• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Pasar Modal RI Hadapi Krisis Kepercayaan dan Manipulasi Saham

13 April 2026
in Ekonomi, Headline
0
IHSG Anjlok, Ekonom UGM: Sinyal Krisis Kepercayaan Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta- Pasar modal Indonesia belakangan ini menuai Guncangan pasar yang dipicu oleh kebijakan Morgan Stanley Capital International (MSCI), selaku penyedia indeks global yang membekukan penilaian terhadap sejumlah saham Indonesia yang dinilai lebih didominasi oleh manipulasi saham daripada kekuatan fundamental.

Integritas pasar modal melalui reformasi struktural dan penguatan penegakan hukum diharapkan mampu merespons dinamika geopolitik serta sentimen negatif global.

Hal itu mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Rapor Merah Tata Kelola Pasar Modal Indonesia: Mengurai Tantangan Tata Kelola Ekonomi dan Strategi Stabilitas Pasar Modal” di Auditorium Lt.9, Tower B, Magister Ilmu Hukum (MIH) UGM, Kampus Jakarta.

Prof. Dr. Drs. Paripurna P. Sugarda S.H., M.HUM., LL.M., Guru Besar Bidang Hukum Bisnis Fakultas Hukum UGM, menuturkan bahwa persoalan utama para modal bukan sekadar teknik regulasi, melainkan krisis kepercayaan akibat rendahnya independensi lembaga dan kepastian hukum.

“Ketidakkonsistenan Hukum di dalam negeri mengakibatkan biaya ekonomi menjadi mahal. Rendahnya kepastian hukum meningkatkan risiko bisnis yang pada akhirnya berdampak pada tingginya biaya operasional usaha. Itulah masalah utama yang kita hadapi,” tutur Paripurna dalam keterangan resminya, Kamis (10/4).

Dr. Yanuar Rizky S.E., Ak., M.H., Pengamat Ekonomi dan Direktur Utama PT Bejana Investidata Globalindo, menyampaikan bahwa pasar modal Indonesia saat ini lebih didominasi oleh manipulasi saham daripada kekuatan fundamental.

Menurutnya, OJK gagal dalam menegakkan hukum secara tegas dan transparan. Ancaman penurunan status pasar Indonesia oleh MSCI bukan sekadar masalah teknik melainkan sinyal bahaya terhadap kondisi fiskal nasional yang memburuk.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Yanuar mengatakan terdapat dua hal yang perlu diperkuat yaitu penegakan hukum dan penegakan sanksi untuk memperbaiki rapor merah tata kelola pasar modal Indonesia.

“Bursa kita akan semakin banyak isu, akan semakin banyak pelanggaran integrity-nya yang dibutuhkan adalah otoritas jasa keuangan dan otoritas bursa yang memang bisa melakukan penegakan hukum,” katanya.

Menanggapi kritik tersebut, Deputi Direktur pada Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional OJK, Tara Setyaningtyas M.M., menegaskan bahwa OJK terus melakukan optimalisasi dan evaluasi proses bisnis di tingkat internal. OJK juga berkomitmen dalam menjaga integritas pasar modal melalui reformasi struktural dan penguatan penegakan hukum guna merespons dinamika geopolitik serta sentimen negatif global.

“OJK berupaya mengoptimalkan proses bisnis internal dan memperketat sanksi administratif maupun pidana demi menciptakan pasar modal yang lebih transparan, akuntabel, dan kompetitif di level internasional,” ucap Tara.

Guru Besar Hukum Internasional dari Fakultas Hukum UI, Prof. Hikmahanto Juwana S.H., LL.M., Ph.D., menyoroti bahwa rapor merah tata kelola pasar modal Indonesia berakar pada lemahnya independensi otoritas dalam menghadapi tekanan intervensi kekuasaan serta maraknya narasi geopolitik oleh spekulan untuk memanipulasi harga saham.

 

Ia mendesak OJK dan otoritas bursa untuk segera beralih dari pola kompromi sanksi administratif menuju penegakan aturan yang lebih progresif, cepat, dan berorientasi pada perlindungan investor ritel sebagai pihak yang paling rentan dieksploitasi dalam ekosistem pasar modal yang belum sehat.

“Tantangan kita ke depan adalah konsistensi. Pasar modal tidak akan pernah sehat selama otoritas masih bisa didikte oleh intervensi kekuasaan dan kekuatan uang,” ungkapnya.

Sementara Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Sistem Informasi Fakultas Hukum UGM, Heribertus Jaka Triyana S.H., M.A., LL.M., menyampaikan seminar tata kelola pasar modal ini dapat menjadi bekal sekaligus pemahaman terkait perkembangan pasar modal sekarang ini.

“Saya berharap seminar ini dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman terkait dengan salah satu isu perkembangan pasar modal sebagai salah satu indikator peningkatan ekonomi Indonesia,” ucapnya.

Tags: #Kepercayaan#manipulasi#Morgan Stanley Capital International#pasar modal#saham#UGM
Previous Post

Andi Rahadian jadi Dubes RI untuk Oman dan Yaman

Next Post

Atasi Antrean dan Keuangan Haji, Kemenhaj Siapkan Skema War Ticket

Next Post
Pemerintah Terbitkan Keppres Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji, Berikut Riciannya

Atasi Antrean dan Keuangan Haji, Kemenhaj Siapkan Skema War Ticket

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .