• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Produktivitas Sawit Rakyat Bengkalis Rendah, BPDP Bersama Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan Budidaya

11 Agustus 2026
in Ekonomi
0
Produktivitas Sawit Rakyat Bengkalis Rendah, BPDP Bersama Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan Budidaya
Share on FacebookShare on Twitter

PEKANBARU – Peningkatan produktivitas masih menjadi tantangan utama perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Bengkalis, Riau. Di tengah luasnya areal perkebunan, kemampuan pekebun menerapkan praktik budidaya yang baik masih perlu diperkuat untuk mendorong peningkatan produksi dan kesejahteraan.

Persoalan tersebut mengemuka dalam Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Angkatan VII, VIII, dan IX Tahun 2026, bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, dan dilaksanakan PT Sumberdaya Indonesia Berjaya (SIB).

Pelatihan yang digelar di Pekanbaru itu diikuti pekebun asal Kabupaten Bengkalis. Sebanyak 90 peserta dibagi dalam tiga kelas. Dalam pelaksanaannya, jumlah peserta menjadi 89 orang karena satu peserta meninggal dunia.

Ketua Tim Kerja Pemberdayaan dan Peningkatan Kapasitas Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Tulus Tri Margono, mengatakan peningkatan produktivitas sawit rakyat menjadi pekerjaan penting yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

Ia menyebut produktivitas sawit rakyat masih berada di kisaran 3,3 ton per hektare per tahun. Padahal, potensi produktivitas dapat mencapai 5–6 ton per hektare per tahun. Kondisi ini menunjukkan masih terdapat ruang yang besar untuk meningkatkan hasil kebun rakyat.

“Karena itu, peningkatan kualitas SDM menjadi bagian penting dalam memperbaiki produktivitas. Pelatihan diharapkan mampu mengubah pola budidaya yang sebelumnya dilakukan secara seadanya menjadi praktik yang lebih baik sesuai metodologi budidaya kelapa sawit,” kata Tulus saat pembukaan acara, Senin, 10/8/2026..

Tulus mengatakan persoalan budidaya tidak hanya menyangkut kemampuan teknis, tetapi juga penggunaan sarana produksi dan pengelolaan kebun. Salah satu masalah yang masih ditemukan adalah penggunaan benih tidak tersertifikasi atau benih ilegitim yang dapat menyebabkan produktivitas rendah dan memperpendek umur produktif tanaman.

“Perbaikan juga diperlukan dalam sanitasi kebun, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), pengelolaan serangga penyerbuk, serta penanganan tanaman yang sudah tua,” katanya.

Pemupukan, misalnya, harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Analisis kebutuhan unsur hara diperlukan agar penggunaan pupuk lebih efektif dan efisien. Waktu dan cara aplikasi juga harus diperhatikan untuk menekan biaya produksi.

Pengamatan terhadap hama dan penyakit pun harus dilakukan lebih dini. Keterlambatan penanganan dapat membuat serangan semakin sulit dikendalikan dan berujung pada kehilangan produksi.

Tulus mendorong pekebun yang memiliki tanaman tua atau menggunakan benih tidak bersertifikat untuk mengikuti program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) guna meningkatkan produktivitas kebun.

Direktur Utama PT SIB, Andi Yusuf Akbar, mengatakan pelatihan tidak hanya memberikan materi di dalam kelas, tetapi juga dilengkapi praktik lapangan. Materi mencakup pembibitan, pengolahan dan pembukaan lahan, pemeliharaan hingga manajemen panen.

Menurut Andi, pendekatan praktik diperlukan agar peserta tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi mampu menerapkannya di kebun masing-masing.

“Kalau kita membahas tentang pupuk, nanti narasumber juga akan menunjukkan pupuknya seperti apa. Kalau kita membahas pemeliharaan dan penyemprotan, narasumber akan menunjukkan bagaimana cara menyemprot yang baik serta melakukan kalibrasi yang tepat dalam manajemen penyemprotan,” kata Andi.

Peserta juga dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke Gabungan Kelompok Tani Manunggal Bakti. Kelompok tersebut telah menerapkan prinsip budidaya kelapa sawit dan memperoleh sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) setelah melalui proses audit lembaga sertifikasi.

Andi berharap pengalaman tersebut dapat menjadi contoh bagi peserta dalam membangun kelembagaan pekebun yang mampu menerapkan praktik budidaya berkelanjutan.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis, Khairul Ashri, mengatakan pelatihan peningkatan SDM merupakan investasi untuk meningkatkan produksi perkebunan dalam jangka panjang.

Menurut dia, Kabupaten Bengkalis memiliki sekitar 157 ribu hektare areal perkebunan. Pada 2026, sebanyak 496 SDM dari Bengkalis direkomendasikan mengikuti pelatihan, dengan 274 orang di antaranya mengikuti pelatihan budidaya.

Namun, Bengkalis memiliki tantangan spesifik karena sebagian areal perkebunannya berada di lahan gambut. Kondisi tersebut membuat penerapan teknik budidaya yang tepat menjadi semakin penting.

Khairul meminta peserta memanfaatkan pelatihan untuk berkonsultasi langsung dengan narasumber mengenai berbagai persoalan di kebun masing-masing.

“Mulai dari pemilihan bibit, pemupukan, penanganan hama dan penyakit, sampai panen. Banyak sekali ilmunya,” ujarnya.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi, menilai peningkatan produktivitas harus menjadi target bersama. Menurut dia, pekebun rakyat tidak seharusnya terus berada di bawah produktivitas perkebunan perusahaan.

Ia menekankan pentingnya penerapan standar budidaya mulai dari pengolahan lahan, penggunaan benih, pemeliharaan, pemupukan hingga panen.

“Kalau perusahaan bisa mencapai 26–28 ton, petani juga harus bisa mencapai angka tersebut,” kata Supriadi.

Menurut dia, pelatihan menjadi momentum bagi pekebun untuk mengevaluasi praktik budidaya yang selama ini dilakukan. Peserta yang telah berpengalaman tetap perlu menjadikan materi dari narasumber sebagai pembanding untuk mengetahui bagian yang masih harus diperbaiki.

Supriadi juga mengingatkan agar peserta tidak sekadar mengikuti pelatihan, tetapi menerapkan pengetahuan yang diperoleh di kebun masing-masing.

“Ini merupakan langkah awal kita untuk berbenah dan memastikan agar petani sawit tidak menjadi orang kelas dua lagi di perkebunan,” ujarnya.

Tulus menambahkan, pelatihan harus menghasilkan perubahan nyata, yakni peningkatan pengetahuan dan penerapan ilmu setelah peserta kembali ke daerah masing-masing.

“Untuk Provinsi Riau, pada 2026 ditargetkan sedikitnya 2.430 orang mendapatkan pelatihan, sedangkan Kabupaten Bengkalis ditargetkan minimal 500 peserta,” ucapnya.

Karena itu, pelatihan SDM diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan peningkatan kapasitas, tetapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya, dan kesejahteraan pekebun sawit rakyat di Riau.

Previous Post

KKP Antarkan Lele Marinasi Asal Bandung Tembus Pasar Taiwan

Next Post

Tingkatkan Produktivitas Sawit Rakyat Bengkalis, SDM Pekebun Jadi Investasi Penting

Next Post
Tingkatkan Produktivitas Sawit Rakyat Bengkalis, SDM Pekebun Jadi Investasi Penting

Tingkatkan Produktivitas Sawit Rakyat Bengkalis, SDM Pekebun Jadi Investasi Penting

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .