• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Headline

Kasus Campak Telan Korban Jiwa, Puan Dorong Evaluasi Imunisasi

2 April 2026
in Headline, Nusantara
0
Kasus Campak Telan Korban Jiwa, Puan Dorong Evaluasi Imunisasi

Ketua DPR RI, Puan Maharani/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta- Ketua DPR RI, Puan Maharani menyoroti masih maraknya kasus campak di Indonesia yang menyebabkan korban jiwa, baik pada balita maupun orang dewasa. Ia menilai kondisi ini harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk mengevaluasi pelaksanaan program imunisasi.

“Kasus kematian akibat campak sejak awal tahun ini harus menjadi peringatan bagi kita semua. Ini juga menjadi kabar duka bagi layanan kesehatan Indonesia,” kata Puan dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).

Meski Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat tren penurunan kasus campak, data nasional tetap menunjukkan adanya 10 kematian akibat penyakit tersebut sepanjang 2026. Sebagian besar korban adalah balita yang belum pernah menerima imunisasi campak.

Salah satu kasus fatal menimpa dokter internsip berinisial AMW (25) di Kabupaten Cianjur yang meninggal dunia pada 26 Maret 2026 akibat komplikasi pada jantung dan otak. Ia diduga terpapar virus saat menangani pasien campak dan tetap bertugas meski telah mengalami gejala.

Dari rangkaian kematian baik pada balita maupun tenaga kesehatan tersebut, sambung Puan, harus dipahami sebagai peringatan serius bahwa perlindungan kesehatan dasar masyarakat tidak boleh memiliki celah.

“Terutama pada program imunisasi yang selama ini menjadi fondasi pencegahan penyakit menular,” ujarnya.

Data Kemenkes menunjukkan adanya penurunan signifikan kasus suspek dan terkonfirmasi campak, yakni hingga 93 persen pada pekan ke-12 tahun 2026 dibandingkan minggu pertama. Meski demikian, pengawasan epidemiologi atau surveilans tetap dilakukan secara ketat.

Menurut Puan, langkah tersebut penting karena kasus campak masih ditemukan di sejumlah daerah. Di Provinsi Jawa Tengah misalnya, ribuan kasus masih tercatat dan tiga daerah telah berstatus kejadian luar biasa (KLB), yakni Kabupaten Klaten, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Pati.

“Walaupun ada tren penurunan, fakta di lapangan menunjukkan kasus campak masih muncul. Ini harus menjadi pengingat pentingnya vaksinasi pada anak,” ujar Puan.

Lebih lanjut, Legislator dari Fraksi PDIP ini juga menegaskan bhawaq campak merupakan penyakit menular yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi, tetapi berpotensi menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik.

Menurut Puan, munculnya kembali korban jiwa menunjukkan bahwa tantangan kesehatan publik bukan hanya soal ketersediaan layanan, tetapi juga kemampuan negara menjaga kepercayaan masyarakat terhadap intervensi kesehatan yang telah terbukti efektif. Ketika vaksin tersedia namun tidak menjangkau seluruh kelompok rentan, maka risiko kesehatan masyarakat akan meningkat.

“Setiap kematian yang sebenarnya dapat dicegah harus menjadi bahan evaluasi serius. Negara tidak boleh membiarkan perlindungan kesehatan dasar melemah hanya karena informasi yang salah lebih cepat dipercaya dibanding penjelasan ilmiah,” tegasnya.

Selain itu, Puan juga menilai penanganan kejadian luar biasa campak tidak cukup hanya dengan respons medis jangka pendek, tetapi harus disertai penguatan sistem pencegahan secara menyeluruh.

Ia mengingatkan pemerintah untuk memastikan cakupan imunisasi dasar benar-benar menjangkau wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas. Selain itu, edukasi kesehatan berbasis komunitas serta strategi komunikasi publik perlu diperkuat agar mampu menjawab keraguan masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami.

“Perlu juga perhatian terhadap kelompok dewasa muda setelah adanya korban dari kalangan tenaga kesehatan. Perlindungan imunisasi harus dilihat lebih luas, terutama bagi kelompok dengan interaksi tinggi di pelayanan publik atau lingkungan kerja berisiko,” jelasnya.

Terakhir, menurut Puan, penguatan sistem kesehatan publik harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi kesehatan masyarakat.

“Negara perlu hadir hingga tingkat komunitas agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar, merasa dilibatkan, dan percaya bahwa setiap kebijakan kesehatan dijalankan untuk melindungi hak hidup seluruh warga negara,” jelas dia.

 

Tags: #campak#imunisasi#kasus#Ketua DPR#Puan Maharani
Previous Post

Lawatan Prabowo ke Jepang dan Korea Hasilkan Komitmen Bisnis Rp575 Triliun

Next Post

Tarif Listrik Triwulan II 2026 Tidak Naik, PLN Siap Jaga Keandalan dan Kualitas Layanan di Tengah Dinamika Global

Next Post
Tarif Listrik Triwulan II 2026 Tidak Naik, PLN Siap Jaga Keandalan dan Kualitas Layanan di Tengah Dinamika Global

Tarif Listrik Triwulan II 2026 Tidak Naik, PLN Siap Jaga Keandalan dan Kualitas Layanan di Tengah Dinamika Global

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .