• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

KKP – FAO Perkuat Program SFV untuk Budi Daya Perikanan Kecil Modern

3 Maret 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
KKP – FAO Perkuat Program SFV untuk Budi Daya Perikanan Kecil Modern
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Food and Agriculture Organization (FAO) mendorong transformasi sistem budi daya skala kecil melalui pendekatan SFV (desa perikanan cerdas) yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.

Dorongan ini dilakukan melalui gelaran Inception Workshop dalam rangka FAO’s Technical Cooperation Programme (TCP) dengan tema Strengthening Smart Fisheries Village (SFV) Programme through Promoting Modern Tilapia Production and Extension Service Capacity Building, di Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) Depok, Jawa Barat belum lama ini.

“Tujuannya untuk mensosialisasikan pelaksanaan program TCP sekaligus menjaring masukan, pandangan, serta ekspektasi para pemangku kepentingan terhadap pengembangan SFV ke depan, khususnya dalam kaitannya dengan program prioritas nasional dan agenda pembangunan sektor kelautan dan perikanan,” ujar Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) I Nyoman Radiarta dalam siaran resmi di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Pihaknya memandang bahwa pendekatan SFV bukan sekadar intervensi proyek jangka pendek, melainkan sebuah katalis bagi transformasi jangka panjang dalam sistem budi daya perikanan rakyat. Karena itu, keberlanjutan program ini dibangun di atas keselarasan dengan program pemerintah yang sudah berjalan serta integrasi berbagai perangkat praktis dan produk pengetahuan yang tetap dapat dimanfaatkan bahkan setelah proyek berakhir.

Sebagai lead counterpart, BPPSDM KP berkomitmen penuh untuk mendorong replikasi dan skalabilitas model SFV secara nasional. Strategi keberlanjutan program antara lain dilakukan melalui institusionalisasi pedoman SFV; integrasi dengan program prioritas pemerintah seperti Kampung Nelayan Modern Merah Putih, budidaya tematik, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan Program Makan Bergizi Gratis; penguatan kapasitas dan kepemilikan lokal; transfer teknologi dan keberlanjutan operasional; pendekatan inklusif berbasis gender dan generasi muda; serta potensi katalitik untuk investasi lanjutan.

“Inception Workshop ini diharapkan menghasilkan konsep pengembangan model SFV, baik berbasis desa maupun Unit Pelaksana teknis (UPT), yang dapat diadopsi dan disinergikan dengan program pembangunan perikanan di tingkat nasional dan daerah. Dengan demikian, manfaat dari program TCP ini tidak hanya berhenti pada capaian jangka pendek, tetapi terus tumbuh dan berkembang, memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, ketahanan pangan berbasis ikan, serta keberlanjutan lingkungan,” harap Nyoman.

Sementara itu, Kepala Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Pusluh KP) Yayan Hikmayani dalam laporannya menyampaikan, Inception Workshop ini merupakan tahapan awal yang krusial untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta membangun komitmen bersama antar pemangku kepentingan.

Rangkaian kegiatan ini didahului dengan site visit ke sejumlah lokasi budi daya ikan nila di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, termasuk Instalasi Cibalagung di bawah Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan (BRPBATPP) Bogor. Kunjungan tersebut bertujuan memperoleh gambaran langsung kondisi eksisting budi daya, penerapan teknologi, peran penyuluhan, serta implementasi awal Program SFV di lapangan.

Workshop diikuti oleh 55 peserta dari FAO, unit kerja lingkup KKP, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pemerintah daerah Kota Bogor dan Kabupaten Ciamis, Pemerintah Desa Kawali, kelompok pembudidaya ikan, serta mitra swasta. Sejumlah peserta dari FAO dan UPT KKP juga mengikuti kegiatan secara daring.

“Melalui pelaksanaan Inception Workshop ini, harapannya tercapainya kesepahaman bersama dalam memberikan kontribusi nyata bagi penguatan Program SFV, peningkatan produksi budi daya ikan nila modern, peningkatan kapasitas layanan penyuluhan, serta kesejahteraan masyarakat perikanan secara berkelanjutan,” ungkap Yayan.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, SFV merupakan program yang dikembangkan untuk memperkuat kemandirian desa yang berbasis usaha perikanan. Saat ini terdapat 15 SFV berbasis desa dan 17 SFV berbasis UPT, yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia sejak 2022 hingga kini.

Previous Post

KNMP Banyuwangi Jadi Kawasan Tematik Hilirisasi Berbasis Wisata Kuliner

Next Post

Komisi IV DPR Sebut KNMP Poncosari Pengungkit Produktivitas Perikanan di Pantai Selatan

Next Post
Komisi IV DPR Sebut KNMP Poncosari Pengungkit Produktivitas Perikanan di Pantai Selatan

Komisi IV DPR Sebut KNMP Poncosari Pengungkit Produktivitas Perikanan di Pantai Selatan

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .