• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

KKP Perkuat Kolaborasi Global Lindungi Laut lewat Living High Seas Partnership

7 April 2026
in Ekonomi
0
KKP Perkuat Kolaborasi Global Lindungi Laut lewat Living High Seas Partnership
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat kolaborasi global dalam perlindungan laut melalui partisipasi aktif Indonesia dalam peluncuran Living High Seas Partnership di New York, Amerika Serikat, baru-baru ini. Inisiatif ini menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati laut, khususnya di wilayah laut lepas.

Peluncuran tersebut mempertemukan negara-negara mitra dan organisasi internasional guna mempercepat implementasi kesepakatan global terkait keanekaragaman hayati di luar yurisdiksi nasional (Biodiversity Beyond National Jurisdiction/BBNJ).

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan, Miftahul Huda, mengatakan Indonesia menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk penguatan kerja sama multilateral dalam menjaga kesehatan laut dunia. “Kemitraan ini memiliki signifikansi strategis dan menjadi salah satu pelopor dalam penerapan area-based management tools,” ujarnya dalam siaran resmi di Jakarta, Selasa (7/4).

Dia menambahkan, Indonesia berkomitmen mengimplementasikan area-based management tools (ABMTs) dengan mengoptimalkan pengalaman pengelolaan kawasan konservasi nasional. Upaya ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengelolaan laut lepas yang efektif dan berkelanjutan.

“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang berbatasan langsung dengan laut lepas di Samudera Hindia dan Pasifik, Indonesia memiliki kepentingan strategis dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut global. Keikutsertaan ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi kelautan internasional,” jelasnya.

Sementara itu, mewakili Pemerintah Jerman, Ilka Wagner menyampaikan bahwa Living High Seas Partnership kini memasuki tahap implementasi setelah merampungkan fase kesepakatan awal. “Fokus kami adalah membangun kemitraan di tingkat nasional, regional, dan global untuk mendukung visi keanekaragaman hayati Uni Eropa,” ujarnya.

Dia menambahkan, pelaksanaan program akan dikoordinasikan oleh konsorsium global yang dipimpin oleh GIZ guna memastikan tata kelola yang efektif dan terintegrasi.

*Tentang Living High Seas*

Living High Seas merupakan inisiatif global yang mendukung implementasi Perjanjian Biodiversity Beyond National Jurisdiction (BBNJ) melalui penguatan kerja sama lintas negara, lembaga internasional, dan komunitas ilmiah. Kemitraan ini mendorong pengembangan serta penerapan area-based management tools (ABMTs), termasuk kawasan konservasi laut (marine protected areas/MPAs), sebagai instrumen utama dalam perlindungan dan pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman hayati di laut lepas (high seas).

Inisiatif ini melibatkan sejumlah negara pelopor, termasuk Indonesia, dalam pengembangan kawasan pengelolaan berbasis area di Samudera Atlantik, Hindia, dan Pasifik. Kolaborasi ini juga memperkuat kapasitas, tata kelola, serta pertukaran pengetahuan antarnegara guna memastikan pengelolaan laut lepas yang lebih efektif, inklusif, dan berbasis sains.

KKP menilai kolaborasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi negara peserta dan masyarakat global dalam menjaga kesehatan laut, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong ekonomi biru. Hal ini juga menegaskan pentingnya sinergi antarnegara dalam menghadapi tantangan pengelolaan laut, termasuk perubahan iklim dan tekanan terhadap keanekaragaman hayati.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono dalam berbagai kesempatan menegaskan komitmen KKP untuk terus memperkuat kolaborasi global dalam perlindungan laut. Menurutnya, kebijakan pengelolaan sumber daya kelautan harus diarahkan pada prinsip keberlanjutan, keseimbangan ekologi dan ekonomi, serta memberikan manfaat optimal bagi kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan arah kebijakan ekonomi biru.

Previous Post

Upaya KKP Lindungi Nelayan Sultra dari Persoalan Hukum Penangkapan Ikan Ilegal di Negara Lain

Next Post

KKP Pastikan Stok Ikan Aman di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Ancaman El Nino

Next Post
KKP Pastikan Stok Ikan Aman di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Ancaman El Nino

KKP Pastikan Stok Ikan Aman di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Ancaman El Nino

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .