• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Headline

Menko AHY: Bali Harus Tumbuh jadi Destinasi Pariwisata Dunia tanpa Korbankan Masyarakat, Alam, dan Budayanya

21 Juli 2026
in Headline, Nusantara
0
Menko AHY: Bali Harus Tumbuh jadi Destinasi Pariwisata Dunia tanpa Korbankan Masyarakat, Alam, dan Budayanya

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Denpasar-Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang tetap berpijak pada prinsip pembangunan berkelanjutan.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan, perlindungan budaya, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Bali.

Penegasan tersebut disampaikan Menko AHY usai memimpin Rapat Koordinasi Pengembangan Wilayah Bali di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (20/7). Rakor dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Gubernur Bali Wayan Koster, serta para bupati dan wali kota se-Bali.

“Bali merupakan andalan Indonesia. Kita ingin memastikan Bali sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia terus menjadi tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun tidak adil jika demi mengejar pertumbuhan pariwisata, masyarakat Bali, alam Bali, dan budaya Bali justru terabaikan. Ketiganya harus menjadi fondasi utama pembangunan,” ujar Menko AHY.

Menurut Menko AHY, pemerintah menyepakati sejumlah prioritas strategis dalam pengembangan wilayah Bali. Pertama, penguatan tata ruang yang berkelanjutan sebagai dasar pembangunan. Penataan ruang harus mampu menjaga keseimbangan antara kawasan pariwisata, permukiman masyarakat, lahan pertanian produktif, serta pengembangan sektor ekonomi lainnya sehingga pertumbuhan Bali tetap terkendali dan berkelanjutan.

“Pengembangan wilayah harus diawali dari tata ruang yang baik. Kita ingin memastikan pembangunan berjalan seimbang, tidak hanya mendukung pariwisata, tetapi juga menjaga sawah tetap produktif, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi lainnya,” jelas Menko AHY.

Prioritas kedua adalah percepatan pembangunan infrastruktur dasar dan layanan publik. Selain peningkatan kualitas jalan, pemerintah juga menaruh perhatian pada penyediaan air bersih, pendidikan, dan layanan kesehatan sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur yang menyeluruh.

Salah satu isu utama yang menjadi perhatian dalam Rakor adalah kemacetan lalu lintas yang semakin terasa saat musim liburan dan periode puncak mobilitas masyarakat.

Menko AHY menjelaskan pemerintah tengah menyiapkan langkah jangka pendek maupun jangka panjang untuk mengurai kepadatan lalu lintas, termasuk optimalisasi konektivitas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, pengembangan transportasi multimoda, hingga pemanfaatan transportasi laut seperti water taxi.

“Masalah kemacetan di Bali bukan lagi isu lokal. Ketika Bali macet, dunia ikut melihat. Karena itu kita harus menjawabnya dengan solusi nyata melalui kebijakan yang strategis, terintegrasi, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Selain transportasi, persoalan pengelolaan sampah juga menjadi fokus utama pemerintah. Menko AHY menyampaikan penguatan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle) akan dipercepat, disertai pengembangan teknologi Waste to Energy sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kapasitas pengelolaan sampah yang semakin terbatas.

Pada sektor perumahan, pemerintah juga mendorong penataan kawasan permukiman sekaligus memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian yang layak dan terjangkau melalui berbagai program perumahan rakyat.

Sementara itu, pengembangan sistem transportasi massal dan konektivitas multimoda dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan secara lebih efisien.

Menko AHY menekankan seluruh kebijakan pemerintah pusat akan terus diselaraskan dengan pemerintah daerah serta tetap menghormati karakteristik dan kearifan lokal Bali.

“Kita ingin ekonomi Bali terus tumbuh, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif semakin maju, tetapi budaya, tradisi, dan kearifan lokal tetap menjadi jiwa pembangunan. Bali memiliki kekhasan yang harus terus dijaga keseimbangannya,” tutup Menko AHY.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Rapat Koordinasi Pengembangan Wilayah Bali yang dinilainya menjadi momentum penting dalam mempercepat penyelesaian berbagai persoalan strategis di Pulau Dewata.

“Saya mewakili Pemerintah Provinsi dan masyarakat Bali mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menko. Ini baru pertama kali ada rapat koordinasi khusus mengenai pengembangan wilayah dan infrastruktur Bali. Saya sangat bangga dengan inisiatif ini karena seluruh kebutuhan strategis Bali dibahas secara komprehensif bersama kementerian terkait,” ujar Koster.

Gubernur Koster berharap seluruh hasil pembahasan dalam Rakor dapat segera ditindaklanjuti sehingga berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian publik, mulai dari kemacetan, pengelolaan sampah, hingga penyediaan air bersih, dapat segera diatasi.

“Semoga apa yang dibahas hari ini segera diwujudkan. Harapan kami sederhana, ke depan cerita tentang macet berakhir, cerita tentang sampah berakhir, dan cerita tentang masalah air juga berakhir,” kata Koster.

Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sinergi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan Bali yang berdaya saing global, berkelanjutan, serta tetap menjaga identitas budaya dan keseimbangan ekologis sebagai kekuatan utama Pulau Dewata.

 

Tags: #Agus Harimurti Yudhoyono#Bali#budaya#destinasi pariwisata#kesejahteraan#Masyarakat
Previous Post

Kasus Eks Jampidsus, Guru Besar UGM Soroti Lemahnya Pengawasan Antarlembaga dan Kontrol Publik

Next Post

Pertamina Patra Niaga Gandeng Polda Sumut Percepat Normalisasi Distribusi BBM

Next Post
Pertamina Patra Niaga Gandeng Polda Sumut Percepat Normalisasi Distribusi BBM

Pertamina Patra Niaga Gandeng Polda Sumut Percepat Normalisasi Distribusi BBM

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .