• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Headline

Ketua Komisi III Tegaskan Revisi UU Polri Tetap Berada di Jalur Reformasi

25 Mei 2026
in Headline, Hukum
0
Demi Keadilan, Komisi III DPR Minta Perkara Hogi Minaya Dihentikan

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan bahwa revisi Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia (RUU Polri) tidak dimaksudkan untuk mengubah arah reformasi kepolisian, melainkan memperkuat transformasi Polri yang profesional, humanis, dan akuntabel sesuai amanat reformasi.

Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Kerja Komisi III DPR RI bersama Menteri Sekretaris Negara, Menteri Keuangan, dan Menteri Hukum di Ruang Rapat Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Rapat kerja tersebut membahas penjelasan Komisi III DPR RI mengenai RUU Polri, penjelasan Presiden terkait RUU Polri, rancangan jadwal dan rencana kerja pembahasan, penyerahan daftar inventarisasi masalah (DIM), serta pembentukan panitia kerja (Panja).

Dalam pengantarnya, Habiburokhman menjelaskan bahwa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia pada dasarnya sudah merupakan produk reformasi yang mengoreksi praktik-praktik lama ketika Polri diposisikan sekadar sebagai alat represif kekuasaan. Karena itu, menurutnya, perubahan dalam RUU Polri tidak dilakukan secara besar-besaran.

“Dapat kami sampaikan secara singkat bahwa dalam RUU Polri ini sebenarnya tidak banyak yang dilakukan perubahan karena Undang-Undang Polri yang ada saat ini sejatinya merupakan produk reformasi yang mengkoreksi praktik-praktik di masa lalu dimana Polri diposisikan sekadar sebagai aparatus represif kekuasaan,” ujar Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Ia menegaskan, berbagai tuntutan masyarakat terkait percepatan reformasi Polri sebagian besar telah diakomodasi melalui pembaruan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru. Menurutnya, kedua regulasi tersebut membawa perubahan paradigma besar dalam sistem penegakan hukum nasional.

Habiburokhman menjelaskan bahwa KUHP baru menggeser pendekatan hukum dari keadilan retributif menuju keadilan restoratif yang lebih menekankan pemulihan dan perlindungan hak asasi manusia.

Sementara itu, KUHAP baru memperkuat pengawasan internal maupun eksternal terhadap penyidik serta mempertegas perlindungan hak tersangka, terdakwa, dan saksi selama proses hukum berlangsung.

Ia menyebut sejumlah ketentuan baru dalam KUHAP, seperti pendampingan advokat sejak sebelum seseorang ditetapkan sebagai tersangka, larangan penyiksaan dan intimidasi, kewajiban penggunaan kamera pengawas saat pemeriksaan, hingga pengaturan sanksi etik dan pidana bagi penyidik yang menyalahgunakan kewenangan.

“KUHAP baru juga mengatur secara ketat tentang penahanan agar tidak terjadi penahanan sewenang-wenang, serta memberikan kepastian hukum terhadap laporan masyarakat agar tidak dapat ditelantarkan,” katanya.

Menurut Habiburokhman, arah reformasi hukum tersebut telah tercermin dalam sejumlah kasus yang sebelumnya menjadi perhatian publik dan dibahas dalam rapat dengar pendapat umum Komisi III DPR RI. Ia mencontohkan kasus Ogi Minayah di Sleman, guru Tri Wulansari di Muaro Jambi, Nabila O’Brien, hingga videografer Amsal Sitepu yang pada akhirnya dapat diselesaikan dengan pendekatan yang lebih berkeadilan.

Lebih lanjut, Habiburokhman menegaskan bahwa RUU Polri hadir untuk melengkapi pengaturan dalam KUHP dan KUHAP baru sekaligus menindaklanjuti rekomendasi Panja Reformasi Polri, Kejaksaan, dan Pengadilan yang sebelumnya telah disetujui DPR RI dalam rapat paripurna pada 27 Januari 2026.

Dalam penjelasannya, ia memaparkan delapan poin rekomendasi utama Panja Reformasi Polri, antara lain penegasan kedudukan Polri di bawah Presiden sesuai amanat TAP MPR Nomor VI dan VII Tahun 2000, optimalisasi fungsi Kompolnas, penguatan pengawasan internal Polri, reformasi kultural berbasis penghormatan HAM dan demokrasi, hingga modernisasi Polri melalui pemanfaatan teknologi.

Selain itu, RUU Polri juga memuat sejumlah substansi penting, di antaranya penguatan transparansi dan profesionalitas Polri, pengaturan ketat penugasan anggota Polri di luar institusi, penataan batas usia pensiun, penguatan pendidikan berbasis prinsip humanis dan demokratis, serta penguatan kedudukan dan fungsi Kompolnas.

Habiburokhman menegaskan bahwa seluruh materi dalam RUU Polri tetap berada dalam koridor konstitusi dan tidak menyimpang dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 maupun TAP MPR Nomor VI dan VII Tahun 2000.

“Kami juga menegaskan bahwa hal yang diatur dalam RUU Polri ini tidaklah akan menyimpang dari ketentuan Undang-Undang Dasar 1945 dan TAP MPR Nomor 6 dan Nomor 7 Tahun 2000, termasuk soal ketentuan pemilihan Kapolri yang merupakan hak prerogatif Presiden,” tegasnya.

Rapat kerja tersebut sekaligus menandai dimulainya pembahasan resmi RUU tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia yang telah masuk Program Legislasi Nasional Prioritas Tahun 2026.

Tags: #DPR#Habiburokhman#Komisi III#Polri#reformasi#revisi#Undang-Undang
Previous Post

Menteri Trenggono: Hasil Panen BUBK Kebumen Sesuai Best Practice dan Berkualitas Ekspor

Next Post

Prabowo Resmikan Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung

Next Post
Prabowo Ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek, Semoga Membawa Kebahagiaan, Kesejahteraan dan Keberuntungan

Prabowo Resmikan Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .