua Satgas Pembangunan KNMP Tahun 2026, Ridwan Mulyana menerangkan, tim surveyor memegang peran strategis untuk memastikan calon lokasi KNMP benar-benar siap untuk dibangun pada tahun ini sebanyak 1.000 lokasi, diantaranya lokasi prioritas di Pulau Papua yaitu Provinsi Papua, Provinsi Papua Barat Daya, Provinsi Papua, Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua Selatan.

“Survei harus dilakukan secara komprehensif, objektif, dan berbasis data lapangan. Pastikan lahan clean and clear, status jelas serta tidak ada masalah. Survei ini bukan sekadar formalitas namun menjadi fondasi utama keberhasilan pembangunan KNMP. Tidak hanya memastikan ketersediaan lahan, namun juga aspek sosial ekonomi hingga potensi usaha dan bisnis perikanan di setiap lokasi.” ujarnya dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (26/2).

Kepala Balai Besar Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan selaku Koordinator Bidang Survei, Identifikasi, dan Penetapan Calon Lokasi KNMP Tahun 2026 Novi Susetyo Adi menjelaskan, survei yang dilakukan mencakup asesmen menyeluruh terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat nelayan. Penilaian dilakukan terhadap demografi, profil ekonomi, kelembagaan, partisipasi masyarakat, serta kondisi usaha perikanan, termasuk aset, operasional penangkapan, struktur biaya, dan potensi pemasaran hasil tangkapan.

“Asesmen juga mencakup evaluasi kondisi fisik lahan, ketersediaan infrastruktur pendukung, utilitas, serta potensi risiko bencana. Hal ini penting untuk memastikan pembangunan KNMP dapat berjalan efektif, berkelanjutan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pada tahun 2026, pembangunan KNMP dikembangkan dengan model kluster yang saling terhubung dan terintegrasi secara ekonomi. KNMP hub akan berfungsi sebagai pusat konsolidasi dan pengolahan hasil perikanan yang dilengkapi fasilitas cold storage dan sarana pendukung lainnya. Sementara itu, KNMP penyangga menjadi lokasi pengumpulan hasil tangkapan nelayan yang dilengkapi fasilitas pendaratan dan rantai dingin awal.

Selanjutnya, hasil perikanan akan terhubung dengan sentra logistik seperti pelabuhan perikanan maupun pelabuhan umum sebagai pintu distribusi ke pasar regional, nasional, hingga ekspor. Model ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok, meningkatkan efisiensi distribusi, serta meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan.

Previous Post

Alokasi B40 Tahun 2026 Capai 15.646 Juta KL Atau Naik 30 Ribu KL

Next Post

KKP – Komisi IV DPR Pastikan Akses Pupuk Subsidi untuk Pembudi Daya Tradisional

Next Post
KKP – Komisi IV DPR Pastikan Akses Pupuk Subsidi untuk Pembudi Daya Tradisional

KKP - Komisi IV DPR Pastikan Akses Pupuk Subsidi untuk Pembudi Daya Tradisional

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .