• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Purbaya Ungkap Presiden Segera Umumkan Insentif Motor dan Mobil Listrik

6 Agustus 2026
in Ekonomi, Headline
0
Menkeu: Harga Pertalite Bukan Rp10.000, Aslinya Rp11.700 per Liter

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pertumbuhan industri otomotif Indonesia menuju era kendaraan rendah emisi terus menunjukkan perkembangan yang positif.

Dalam empat tahun terakhir, pangsa pasar kendaraan listrik meningkat hampir 15 kali lipat. Ke depan, pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan adopsi kendaraan listrik, tetapi juga memastikan transisi tersebut mampu mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah domestik, dan memperkuat daya saing industri nasional.

Sejalan dengan upaya tersebut, Menkeu memastikan kebijakan insentif kendaraan listrik akan tetap dilanjutkan.

Menurutnya, dalam waktu dekat Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan meluncurkan paket stimulus baru untuk kendaraan listrik, termasuk dukungan bagi sekitar 500 ribu sepeda motor listrik dan mobil listrik berupa insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak di tengah tingginya ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga minyak dunia.

“Presiden Prabowo ingin mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak secara signifikan. Itulah sebabnya kita terus mendorong pengembangan kendaraan listrik. Kebijakan ini tidak akan dihentikan, justru akan terus dilanjutkan,” jelas Menkeu dalam GAIKINDO International Automotive Conference di ICE BSD, Tangerang, pada Selasa (04/08).

Selain memberikan insentif fiskal, pemerintah juga berkomitmen memperbaiki iklim investasi agar proses investasi industri menjadi lebih cepat dan efisien.

Menkeu menceritakan pengalaman percepatan investasi Hyundai menjadi salah satu contoh keberhasilan penyederhanaan birokrasi, di mana proses mulai dari penyampaian komitmen investasi hingga peletakan batu pertama pabrik dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar empat bulan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Menkeu juga mengundang produsen otomotif global untuk memperbesar investasi di Indonesia, termasuk memindahkan fasilitas produksi regional ke Indonesia dengan dukungan berbagai insentif yang kompetitif. Industri otomotif dinilai memiliki posisi strategis karena menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja dan didukung kapasitas produksi terpasang mencapai sekitar 2,6 juta kendaraan per tahun.

Selain itu, sektor ini memiliki keterkaitan yang kuat dengan berbagai industri lainnya seperti baja, elektronik, bahan kimia, logistik, hingga sektor keuangan.

Peningkatan permintaan kendaraan juga sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, daya beli masyarakat akan meningkat sehingga pasar otomotif domestik turut berkembang.

Oleh sebab itu, Menkeu mengatakan bahwa berbagai kebijakan ekonomi diarahkan untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menciptakan pasar yang semakin kuat bagi industri otomotif.

“Saya akan memperbaiki iklim investasi, sehingga Anda bisa berbisnis dengan baik dan memberi keuntungan yang baik. Jadi itu timbal balik. Saya ingin Indonesia menjadi base production for car manufacturers in the region and exported to regions or to the global countries, to the global economies,” tandas Menkeu.

Menutup paparannya, Menkeu juga menekankan pentingnya peningkatan inovasi untuk daya saing industri masa depan. Dengan dukungan sumber daya, pasar domestik yang besar, serta talenta yang dimiliki, Indonesia diyakini memiliki modal kuat untuk membangun industri otomotif yang lebih bersih, lebih cerdas, lebih efisien, dan berdaya saing global.

“Mari kita jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional, karena jika ini terjaga, maka industri otomotif juga akan maju,” kata Menkeu.

Tags: #industri otomotif#Insentif#kendaraan listrik#Menteri Keuangan#Prabowo Subianto#Presiden#Purbaya Yudhi Sadewa
Previous Post

DPR Tegaskan Pasien BPJS Bukan Warga Kelas Dua

Next Post

Prabowo: Saya Memimpin dengan Fakta, meski Kadang Realita Tidak Enak

Next Post
Tandatangani BoP Charter di Davos, Prabowo: Peluang Nyata Perdamaian Gaza

Prabowo: Saya Memimpin dengan Fakta, meski Kadang Realita Tidak Enak

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .