• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Purbaya: Defisit APBN Turun Jadi Rp164,4 Triliun di April 2026

22 Mei 2026
in Ekonomi, Headline
0
Purbaya: Defisit APBN Turun Jadi Rp164,4 Triliun di April 2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir April 2026 dalam Konferensi Pers APBN KiTA yang digelar di Jakarta.

Di tengah ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, Menkeu menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap solid dengan realisasi APBN yang menunjukkan tren sangat positif.

“Hari ini kita menyampaikan lagi realisasi APBN kita, kinerja dan fakta, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara,” ujar Menkeu, Selasa (19/5).

Ia memaparkan, hingga April 2026, pendapatan negara berhasil menembus angka Rp918,4 triliun, atau tumbuh sebesar 13% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Akselerasi pendapatan ini utamanya ditopang oleh kinerja perpajakan yang tumbuh kuat sebesar 13,7%, di mana penerimaan pajak tumbuh 16,1% (yoy).

Menkeu menyoroti pertumbuhan pada Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi yang naik 25%, PPh 21 (gaji karyawan) yang tumbuh 21%, serta PPN dan PPN-BM yang melonjak hingga 40%.

Menurut Menkeu, data ini membantah isu adanya penurunan daya beli di masyarakat. “PPh 21 tumbuh 21%. Ini data yang bicara, bukan perasaan saya. Jadi tidak benar bahwa daya beli masyarakat hancur,” tegas Purbaya.

Selain pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga mencatatkan kinerja impresif dengan realisasi mencapai Rp171,3 triliun, atau tumbuh 11,8%. Sementara itu, penerimaan Bea dan Cukai mulai membalikkan keadaan menjadi tumbuh positif 0,6% setelah sempat terkontraksi pada bulan Maret lalu.

Dari sisi pengeluaran, pemerintah berkomitmen untuk tidak mengerem stimulus perekonomian. Realisasi belanja negara hingga April 2026 telah menembus Rp1.000 triliun, atau tumbuh signifikan sebesar 34,3% secara year-on-year. Pertumbuhan ini didorong oleh Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) yang melonjak hingga 57,9%.

Menkeu menjelaskan bahwa percepatan belanja ini sengaja dilakukan agar daya dorong APBN terhadap perekonomian dapat dirasakan secara merata sepanjang tahun. Pemerintah juga memastikan bahwa subsidi energi, termasuk BBM, akan tetap dipertahankan hingga akhir tahun guna menjaga stabilitas sosial dan ekonomi.

Berkat kombinasi pendapatan yang kuat dan pengelolaan belanja yang terukur, postur kelolaan fiskal per April 2026 menunjukkan perbaikan yang sangat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Defisit APBN turun menjadi Rp164,4 triliun atau hanya 0,64% dari PDB. Angka ini membaik dibandingkan defisit per Maret 2026 yang sempat menyentuh 0,93% dari PDB.

Menkeu juga mematahkan analisis beberapa pihak yang menyederhanakan hitungan defisit secara linier. “Maret kemarin defisit 0,93%, analis bilang kalau dikali empat setahun bisa 3,6%, itu hitungan ajaib. Sekarang (April) defisit turun ke 0,64%,” jelasnya.

Menutup pemaparannya, Menteri Keuangan menyampaikan bahwa pemerintah terus bersinergi dengan Bank Sentral untuk menjaga likuiditas sistem keuangan guna mendukung sektor riil dan swasta.

Tags: #2026#APBN#April#defisit#Menteri Keuangan#Purbaya Yudhi Sadewa
Previous Post

Mensos Saifullah Yusuf: Sekolah Rakyat Juga Menyasar Daerah 3T

Next Post

SPKS: Kebijakan Pengaturan Ekspor CPO melalui BUMN Berdampak pada Penurunan Harga TBS Petani

Next Post
Industri Kelapa Sawit Berperan Strategis bagi Perekonomian Indonesia

SPKS: Kebijakan Pengaturan Ekspor CPO melalui BUMN Berdampak pada Penurunan Harga TBS Petani

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .