• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Temui Wamentan Sudaryono, Australia Jajaki Impor Pupuk dari Indonesia

16 April 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
Temui Wamentan Sudaryono, Australia Jajaki Impor Pupuk dari Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia di Kantor Kementerian Pertanian pada Rabu (15/4/202) guna membahas peluang kerja sama di sektor pertanian, khususnya terkait impor pupuk urea dari Indonesia. Pertemuan ini berlangsung di tengah dinamika global akibat gangguan rantai pasok pupuk dunia.

Menurut Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar, kondisi geopolitik global, termasuk dampak penutupan Selat Hormuz, telah memengaruhi distribusi pupuk dunia. Sekitar sepertiga pasokan pupuk global melewati jalur tersebut, sehingga gangguan yang terjadi berdampak signifikan terhadap ketersediaan pupuk internasional.

“Dengan adanya disrupsi ini, banyak negara membutuhkan urea. Indonesia memiliki keunggulan karena mampu memproduksi urea dari gas alam domestik, sehingga kita tidak bergantung pada impor untuk komoditas tersebut,” ujar Wamentan Sudaryono.

Kapasitas produksi pupuk urea nasional yang dikelola PT Pupuk Indonesia (Persero) mencapai sekitar 9,36 juta ton hingga 9,4 juta ton per tahun. Pada tahun 2026, ditargetkan produksi urea mencapai 7,8 juta ton, dengan kebutuhan subsidi 6,3 juta ton dan terdapat potensi ekspor 1,5 juta ton untuk mengamankan stok domestik. Surplus ini membuka peluang ekspor ke berbagai negara, termasuk Australia.

Namun demikian, Wamentan Sudaryono menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dalam negeri tetap menjadi prioritas utama. “Kebutuhan pupuk untuk petani Indonesia adalah super prioritas. Setelah itu terpenuhi, baru sisa produksi dapat dialokasikan untuk ekspor,” tegasnya.

Menurutnya, minat terhadap urea Indonesia tidak hanya datang dari Australia, tetapi juga dari sejumlah negara lain seperti India, Filipina, dan Brasil. Meski demikian, pemerintah tetap berhati-hati agar tidak menjanjikan pasokan yang melebihi kemampuan produksi nasional.

Wamentan Sudaryono juga menjelaskan bahwa hubungan perdagangan pupuk antara Indonesia dan Australia bersifat timbal balik. Indonesia, di satu sisi, mengekspor urea, namun di sisi lain juga mengimpor bahan baku seperti fosfat, termasuk jenis DAP (Diammonium Phosphate), dari Australia.

“Ini hubungan yang resiprokal. Kita saling membutuhkan. Yang penting adalah bagaimana kita mengamankan kepentingan nasional sekaligus menjaga hubungan dagang yang sehat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa ketersediaan pupuk dalam negeri, khususnya pupuk subsidi, dalam kondisi aman. Tingginya serapan pupuk oleh petani disebut sebagai indikator meningkatnya aktivitas tanam di berbagai daerah.

“Kalau ada petani yang tidak menemukan pupuk di kios, itu lebih kepada distribusi yang sedang berjalan cepat. Dalam 1–2 hari biasanya sudah tersedia kembali. Artinya pupuk ada dan cukup,” jelasnya.

Ke depan, pemerintah juga berencana melakukan peremajaan pabrik-pabrik pupuk yang sudah tua untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi nasional, sekaligus memaksimalkan peluang ekspor di tengah tingginya permintaan global.

Dengan kondisi tersebut, Indonesia tidak hanya mampu menjaga ketahanan pupuk nasional, tetapi juga berpotensi memperkuat posisinya sebagai pemasok pupuk di pasar internasional.

Previous Post

KKP Proyeksikan Ekosistem Karbon Biru Serap 10 Juta Ton CO2 per Tahun

Next Post

Pastikan Stok Pupuk Dalam Negeri Aman, Indonesia Siap Ekspor Pupuk Urea 1,5 Juta Ton

Next Post
Temui Wamentan Sudaryono, Australia Jajaki Impor Pupuk dari Indonesia

Pastikan Stok Pupuk Dalam Negeri Aman, Indonesia Siap Ekspor Pupuk Urea 1,5 Juta Ton

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026
Uji Coba Penyaluran Bansos di Kopdes Merah Putih, Mensos Pastikan Tanpa Potongan

Uji Coba Penyaluran Bansos di Kopdes Merah Putih, Mensos Pastikan Tanpa Potongan

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .