• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

KKP – Pemprov Aceh Sinergi Tangani Pendangkalan Alur & Muara Sungai di Pelabuhan Perikanan

10 Mei 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
KKP – Pemprov Aceh Sinergi Tangani Pendangkalan Alur & Muara Sungai di Pelabuhan Perikanan
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pemerintah Aceh melakukan koordinasi penanganan pendangkalan alur dan muara sungai pasca bencana di Aceh. Koordinasi tersebut dilakukan melalui pertemuan bersama Gubernur Aceh sekaligus survei lapangan pada sejumlah lokasi pelabuhan perikanan yang terdampak pendangkalan dan mengganggu aktivitas nelayan.

Direktur Pemanfaatan Ruang Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil KKP, Permana Yudiarso, menjelaskan langkah bersama dilakukan menyusul permohonan Gubernur Aceh Muzakir Manaf untuk menangani kondisi muara sungai dan muara perikanan yang mengalami pendangkalan akibat banjir di sejumlah wilayah Aceh.

“Pendangkalan ini berdampak langsung terhadap aktivitas nelayan dan operasional pelabuhan perikanan sehingga diperlukan perbaikan muara sungai dan pelabuhan perikanan yang dangkal,” jelas Permana dalam siaran resmi di Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Menurut Permana, KKP dan Pemerintah Provinsi Aceh sekaligus membahas rencana survei terhadap 13 lokasi pelabuhan perikanan yang menjadi prioritas penanganan di Aceh. Survei lapangan tahap awal dilaksanakan di beberapa lokasi pelabuhan perikanan, antara lain PP Lambada Lhok di Aceh Besar, PP Kuala Pasi Peukan Baro dan PP Kuala Tari di Kabupaten Pidie, serta PPP Panteraja di Kabupaten Pidie Jaya. Hasil tinjauan awal menunjukkan sebagian besar lokasi berada pada sistem muara sungai yang mengalami pendangkalan akibat banjir, dinamika oseanografi pesisir, serta material lumpur pascabanjir.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf saat menerima KKP menyebutkan penanganan muara yang dangkal sangat mendesak, mengingat banyaknya masyarakat Aceh yang bergantung pada sektor kelautan. Selain itu, dampak pendangkalan tidak hanya mengganggu akses keluar-masuk kapal nelayan, tapi juga meningkatkan risiko banjir berulang di kawasan dilanda bencana akhir tahun lalu akibat aliran sungai yang terhambat.

”Pemerintah Aceh mendorong agar penanganan dilakukan secara menyeluruh, termasuk mengatasi abrasi di wilayah pesisir sehingga langkah ini dapat mempercepat pemulihan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Aceh,” ujarnya.

Direktur Pemanfaatan Ruang Kolom Perairan dan Dasar Laut, Didit Eko Prasetiyo yang turut dalam pertemuan tersebut menyampaikan, Menteri Kelautan dan Perikanan telah menerbitkan KKPRL Pengembangan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja, dan dukungan penanganan terhadap 12 (dua belas) lokasi prioritas di Aceh lainnya. Dukungan ini melalui percepatan perizinan pemanfaatan ruang laut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“KKP akan mendukung percepatan proses perizinan pemanfaatan ruang laut, termasuk proses Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) pada lokasi pelabuhan perikanan prioritas, agar penanganan pendangkalan alur dan pemulihan akses nelayan dapat berjalan sesuai ketentuan dan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan,” ujar Didit.

Agar pemulihan akses nelayan tetap sejalan dengan perlindungan ekosistem pesisir, penanganan alur pelayaran dan muara pelabuhan perlu dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis seperti survei batimetri, kajian oseanografi, analisis sedimen, dan pengelolaan kawasan pesisir secara terpadu agar solusi yang dilakukan efektif dan berkelanjutan.

Sejalan dengan hal tersebut, Guru Besar Oseanografi Universitas Diponegoro (UNDIP) sebagai anggota tim kajian, Prof. Denny N. Sugianto, menerangkan bahwa sedimentasi di sejumlah muara Aceh perlu dipahami sebagai persoalan hulu-hilir yang dipengaruhi perubahan tutupan lahan, dinamika sungai, serta proses pesisir.

“Permasalahan muara di Aceh tidak berdiri sendiri. Penanganannya perlu dilakukan dengan pendekatan terpadu dari wilayah DAS hingga kawasan pesisir agar sedimentasi tidak terus berulang,” terangnya.

Tak hanya itu, pakar di bidang oseanografi ini juga mengusulkan penataan kawasan pesisir berkelanjutan yang berbasis sedimentasi sehingga kawasan pesisir terlindungi dan masyarakat pesisir mendapatkan manfaat berkelanjutan.

Sebagai langkah lanjut, KKP bersama Pemprov Aceh akan mengumpulkan data teknis dan dokumen pendukung sebagai dasar penanganan prioritas pada lokasi-lokasi pelabuhan terdampak. Selain itu, survei lanjutan akan dilakukan secara bertahap bersama UPT KKP dan Pemerintah Aceh pada seluruh lokasi prioritas yang direncanakan.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan penataan ruang laut secara berkelanjutan sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut dan pesisir.

Previous Post

KKP Siapkan SDM Andal Hadapi Dinamika Geopolitik Kawasan Maritim

Next Post

KKP Siapkan Ruang Laut untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan*

Next Post
KKP Siapkan Ruang Laut untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan*

KKP Siapkan Ruang Laut untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan*

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .