• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kementan Lepas Ekspor 545 Ton Produk Unggas ke Tiga Negara, Nilai Tembus Rp18,2 Miliar

3 Maret 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
Kementan Lepas Ekspor 545 Ton Produk Unggas ke Tiga Negara, Nilai Tembus Rp18,2 Miliar
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melepas ekspor 545 ton produk unggas senilai Rp18,2 miliar ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste secara bertahap hingga 31 Maret 2026. Langkah ini menegaskan posisi industri perunggasan nasional yang tidak hanya telah swasembada ayam dan telur, tetapi juga mulai memperluas ekspansi ke pasar global.

Mentan Amran menegaskan Indonesia telah mencapai swasembada ayam dan telur dan memiliki kapasitas produksi yang kuat.

“Sekarang ini kita sudah swasembada telur, ayam, beras, dan seterusnya. Nah ini kita dorong ekspor ke negara-negara lain. Sekarang ada 10 tujuan negara langgaran ekspor kita. Hari ini ada 3 negara tujuan kita akan kirim telur, ayam, atau produk unggas dan turunannya,” tegas Mentan Amran dalam acara pelepasan ekspor di Kantor Kementan Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ekspor menjadi bukti Indonesia tidak bergantung pada impor ayam.

“Kita sepakat bagaimana menjadi lumbung pangan dunia. Karbohidrat dan protein. Sekarang protein, ini dari, khususnya dari unggas, sudah swasembada dan ekspor,” ujarnya.

Mentan Amran menegaskan bahwa lonjakan produksi tidak boleh berujung pada anjloknya harga di tingkat peternak. Untuk itu, pemerintah mengendalikan surplus melalui mekanisme penyerapan domestik termasuk pemanfaatan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta memperluas akses ekspor. Langkah ini dilakukan agar keseimbangan pasokan dan harga tetap terjaga.

Ekspor dilakukan oleh empat perusahaan nasional dengan kontribusi terbesar berasal dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk yang mengekspor 517 ton telur konsumsi atau setara 8,13 juta butir ke Singapura senilai Rp 15,90 miliar.

Pada 3 Maret 2026 saja, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk mengirim 41,3 ton telur senilai sekitar Rp 1,2 miliar. Selain itu, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk mengekspor 6 ton olahan ayam ke Singapura senilai sekitar Rp 1 miliar. PT Taat Indah Bersinar mengirim 22 ton olahan ayam dan karkas ke Timor Leste senilai Rp 837 juta. Sementara PT Malindo Food Delight menembus pasar Jepang dengan 6 ton produk olahan seperti nugget dan karaage senilai Rp 271,3 juta.

Bagi pelaku usaha, ekspor ini memberi kepastian pasar di tengah produksi nasional yang melimpah. Pemerintah memanfaatkan surplus untuk menjaga harga di tingkat peternak tetap stabil sekaligus memperluas akses global.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyampaikan bahwa keberhasilan ekspor tidak terlepas dari penguatan sistem kesehatan hewan, jaminan keamanan pangan, serta pengawasan berbasis standar internasional.

“Setiap produk yang diekspor telah melalui proses sertifikasi veteriner dan pengawasan ketat sesuai persyaratan negara tujuan. Kami memastikan aspek traceability, biosekuriti, dan keamanan pangan terpenuhi agar ekspor berkelanjutan,” ujar Agung.

Ia menambahkan bahwa pembukaan dan pemeliharaan akses pasar luar negeri dilakukan melalui diplomasi veteriner yang intensif.

“Kami terus memperkuat komunikasi teknis dengan otoritas veteriner negara mitra. Kepercayaan pasar internasional harus dijaga dengan konsistensi mutu dan kepatuhan terhadap standar,” katanya.

Dengan produksi yang melimpah dan pasar ekspor yang terus tumbuh, pelaku usaha perunggasan nasional kini berada pada posisi yang lebih kuat. Kementan menegaskan akan terus mengawal keseimbangan antara surplus produksi, stabilitas harga di tingkat peternak, serta perluasan pasar global, sehingga industri unggas nasional semakin mandiri dan berdaya saing.

Previous Post

Sinergisitas Kunci Wujudkan Sawit Berkelanjutan

Next Post

Kemenhaj Minta Keberangkatan Umrah Ditunda, Pastikan Persiapan Haji Tetap Berjalan

Next Post
Sebanyak 6.330 Jemaah Haji Gelombang II Kembali ke Indonesia

Kemenhaj Minta Keberangkatan Umrah Ditunda, Pastikan Persiapan Haji Tetap Berjalan

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .