• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Indonesia Perkenalkan Pendekatan Kolaboratif Konservasi Hiu dan Pari di Forum Dunia

14 Mei 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
Indonesia Perkenalkan Pendekatan Kolaboratif Konservasi Hiu dan Pari di Forum Dunia
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkenalkan pendekatan kolaboratif dalam konservasi hiu dan pari pada forum internasional Sharks International 2026 di Colombo, Sri Lanka. Melalui forum tersebut, Indonesia membagikan pembelajaran dan praktik baik implementasi Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) sebagai bagian dari upaya pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan.

Keterlibatan Indonesia dalam sesi panel bertemakan Listed but Vulnerable: Enforcing CITES for Sharks and Rays menunjukkan komitmen aktif KKP dalam memperkuat tata kelola konservasi hiu dan pari di tingkat global. Forum tersebut menjadi ruang diskusi antarnegara dalam membahas tantangan dan strategi implementasi CITES terhadap perdagangan hiu dan pari yang masuk dalam Appendix CITES.

Indonesia melalui KKP memaparkan pendekatan nasional dalam penguatan kebijakan, pengelolaan perikanan berkelanjutan, penyusunan Non-Detriment Findings (NDF), pengaturan kuota, hingga pengawasan perdagangan spesies laut dilindungi melalui presentasi bertajuk From Listings to Action: Indonesia’s Integrated Approach to Enforcing CITES for Sharks and Rays.

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik, Sarmintohadi, menyampaikan bahwa Indonesia terus memperkuat implementasi CITES melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, akademisi, peneliti, aparat penegak hukum, organisasi konservasi, hingga masyarakat pesisir.

“Sebagai negara dengan keanekaragaman hiu dan pari yang tinggi, Indonesia memiliki tanggung jawab penting dalam memastikan perdagangan spesies dilakukan secara legal, terukur, dan berkelanjutan. Implementasi CITES tidak hanya berfokus pada pengendalian perdagangan, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya laut dan perlindungan mata pencaharian masyarakat pesisir,” ujar Sarmintohadi dalam siaran resmi KKP di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, berbagai langkah telah dilakukan KKP, mulai dari penyusunan NDF, penguatan sistem ketertelusuran produk perikanan, peningkatan kapasitas identifikasi spesies, hingga penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam pengawasan perdagangan hiu dan pari. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mendukung efektivitas implementasi CITES di lapangan.

Panel internasional tersebut turut menghadirkan perwakilan dari Amerika Latin, Ekuador, Sri Lanka, kalangan akademisi, organisasi konservasi, serta otoritas kepabeanan untuk membahas berbagai tantangan implementasi CITES di masing-masing negara dan wilayah. Diskusi mencakup identifikasi spesies, pengawasan rantai pasok perdagangan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pentingnya kerja sama regional lintas negara dalam mendukung konservasi hiu dan pari secara berkelanjutan.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara, menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam forum internasional tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat peran Indonesia pada tata kelola konservasi laut dunia.

“KKP terus mendorong implementasi CITES yang efektif, terukur, dan berkeadilan melalui penguatan pengawasan perdagangan, peningkatan ketertelusuran produk, serta kolaborasi multipihak untuk mendukung konservasi hiu dan pari secara berkelanjutan,” ujar Koswara.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, yang menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi biru melalui perlindungan ekosistem laut, konservasi spesies terancam punah, serta pengelolaan sumber daya kelautan secara berkelanjutan demi menjaga kesehatan laut dan kesejahteraan generasi mendatang.

Previous Post

Program Pembangunan Kelautan dan Perikanan Bermuara Pada Kualitas Sumber Daya Manusia

Next Post

Menteri KP Menilai Pentingnya KNMP untuk Mendukung Program Hilirisasi Perikanan

Next Post
Menteri KP Menilai Pentingnya KNMP untuk Mendukung Program Hilirisasi Perikanan

Menteri KP Menilai Pentingnya KNMP untuk Mendukung Program Hilirisasi Perikanan

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .