• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kementerian ESDM Ajukan Anggaran 2027 Sebesar Rp27,335 Triliun

16 Juni 2026
in Ekonomi, Headline
0
Kementerian ESDM Ajukan Anggaran 2027 Sebesar Rp27,335 Triliun

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Rapat Kerja Penetapan RKA-K/L dan RKP Tahun 2027 bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta- Pembangunan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat menjadi arah utama kebijakan anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Tahun Anggaran 2027.

Melalui postur belanja yang lebih berorientasi pada pelayanan publik, Kementerian ESDM menempatkan program-program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Komitmen tersebut tercermin dari alokasi 82 persen atau sekitar Rp22,48 triliun dari total pagu indikatif sebesar Rp27.335.640.478.000 yang telah disetujui Komisi XII DPR RI pada Senin malam (15/6).

Anggaran tersebut akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur energi dan pelaksanaan berbagai program strategis, mulai dari jaringan gas kota (jargas), listrik desa (lisdes), hingga bantuan pasang baru listrik (BPBL) bagi keluarga kurang mampu, guna memperluas akses energi yang merata dan berkeadilan bagi masyarakat.

“Jadi hanya 13 persen dari (total) pagu anggaran Kementerian ESDM saja yang dipergunakan untuk operasional ESDM, karena semua anggaran yang ada kita fokuskan untuk menyentuh pada program-program yang ada di masyarakat,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Rapat Kerja Penetapan RKA-K/L dan RKP Tahun 2027 bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin (16/6).

Bahlil menegaskan, sebagian besar anggaran tersebut akan diarahkan untuk mendukung program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Sejumlah program prioritas yang disiapkan antara lain converter kit untuk petani, pembangunan jaringan gas kota, proyek pipa gas Dumai-Sei Mangkei (Dusem), pipa transmisi gas Semarang-Solo dan Cirebon-Bandung, serta program listrik desa dan bantuan pasang baru listrik.

“80% anggaran akan kita alokasikan untuk rakyat. Yang pertama, konverter kit untuk petani sebesar Rp158,50 miliar. Pipa Gas Dusem Rp3.948,16 milyar yang akan mengalirkan gas dari daerah yang surplus ke yang membutuhkan antara Sumatera dan Jawa. Proyek selanjutnya Jargas, untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG dengan menggunakan gas alam dengan jargas, kita mendapat anggaran sebesar Rp5.212,62 miliar,” ujarnya.

Selain memperkuat infrastruktur gas bumi, Kementerian ESDM juga memberikan perhatian besar pada perluasan akses listrik bagi masyarakat. Pada Tahun Anggaran 2027, pembangunan infrastruktur listrik desa memperoleh alokasi sebesar Rp9,746 triliun, sementara program BPBL bagi keluarga kurang mampu mendapat dukungan anggaran sebesar Rp520 miliar.

Kedua program tersebut diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses energi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan layanan kelistrikan.

Di sisi lain, pemerintah juga melanjutkan pembangunan infrastruktur energi strategis melalui proyek pipa transmisi gas Semarang-Solo yang dialokasikan sebesar Rp702,38 miliar dan pipa transmisi gas Cirebon-Bandung sebesar Rp577,56 miliar.

Kedua proyek yang dikerjakan secara multiyears tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas jaringan gas nasional sekaligus meningkatkan keandalan pasokan energi antardaerah.

Komitmen menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat juga tercermin dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Untuk mendukung program tersebut, Kementerian ESDM mengalokasikan anggaran sebesar Rp635,2 miliar untuk program motor listrik, Rp815,6 miliar untuk program kompor listrik, serta Rp58,58 miliar untuk pembangunan infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

“Program kompor listrik kita lakukan juga untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap LPG . Kita mencari sumber energi lain kedepan tidak hanya LPG saja termasuk pemanfaatan CNG,” imbuhnya.

Dengan postur anggaran ini, pemerintah berkomitmen terus memperkuat ketahanan energi nasional, mendorong pemerataan pembangunan, serta membuka akses energi yang lebih inklusif hingga ke pelosok daerah.

Tags: #2027#Anggaran#Bahlil Lahadalia#DPR#Kementerian ESDM#Komisi XII
Previous Post

BMKG: Gempa di Palu Tak Berpotensi Tsunami

Next Post

PMI Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Pelaku Kekerasan Diberi Hukuman Setimpal

Next Post
Legislator Dorong RUU Pelindungan Pekerja Migran jadi Tanggung Jawab Negara

PMI Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Pelaku Kekerasan Diberi Hukuman Setimpal

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .