• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Headline

Puan Minta Pemerintah Siaga Air Bersih dan Pangan di Musim Kemarau

16 Juni 2026
in Headline, Nusantara
0
Kasus Campak Telan Korban Jiwa, Puan Dorong Evaluasi Imunisasi

Ketua DPR RI, Puan Maharani/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta– Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif menyusul prediksi musim kemarau yang akan lebih panjang di tahun 2026.

Mulai dari kebutuhan air bersih, hingga mitigasi dampak kekeringan di sektor pertanian dan kesehatan masyarakat.

“Kekeringan yang semakin meluas saat ini harus segera disiasati dengan langkah-langkah strategis untuk meminimalisir dampak di berbagai sektor. Apalagi masyarakat di sejumlah daerah sudah mengalami krisis air bersih,” kata Puan dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/6/2026).

Sebagai informasi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sedikitnya tiga kabupaten di Pulau Jawa mengalami krisis air bersih, yakni di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, serta Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bogor di Jawa Barat. Akibat kekeringan, total lebih dari 1.600 warga terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.

Terkait hal itu, Puan meminta Pemerintah tak hanya menyalurkan bantuan air bersih tetapi juga menyiapkan infrastruktur jangka panjang. “Untuk daerah-daerah rawan kekeringan, harus ada mitigasi di tingkat hulu dan hilir, seperti memanen air hujan (rainwater harvesting) dan membuat sumur resapan,” tuturnya.

Puan juga mendorong Pemerintah untuk menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat tentang langkah-langkah mengatasi kekeringan. Termasuk kepada petani karena krisis air biasanya berdampak signifikan di sektor pertanian.

“Instansi terkait, termasuk Pemda bersama kelompok tani harus duduk bersama untuk berdiskusi mencari pendekatan yang paling tepat karena setiap daerah belum tentu sama tantangannya,” jelas Puan.

Menurut Puan, langkah antisipasi harus dilakukan sedini mungkin mengingat BMKG telah memprediksi musim kemarau tahun ini akan lebih panjang sehingga berpotensi kekeringan yang terjadi akan semakin meluas. Kemarau lebih panjang tersebut disebabkan oleh fenomena El Nino.

BMKG memprediksi musim kemarau dapat berlangsung hingga 7 bulan di sebagian besar wilayah Indonesia serta berpotensi memicu kekeringan dan krisis air. Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.

Selain kekeringan, kemarau panjang juga menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kian meluas. Untuk itu, Puan meminta Pemerintah menyiapkan berbagai upaya untuk mengatasi dampak kekeringan dan karhutla.

“Data BMKG tidak boleh berhenti sebagai informasi sektoral, tetapi harus menjadi dasar penyusunan langkah antisipatif di bidang pangan, kesehatan masyarakat, pengelolaan sumber daya air, perlindungan sosial dan lingkungam, terutama bagi kelompok rentan,” paparnya.

Puan menilai, informasi mengenai cuaca harus diterjemahkan menjadi langkah mitigasi yang terukur sebelum dampak dirasakan masyarakat. “Karena keberhasilan Negara menghadapi musim kemarau tidak dapat diukur hanya dari kemampuan merespons ketika kebakaran hutan, krisis air, atau gangguan kesehatan sudah terjadi,” jelas Puan.

“Ukuran yang lebih penting adalah seberapa jauh risiko-risiko tersebut dapat ditekan sebelum berkembang menjadi krisis yang membebani masyarakat dan keuangan negara,” imbuh mantan Menko PMK itu.

Dalam konteks ini, Puan menyebut harus ada koordinasi lintas lembaga/kementerian yang berbasis pada skenario risiko yang sama.

“Prediksi iklim yang tersedia berbulan-bulan sebelum puncak kemarau sesungguhnya merupakan kesempatan bagi Negara untuk menunjukkan kapasitas tata kelola yang lebih preventif,” ungkap Puan.

“Masyarakat perlu diyakinkan bahwa setiap keputusan yang diambil Pemerintah didasarkan pada perencanaan risiko yang matang,” sambungnya.

Puan juga meminta agar setiap Pemda siaga bergerak begitu warga terdampak kekeringan dan karhutla membutuhkan bantuan. Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana.

“Langkah antisipasi harus dibarengi dengan pemenuhan bantuan kepada masyarakat yang kesulitan akibat kekeringan maupun yang terkena dampak karhutla,” jelas Puan.

 

Tags: #Ketua DPR#musim kemarau#Puan Maharani#sektor pertanian
Previous Post

Terima Menlu Qatar, Prabowo Bahas Investasi USD4 Miliar

Next Post

Purbaya Dapat Tambahan PNBP Rp1 Triliun dari Hasil Pemulihan Aset Kejagung

Next Post
Purbaya Dapat Tambahan PNBP Rp1 Triliun dari Hasil Pemulihan Aset Kejagung

Purbaya Dapat Tambahan PNBP Rp1 Triliun dari Hasil Pemulihan Aset Kejagung

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .