• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Headline

Demokrasi Kita Tidak sedang Baik-baik Saja

27 Februari 2026
in Headline, Politik
0
Demokrasi Kita Tidak sedang Baik-baik Saja

Demokrasi/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Yogyakarta-Kondisi dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Selain dilanda konflik, ketimpangan ekonomi, perubahan iklim, hingga terjadinya kemunduran nilai-nilai kemanusiaan. Situasi tersebut berisiko melahirkan dehumanisasi masyarakat global akibat dominasi kepentingan ekonomi-politik global.

“Dunia tengah menghadapi krisis ekonomi dan perang dengan segala risiko dehumanisasi. Praktik-praktik penghancuran kemanusiaan itu terjadi,” ujar Sosiolog UGM, Arie Sujito dalam siaran persnya, Jumat (20/2).

Menurut Arie, krisis global turut berdampak pada kondisi nasional, termasuk melemahnya etika publik, meningkatnya pragmatisme, serta menurunnya penghargaan terhadap nilai kemanusiaan.

Ia juga menyinggung persoalan demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang dinilai masih menghadapi berbagai tantangan seperti korupsi, ketimpangan, dan lemahnya tata kelola kebijakan publik. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi memperburuk krisis sosial jika tidak diimbangi dengan penguatan nilai keadaban dan tanggung jawab negara.

“Demokrasi kita tidak sedang baik-baik saja. Politik hukum kita tidak sedang menjadi model yang dapat diharapkan. Karena itu kita harus memperkuat nilai toleransi, saling menghargai perbedaan, dan membangun tanggung jawab sosial,” tuturnya

Perkembangan teknologi digital saat ini turut memberikan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan. Di satu sisi, kemajuan teknologi informasi membuka akses pengetahuan, mempercepat komunikasi, dan memperkuat konektivitas.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peluang besar dalam memanfaatkan ruang digital sebagai sarana belajar serta berbagi gagasan. Namun di sisi lain, ia mengingatkan bahwa ruang digital juga berpotensi melahirkan fragmentasi sosial, polarisasi politik, hingga penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.

Arus informasi yang cepat tanpa disertai kedewasaan literasi dapat memperkeruh ruang publik dan melemahkan etika bermedia. Ia menekankan bahwa kebebasan dalam ruang digital bukanlah kebebasan tanpa tanggung jawab.

“Kebebasan digital itu harus digunakan untuk kemaslahatan bersama, bukan untuk memperkuat konflik sosial,” ujarnya.

Ia menilai bahwa tantangan terbesar generasi muda bukan sekadar menguasai teknologi, melainkan membangun kebajikan warga negara (civic virtue) di tengah derasnya arus informasi. Tanpa landasan etika dan kesadaran sosial, teknologi justru dapat memperdalam jurang perbedaan dan memperkuat sentimen sempit.

“Yang harus kita lakukan adalah upaya-upaya edukasi, upaya-upaya pencegahan, serta membangun sistem yang kuat,” ungkap dia.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sumber daya manusia di Indonesia perlu diposisikan sebagai subjek pembangunan. Adanya dukungan pendidikan merupakan prioritas penting yang harus dijalankan secara humanis. Tidak hanya berorientasi pada kebutuhan pasar, tetapi juga harus membentuk karakter, kesadaran sosial, serta nilai kemanusiaan.

Ia juga menambahkan bahwa kecerdasan tidak cukup diukur dari capaian angka akademik semata. Ia menekankan pentingnya integritas dan rekam jejak moral dalam membangun manusia Indonesia yang unggul dan berkeadaban.

“Kecerdasan seseorang bukan hanya semata-mata diukur dari angka yang muncul, tetapi adalah karakter jejak di belakang itu,” katanya.

Menutup refleksinya, ia mengajak mahasiswa membangun sumber daya manusia yang unggul dengan memadukan kecakapan teknologi dan integritas moral.

Ia menekankan bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup tanpa komitmen pada nilai kemanusiaan dan kemartabatan bangsa. Ia menekankan bahwa ilmu yang kita dapatkan jangan hanya berhenti pada ruang kelas atau diskusi akademik, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan yang membebaskan dan memberdayakan.

Menurut Arie, momen Ramadan saat ini dapat menjadi momentum penting dalam merefleksikan sekaligus menggerakan aksi sosial berbasis pengetahuan.

“Orang yang tidak tahu harus membuat kita tahu. Orang yang tahu menjadi sadar, orang yang sadar menjadi bergerak. Itulah yang disebut dengan praksis menjadikan pengetahuan sebagai modal advokasi,” ungkap Arie.

 

Tags: #demokrasi#ekonomi#pemerintahan#politik#tata kelola#UGM
Previous Post

Sepakati Dagang dengan AS, Menteri ESDM Tegaskan Mineral Kritis Wajib Hilirisasi

Next Post

Kontrak Freeport Diperpanjangan Hingga 2061, Saham RI Jadi 63 Persen

Next Post
Parlemen Nilai Perpanjangan Izin Ekspor Konsentrat Tembaga Freeport Indonesia Jadi Preseden Buruk

Kontrak Freeport Diperpanjangan Hingga 2061, Saham RI Jadi 63 Persen

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .