• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Headline

Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah, Luhut: Validasi Penerima Makin Akurat

8 Mei 2026
in Headline, Nusantara
0
Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah, Luhut: Validasi Penerima Makin Akurat

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah bersama Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta- Pemerintah melalui Komite Percepatan Transformasi Digital terus mematangkan digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos) atau digitalisasi bansos guna memperkuat akurasi dan ketepatan sasaran bantuan sosial.

Sistem berbasis artificial intelligence (AI) tersebut ditargetkan mulai diterapkan secara nasional paling lambat akhir 2026.

Perlinsos digital merupakan portal pendaftaran dan sanggah bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako yang terintegrasi lintas kementerian dan lembaga. Sistem ini saat ini tengah diuji coba sebelum diperluas ke 42 kabupaten mulai 13 Mei 2026.

“(Digitalisasi) ini memang sangat penting sehingga proses pengambilan keputusan basisnya harus data akurat. Kami bersyukur antar kementerian lembaga yang punya sekitar 27 ribu aplikasi sudah mulai tersambung,” kata Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah bersama Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Menurut Luhut, sistem tersebut telah memanfaatkan teknologi pindai wajah (face recognition) dan AI untuk meningkatkan validasi penerima bantuan sosial. Teknologi itu sebelumnya telah diuji coba di Banyuwangi.

“Dengan face recognition yang sudah kita praktekkan juga di Banyuwangi dan ternyata sangat akurat,” kata Luhut.

Presiden Prabowo Subianto direncanakan meninjau langsung pelaksanaan program tersebut di Banyuwangi, Surabaya, dan Bali pada Juni mendatang, termasuk mengecek proses pendaftaran dan mekanisme sanggah data penerima bantuan.

“Presiden akan meninjau beberapa tempat kira-kira kita usulkan tanggal 8-9 Juni ini ada di Banyuwangi, Surabaya dan Bali. Kalau ini semua berjalan baik yang 42 Kabupaten, Presiden nanti roll out pada bulan Oktober atau November, paling lambat tahun ini saya kira secara nasional sudah bisa jalan” jelas Luhut.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan sistem tersebut memungkinkan pemerintah memetakan profil penerima bantuan secara lebih lengkap, termasuk kondisi sosial, aset, hingga data biometrik penerima manfaat.

“Dengan adanya digitalisasi Bansos ini kita lebih mengetahui profil dari penerima Bansos. Kita tidak hanya tahu asetnya atau juga mungkin kepemilikan rumahnya, tapi juga kita tahu biometriknya, kita bisa tahu wajahnya. Jadi teridentifikasi lebih lengkap dengan digitalisasi Bansos,” kata Mensos.

Selain itu, pemerintah juga dapat mengetahui berbagai jenis bantuan yang diterima masyarakat, baik dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, maupun bantuan nonpemerintah.

“Sehingga kita bisa mengetahui setiap tahun penerima manfaat ini menerima berapa besar bantuan-bantuan baik dari pemerintah maupun non-pemerintah,” kata dia.

Ia menjelaskan aplikasi tersebut terhubung dengan berbagai basis data pemerintah milik Kemensos, Dukcapil, BPS, PLN, BKN, Korlantas, BPJS, ATR/BPN serta sejumlah instansi lain.

Integrasi data itu diharapkan membantu pemerintah mengukur tingkat kelayakan penerima manfaat sekaligus memantau proses menuju kemandirian keluarga penerima bantuan.

“Sehingga kita bisa mengukur lebih jauh tentang keluarga penerima manfaat apakah mereka masih layak atau memerlukan waktu untuk bisa menjadi keluarga yang lebih mandiri. Jadi banyak manfaat dari digitalisasi Bansos ini, utamanya untuk supaya Bansos lebih tepat sasaran,” jelas Mensos.

Gus Ipul memastikan masyarakat prasejahtera dan lanjut usia yang belum terbiasa menggunakan smartphone tetap akan mendapat pendampingan melalui pendamping sosial, relawan, hingga pemerintah daerah sampai tingkat desa dan kelurahan.

“Pelan-pelan nanti kalau sudah terbiasa, insyaallah makin hari makin banyak orang yang akan memanfaatkan digitalisasi Bansos ini. Belum sempurna, tapi harus dimulai,” kata Mensos.

Ahli Kemiskinan sekaligus Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Arief Anshory Yusuf mengapresiasi langkah pemerintah mengintegrasikan berbagai data lintas kementerian dan lembaga untuk mendukung penyaluran bansos yang lebih akurat.

“Saya ingin berterima kasih, karena selama 70 tahun Indonesia Merdeka baru kali ini data administrasi terintegrasi,” katanya.

Tags: #Artificial Intelligence#bantuan sosial#Dewan Ekonomi Nasional#digitalisasi#Luhut Binsar Pandjaitan#Menteri Sosial#Saifullah Yusuf
Previous Post

Menaker Tegaskan Pentingnya Sertifikasi Kompetensi bagi Lulusan Program Magang

Next Post

Neraca Dagang Surplus 71 Bulan Beruntun, Mendag: Fundamental Perdagangan RI Kuat

Next Post
Neraca Dagang Surplus 71 Bulan Beruntun, Mendag: Fundamental Perdagangan RI Kuat

Neraca Dagang Surplus 71 Bulan Beruntun, Mendag: Fundamental Perdagangan RI Kuat

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .