• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

KKP Sokong Pengembangan Kawasan Konservasi Lepas Pantai Berbasis Sains

30 Maret 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
KKP Sokong Pengembangan Kawasan Konservasi Lepas Pantai Berbasis Sains
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong penguatan pengelolaan kawasan konservasi laut, khususnya wilayah lepas pantai Indonesia sebagai langkah strategis melindungi ekosistem, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan. Upaya tersebut dibahas dalam Sosialisasi Panduan Pengembangan Kawasan Konservasi Lepas Pantai yang diselenggarakan KKP bekerja sama dengan Yayasan Rekam Nusantara dan Konservasi Indonesia di Jakarta, belum lama ini.

Kegiatan itu dihadiri oleh perwakilan kementerian dan lembaga, akademisi, lembaga riset, serta mitra yang bergerak di bidang konservasi laut. Sosialisasi tersebut bertujuan memperkenalkan panduan teknis yang dapat menjadi rujukan dalam proses penilaian dan perencanaan pengembangan kawasan konservasi di wilayah lepas pantai Indonesia.

Direktur Konservasi Ekosistem Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan, Firdaus Agung, menyampaikan bahwa pengembangan kawasan konservasi lepas pantai menjadi langkah penting untuk melindungi kekayaan biodiversitas laut Indonesia yang sangat tinggi. Wilayah lepas pantai, menurutnya, memiliki berbagai habitat penting, mulai dari kawasan pemijahan ikan, jalur migrasi spesies pelagis seperti tuna, tongkol, dan cakalang yang merupakan ikan komoditas ekonomis tinggi, dan ekosistem laut dalam yang mendapatkan tekanan dari aktifitas manusia.

“Pengembangan kawasan konservasi di wilayah lepas pantai memerlukan pendekatan perencanaan yang matang dan berbasis ilmu pengetahuan. Hal ini penting agar penetapan kawasan konservasi tidak hanya menjadi ruang sisa dari berbagai kepentingan pemanfaatan laut, tetapi benar-benar dirancang untuk menjaga keberlanjutan ekosistem sekaligus mengakomodasi pemanfaatan secara berkelanjutan,” jelas Firdaus dalam siaran resmi di Jakarta, Senin (30/3).

Panduan pengembangan kawasan konservasi lepas pantai yang disosialisasikan dalam kegiatan ini disusun melalui kolaborasi antara KKP, Yayasan Rekam Nusantara, dan Konservasi Indonesia. Dokumen tersebut memuat tahapan pengembangan kawasan konservasi secara komprehensif, mulai dari tahap penilaian, perencanaan, penetapan, hingga pengelolaan adaptif berbasis ilmu pengetahuan dan tata kelola yang baik.

Marine Policy Coordinator Yayasan Rekam Nusantara, Rizqi Maulidiyah, menuturkan bahwa panduan tersebut dapat menjadi acuan teknis penting dalam pengembangan dan pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia, khususnya di wilayah perairan di atas 12 mil.

“Panduan ini diharapkan dapat memastikan proses pengembangan kawasan konservasi dilakukan secara lebih terarah, berbasis ilmiah, serta adaptif terhadap dinamika ekosistem laut dan pemanfaatan ruang laut,” ujarnya.

Sementara itu, Marine Ecology Manager Konservasi Indonesia, Jimy Kalther, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menyampaikan panduan secara teoritis, tetapi juga menggunakan pendekatan interaktif melalui boardgame agar peserta dapat memahami secara langsung tahapan pengembangan kawasan konservasi lepas pantai.

“Melalui simulasi ini, peserta dapat mempraktikkan proses pengambilan keputusan dalam pengelolaan kawasan konservasi secara kolaboratif, sehingga pemahaman terhadap pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan semakin meningkat,” jelas Jimy.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mengikuti simulasi penerapan tahapan penilaian dan perencanaan kawasan konservasi lepas pantai. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk melakukan pemetaan fitur konservasi, mengidentifikasi aktivitas pemanfaatan ruang laut, serta menentukan area prioritas yang berpotensi menjadi kawasan konservasi.

Selanjutnya pada tahap perencanaan, peserta merancang batas kawasan dan zonasi konservasi dengan mempertimbangkan hasil penilaian yang telah dilakukan sebelumnya. Melalui diskusi dan simulasi peran pemangku kepentingan, peserta belajar menyusun rancangan kawasan konservasi yang mampu menyeimbangkan kepentingan perlindungan ekosistem dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Upaya pengembangan kawasan konservasi lepas pantai ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mencapai Visi Kawasan Konservasi 30×45, yakni memperluas kawasan konservasi hingga 30 persen wilayah laut Indonesia pada tahun 2045. Sejalan dengan kebijakan ekonomi biru yang diusung Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, penguatan kawasan konservasi diharapkan mampu menjaga kesehatan ekosistem laut sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.

Previous Post

Bulog dan ID Food Siapkan 100.000 Paket Sembako Mendukung Acara Bazar Dari Istana Untuk Rakyat di Monas

Next Post

147,55 Juta Orang Lakukan Perjalanan Selama Angkutan Lebaran 2026

Next Post
Menuju Zero ODOL, Menhub Tekankan Pentingnya Pengawasan dan Digitalisasi

147,55 Juta Orang Lakukan Perjalanan Selama Angkutan Lebaran 2026

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .