• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Pelatihan Sawit Bengkalis Tak Sekadar Teori, BPDP, Ditjenbun, PT SIB Perkuat Praktik Budidaya Pekebun

11 Agustus 2026
in Ekonomi
0
Pelatihan Sawit Bengkalis Tak Sekadar Teori, BPDP, Ditjenbun, PT SIB Perkuat Praktik Budidaya Pekebun
Share on FacebookShare on Twitter

PEKANBARU – Pelatihan budidaya kelapa sawit bagi pekebun Kabupaten Bengkalis, Riau, tidak hanya mengandalkan penyampaian materi di dalam kelas. Peserta juga mendapatkan praktik teknis dan pembelajaran lapangan agar pengetahuan yang diperoleh dapat langsung diterapkan untuk memperbaiki pengelolaan kebun.

Direktur Utama PT Sumberdaya Indonesia Berjaya (SIB), Andi Yusuf Akbar, mengatakan pendekatan praktik menjadi bagian penting dalam pelatihan karena peserta perlu memahami secara langsung bagaimana teknik budidaya diterapkan di lapangan.

Persoalan tersebut mengemuka dalam Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Angkatan IX Tahun 2026, bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, dan dilaksanakan PT Sumberdaya Indonesia Berjaya (SIB) yang diikuti 29 peserta, karena 1 peserta meninggal dunia sehingga tidak dapat digantikan.

Andi mengatakan materi pelatihan mencakup seluruh tahapan penting dalam budidaya kelapa sawit, mulai dari pembibitan, pengolahan dan pembukaan lahan, pemeliharaan hingga manajemen panen. Materi disampaikan oleh instruktur dan narasumber yang disusun sesuai kurikulum serta silabus yang ditetapkan Direktorat Jenderal Perkebunan.

Namun, menurut Andi, pemahaman teknis tidak cukup hanya diberikan secara verbal. Karena itu, setiap materi juga diarahkan untuk dilengkapi dengan praktik.

“Kalau kita membahas tentang pupuk, nanti narasumber juga akan menunjukkan pupuknya seperti apa. Kalau kita membahas pemeliharaan dan penyemprotan, narasumber akan menunjukkan bagaimana cara menyemprot yang baik serta melakukan kalibrasi yang tepat dalam manajemen penyemprotan,” kata Andi.

Begitu pula dalam penanaman. Peserta akan mendapatkan pemahaman mengenai penentuan lubang tanam, jarak tanam dan berbagai aspek teknis lainnya yang menentukan keberhasilan tanaman sejak awal.

Menurut Andi, pola pelatihan tersebut diharapkan membuat peserta lebih mudah memahami hubungan antara teori dan praktik. Pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi dapat diterapkan ketika peserta kembali mengelola kebun.

Belajar dari Kebun yang Berhasil

Salah satu bagian penting dalam rangkaian pelatihan adalah kunjungan lapangan ke Gabungan Kelompok Tani Manunggal Bakti. Kelompok tani tersebut telah menerapkan prinsip budidaya kelapa sawit dan memperoleh sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Andi mengatakan sertifikasi tersebut diperoleh setelah kelembagaan pekebun menjalani proses audit oleh lembaga sertifikasi dan dinyatakan memenuhi persyaratan.

Menurut dia, pengalaman kelompok tani tersebut penting dijadikan contoh oleh peserta, terutama dalam membangun kelembagaan pekebun dan menerapkan tata kelola perkebunan yang lebih baik.

“Ini merupakan cita-cita kita bersama bahwa Bapak dan Ibu sekalian nantinya juga dapat memiliki kelembagaan pekebun yang mendapatkan sertifikasi ISPO,” ujarnya.

Pembelajaran lapangan juga diharapkan memberi gambaran konkret mengenai penerapan praktik budidaya yang selama ini dipelajari di kelas. Dengan melihat kebun yang telah menerapkan standar tertentu, peserta dapat membandingkan praktik tersebut dengan kondisi kebun masing-masing.

Produktivitas Masih Menjadi Tantangan

Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian menilai penguatan SDM menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas sawit rakyat.

Ketua Tim Kerja Pemberdayaan dan Peningkatan Kapasitas Ditjenbun, Tulus Tri Margono, mengatakan perkebunan rakyat memiliki kontribusi besar terhadap industri kelapa sawit nasional. Namun, produktivitasnya masih perlu ditingkatkan.

Menurut Tulus, produktivitas sawit rakyat saat ini rata-rata sekitar 3,3 ton per hektare per tahun. Padahal, potensi produktivitas dapat mencapai 5–6 ton per hektare per tahun.

Karena itu, peningkatan SDM menjadi bagian penting dari upaya mengubah pola budidaya yang sebelumnya dilakukan secara biasa atau seadanya menjadi praktik yang lebih baik sesuai metodologi budidaya kelapa sawit.

Tulus menyoroti sejumlah persoalan yang masih ditemukan di lapangan, antara lain penggunaan benih ilegitim atau tidak tersertifikasi, sanitasi kebun yang kurang baik, pemupukan yang tidak seimbang, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) yang terlambat.

Penggunaan benih ilegitim, misalnya, dapat menyebabkan produktivitas rendah dan memperpendek umur produktif tanaman. Sementara sanitasi yang buruk dapat menyebabkan persaingan unsur hara dengan gulma sekaligus meningkatkan kehilangan brondolan saat panen.

Pemupukan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman melalui analisis unsur hara. Demikian pula pengendalian hama dan penyakit harus dilakukan lebih dini agar kerusakan tanaman tidak semakin meluas.

Tulus berharap peserta tidak hanya mengikuti pelatihan sampai selesai, tetapi menerapkan ilmu yang diperoleh setelah kembali ke daerah masing-masing dan membagikannya kepada pekebun lain yang belum mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan.

Dari Pelatihan ke Penerapan

Andi menekankan keberhasilan pelatihan pada akhirnya akan ditentukan oleh penerapan ilmu setelah peserta kembali ke Bengkalis. Karena itu, peserta diharapkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan aktif berdiskusi dengan narasumber.

Bagi PT SIB, pelatihan tidak sekadar menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana membangun kebiasaan budidaya yang lebih baik melalui perpaduan teori, praktik, dan pembelajaran dari kebun yang telah berhasil menerapkan prinsip tata kelola berkelanjutan.

Dengan pendekatan tersebut, peserta diharapkan mampu membawa pulang pengetahuan yang dapat langsung diterapkan untuk memperbaiki pengelolaan kebun, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya memperkuat kesejahteraan pekebun sawit rakyat di Kabupaten Bengkalis.

Previous Post

Produktivitas Sawit Rakyat Rendah, Riau Dorong Pekebun Naikkan Standar Budidaya

Next Post

Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Turun Langsung ke Alor Serahkan Bantuan Pangan Perdana

Next Post
Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Turun Langsung ke Alor Serahkan Bantuan Pangan Perdana

Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Turun Langsung ke Alor Serahkan Bantuan Pangan Perdana

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .