• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kementan Perkuat Kemandirian Industri Peternakan, Dorong Investasi Vaksin dan Obat Hewan di Sulsel

29 Mei 2026
in Ekonomi
0
Kementan Perkuat Kemandirian Industri Peternakan, Dorong Investasi Vaksin dan Obat Hewan di Sulsel
Share on FacebookShare on Twitter

Imperoum.id,Jakarta — Kementerian Pertanian terus memperkuat kemandirian subsektor peternakan nasional melalui pengembangan industri vaksin dan obat hewan dalam negeri. Salah satu langkah nyata yang kini didorong adalah kerja sama investasi pembangunan pabrik vaksin dan obat hewan modern di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, bersama sektor swasta nasional dan mitra industri global.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa kebutuhan vaksin dan obat hewan nasional terus meningkat seiring pertumbuhan populasi ternak dan penguatan program ketahanan pangan nasional, termasuk dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

“Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi protein hewani nasional melalui penguatan subsektor peternakan. Karena itu, kebutuhan vaksin dan obat hewan juga meningkat dan harus dipenuhi secara mandiri dan berkelanjutan,” kata Agung dalam pembahasan kerja sama investasi vaksin hewan di Makassar, Rabu (27/5/2026).

Agung menjelaskan, saat ini pemerintah melalui Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma tengah membangun fasilitas produksi vaksin yang lebih modern. Namun kapasitas produksi vaksin unggas nasional yang dapat dipenuhi pemerintah saat ini masih sekitar 32 persen dari kebutuhan nasional sehingga kolaborasi dengan sektor swasta dan mitra global menjadi penting.

“Kami sangat terbuka terhadap kerja sama transfer teknologi dan pengembangan produksi vaksin di Indonesia, khususnya untuk jenis vaksin yang saat ini masih diimpor,” ujarnya.

Menurut Agung, Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar, tidak hanya untuk vaksin unggas dan sapi, tetapi juga vaksin hewan kesayangan dan hewan olahraga seperti kuda.

“Permintaan vaksin dan obat hewan untuk anjing, kucing, dan kuda juga meningkat sangat pesat, terutama di kota-kota besar. Ini menjadi peluang investasi yang sangat potensial,” katanya.

Sementara itu, Chief Accountant China National Agricultural Development Group (CNADC), Zhou Yuegang, yang memimpin delegasi China Animal Husbandry Industry Corporation (CAHIC), menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan Pemerintah Indonesia dalam membangun kolaborasi bidang kesehatan hewan.

“Kami melihat Indonesia sebagai pasar yang sangat strategis dengan potensi pertumbuhan industri peternakan yang besar. Karena itu, kami mendukung penguatan kerja sama jangka panjang dalam pengembangan vaksin dan kesehatan hewan,” ujar Zhou.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pembahasan internal untuk memperkuat peluang investasi dan kerja sama teknologi bersama mitra di Indonesia.

“Kami berharap kerja sama ini dapat berkembang menjadi kemitraan strategis yang saling menguntungkan, baik bagi Indonesia maupun China,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan PT Kawasan Industri Takalar (KITA) Rahman Arif, memaparkan rencana pembangunan kawasan industri modern di Takalar yang akan terintegrasi dengan pelabuhan, logistik, industri peternakan, hingga fasilitas pendukung lainnya.

“Kawasan industri Takalar kami siapkan menjadi pusat pertumbuhan industri baru di Indonesia Timur, termasuk pengembangan industri vaksin dan obat hewan yang terintegrasi dan berkelanjutan,” jelas Rahman Arif.

Menurutnya, kawasan industri tersebut dirancang untuk mendukung investasi jangka panjang di subsektor peternakan dan kesehatan hewan nasional.

Kementerian Pertanian menegaskan akan terus mengawal proses investasi tersebut agar tetap memenuhi standar dan regulasi pemerintah Indonesia, sekaligus memastikan adanya transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia nasional.

“Kami ingin investasi ini tidak hanya menghadirkan industri baru, tetapi juga membangun kemandirian vaksin nasional, memperkuat biosekuriti, serta meningkatkan daya saing peternakan Indonesia,” tutup Agung.

Previous Post

Menko Polkam: Kejaksaan sebagai Tulang Punggung Penegakan Hukum Indonesia

Next Post

Kementan-BUMN Tegaskan Hilirisasi Ayam di Bone untuk Peternak Rakyat

Next Post
Kementan-BUMN Tegaskan Hilirisasi Ayam di Bone untuk Peternak Rakyat

Kementan-BUMN Tegaskan Hilirisasi Ayam di Bone untuk Peternak Rakyat

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .