• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kementan Perkuat Pengamanan Dan Siap Hadapi Geopolitik Global dan Tantangan Iklim.

7 Maret 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
Kementan Perkuat Pengamanan Dan Siap Hadapi Geopolitik Global dan Tantangan Iklim.
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global serta potensi fenomena El Nino pada tahun 2026. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan produksi, peningkatan cadangan beras, pompanisasi hingga pengembangan varietas adaptif.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap dinamika global maupun potensi gangguan iklim karena produksi pangan nasional saat ini berada di atas kebutuhan konsumsi.

“Produksi beras kita berkisar antara 2,6 sampai 5,7 juta ton per bulan, sementara kebutuhan nasional sekitar 2,5 juta ton per bulan. Artinya produksi kita berada di atas konsumsi. Jadi pangan aman, masyarakat tidak perlu risau,” ujar Mentan Amran di Kementerian Pertanian, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, dinamika geopolitik global yang memanas berpotensi memengaruhi stabilitas perdagangan dan rantai pasok pangan dunia. Namun demikian, kondisi produksi dan cadangan pangan nasional dinilai cukup kuat untuk menghadapi berbagai potensi gejolak tersebut.

“Pangan kita siap menghadapi berbagai kondisi terburuk, mulai dari El Nino, La Nina, hingga dinamika geopolitik global. Pertanian kita insya Allah tetap aman,” tegasnya.

Saat ini total ketersediaan beras nasional mencapai sekitar 27,99 juta ton yang terdiri dari stok Perum BULOG sebesar 3,76 juta ton, stok masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen sebesar 11,73 juta ton. Dengan jumlah tersebut, cadangan beras nasional diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan hingga hampir satu tahun ke depan.

Produksi beras nasional juga menunjukkan tren yang positif. Pada periode Januari hingga Mei 2026, produksi beras tercatat mencapai sekitar 16,92 juta ton. Sementara itu, stok beras pemerintah yang dikelola Perum BULOG diperkirakan dapat terus meningkat hingga menembus 5 juta ton dalam dua bulan ke depan seiring masuknya hasil panen di berbagai daerah.

Dalam upaya memperkuat ketahanan produksi menghadapi perubahan iklim, Mentan Amran menjelaskan Indonesia telah mengembangkan berbagai varietas unggul spesifik lokasi yang adaptif terhadap kondisi lahan serta tetap memiliki produktivitas tinggi.

Tak hanya untuk lahan kering, ia juga memaparkan terobosan pengembangan padi di lahan rawa. Indonesia memiliki potensi lahan rawa mineral sekitar 1 juta hektare yang dapat dimanfaatkan melalui penggunaan varietas unggul padi Inpara. Selain itu, terdapat pula varietas Biosalin yang mampu ditanam pada lahan pesisir yang terdampak intrusi air laut.

Untuk menghadapi kondisi kekeringan, pemerintah juga mengembangkan padi gogo, yakni padi yang dibudidayakan di lahan kering dan mampu tumbuh dengan kebutuhan air yang lebih sedikit dibandingkan padi sawah.

Untuk menghadapi potensi kekeringan akibat perubahan iklim, Kementan juga telah menjalankan berbagai langkah adaptasi iklim. Salah satunya melalui program pompanisasi lahan pertanian yang sebelumnya telah mencakup sekitar 1,2 juta hektare dan pada tahun ini diperluas lagi hingga 1 juta hektare tambahan.

“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi agar produksi tetap terjaga,” ungkapnya.

Di luar komoditas beras, produksi pangan lain seperti ayam dan telur juga berada dalam kondisi surplus. Ketersediaan pupuk juga dipastikan aman dengan harga yang tercatat turun sekitar 20 persen sehingga mendorong petani untuk terus meningkatkan produksi.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis stabilitas pangan nasional tetap terjaga di tengah dinamika global maupun potensi tantangan iklim.

Previous Post

Bulog Pastikan Stok Beras Aman, Cadangan Beras Pemerintah Diproyeksikan Cukup Hingga 324 Hari

Next Post

Forwatan dan Industri Sawit Hadirkan Kebahagiaan Ramadan untuk Anak Yatim

Next Post
Forwatan dan Industri Sawit Hadirkan Kebahagiaan Ramadan untuk Anak Yatim

Forwatan dan Industri Sawit Hadirkan Kebahagiaan Ramadan untuk Anak Yatim

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .