• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Koperasi Desa Merah Putih Jangan Jadi Alat Politik

24 Juli 2026
in Ekonomi, Headline
0
Kopdes Merah Putih Dinilai Bukan Cerminan Pelaksanaan Demokrasi Ekonomi

Koperasi Desa Merah Putih/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Yogyakarta- Digadang-gadang sebagai penggerak ekonomi kerakyatan, proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kini menghadapi gelombang evaluasi.

Langkah pemerintah mengalokasikan banyak Dana Desa untuk membiayai proyek fisik koperasi terpusat ini memicu diskusi tajam dari berbagai kalangan. Terlebih timbul juga pertanyaan terkait ruh koperasi karena kini pendekatan terpusat (top-down) justru menjauhkan masyarakat desa dari perannya sebagai subjek utama ekonomi.

Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., menilai kebijakan KDMP memang top-down sehingga dianggap kurang sesuai dengan prinsip dasar koperasi yang berbasis pada asas sukarela dan gotong royong.

Menurutnya, ketika dikembangkan secara top-down, dikhawatirkan tujuan ideal dari KDMP untuk memberdayakan anggota koperasi tidak akan tercapai.

“Pengembangan secara top-down ini juga akan menyebabkan penyeragaman  kelembagaan ekonomi pada tingkat desa padahal potensi dan permasalahan masing-masing desa sangat bervariasi,” ujarnya, Jumat (24/7).

Ia menilai bahwa pemerintah tampaknya tidak belajar dari pengalaman masa lalu ketika munculnya Koperasi Unit Desa maupun Badan Usaha Milik Desa. Hempri menyampaikan model-model penyeragaman yang menjadi basis pengembangan dari kelembagaan ekonomi tersebut ternyata juga memiliki dampak berbeda pada pengembangan ekonomi lokal desa.

Menurutnya, banyak lembaga-lembaga ekonomi desa yang mati suri karena bentuk lembaga ekonomi tidak sesuai dengan karakteristik masing-masing.

Dosen Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Fisipol UGM ini menyampaikan perlu adanya upaya mendorong para pengurus KDMP dalam memiliki inovasi-inovasi yang berbasis pada potensi dan kebutuhan masyarakat.

Oleh karena itu, sebut Hempri, kreativitas dari pengurus koperasi menjadi penting untuk dapat memetakan peluang pengembangan usaha yang memberikan prospek dan dampak bagi masyarakat. Menurutnya, pemerintah juga perlu intens di dalam melakukan pendampingan usaha.

“Baik dari sisi pendampingan manajemen dan tata kelola koperasi maupun dukungan struktural untuk menciptakan iklim pengembangan usaha yang kondusif bagi KDMP,” jelasnya.

Hempri menaksir berbagai tantangan yang dihadapi KDMP. Menurutnya, koperasi harus berbasis pada potensi dan kebutuhan masyarakat. Ia juga menyoroti bahwa perlunya mendorong branding koperasi sehingga citra KDMP menarik di berbagai kalangan. Hal ini ia misalkan dengan melalui digitalisasi koperasi dan berbagai bentuk inovasi lainya.

Dalam realisasinya, sebut Hempri, ada koperasi yang masih bisa eksis tanpa meninggalkan jati dirinya. Dituturkannya bahwa faktor kuncinya adalah koperasi tersebut mampu mengembangkan modal sosial untuk mendorong kemajuan.

Seperti adanya nilai-nilai kepercayaan, kebersamaan, keterbukaan, atau transparansi dalam pengelolaan, kejujuran pengelola, sinergitas antara pengurus-anggota dan jaringan yang kuat dengan pihak eksternal.

“Hal-hal ini tadi yang harusnya didorong di Koperasi Desa Merah Putih,” sebutnya.

Hempri menyebutkan KDMP perlu dihindarkan dari politisasi koperasi. Menurutnya, selama koperasi hanya dijadikan alat politik, maka koperasi tidak akan pernah menjadi lembaga ekonomi yang mandiri.

Ia menekankan banyaknya kepentingan politis seringkali menyebabkan  seringkali terjadi konflik internal pengurus yang berujung pada terganggunya perkembangan koperasi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan upaya pengembangan koperasi tidak hanya sekedar dimaknai sebagai pemberian fasilitas permodalan.

Terlebih dianggap sebagai kemudahan koperasi dalam mengakses permodalan di lembaga perbankan, maupun pemberian sarana prasarana dan pengembangan kapasitas pengelola koperasi. Kendati demikian, Hempri menyebutkan pengembangan koperasi harus dilakukan dengan menjadikan wadah ini sebagai basis perjuangan.

Hal ini juga ia jelaskan sebagai langkah mewujudkan kesejahteraan anggotanya untuk  mengatasi persoalan yang terjadi di masyarakat. Hempri menyebutkan seperti pengangguran, kemiskinan, dan berbagai ketimpangan sosial.

Pada era kolonial, katanya, spirit lahirnya koperasi adalah melawan ketidakadilan yang diakibatkan oleh penjajahan pemerintah kolonial. Maka saat ini, lanjutnya, spirit pengembangan koperasi adalah melawan ketidakadilan sebagai akibat dampak negatif neoimperialisme.

“Zaman memang telah berubah, akan tetapi spirit melawan ketidakadilan harus tetap menjadi roh perjuangan koperasi,” tekannya.

Tags: #Koperasi Desa Merah Putih#Masyarakat#Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan#UGM
Previous Post

Kemnaker Berhasil Mediasi PHK PT Amos Indah Indonesia, Pekerja Dapat Pesangon Rp12,7 Miliar

Next Post

Dukung Ketahanan Energi, Pertamina Perkuat Pengembangan Hidrogen Nasional

Next Post
Dukung Ketahanan Energi, Pertamina Perkuat Pengembangan Hidrogen Nasional

Dukung Ketahanan Energi, Pertamina Perkuat Pengembangan Hidrogen Nasional

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .