• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Hingga Juli 2026, Realisasi Penyaluran KUR Capai Rp180,9 Triliun

20 Agustus 2026
in Ekonomi, Headline
0
Sikat! Satgas BLBI Sita Aset Properti Eks BLBI di Depok

Gedung Kementerian Keuangan/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta– Pemerintah terus memberikan dukungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai instrumen fiskal dan program pembiayaan.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung saat menyampaikan keynote speech pada acara Karya Kreatif Indonesia 2026 di Jakarta Internasional Convention Center Jakarta pada Kamis (20/08).

Melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), pemerintah memberikan dukungan berupa subsidi suku bunga agar UMKM dapat memperoleh pembiayaan dengan biaya yang lebih terjangkau. Pada 2026, plafon KUR ditetapkan sebesar Rp290,6 triliun. Hingga akhir Juli 2026, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp180,9 triliun kepada 2,82 juta debitur.

Sementara itu, bagi pelaku usaha di lapisan paling bawah, pemerintah melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menyediakan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) dengan plafon hingga Rp20 juta. Hingga 16 Agustus 2026, pembiayaan UMi telah menjangkau 15,3 juta debitur dengan total penyaluran Rp67,2 triliun di 510 kabupaten/kota.

Di sisi lain pemerintah juga menyadari bahwa akses pembiayaan masih menjadi tantangan bagi sebagian UMKM, khususnya bagi UMKM yang belum memiliki riwayat kredit. Untuk itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendorong Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) sebagai alat bantu risk intelligence.

“Kemenkeu juga mendorong pemeringkat kredit alternatif atau PKA. Ini memanfaatkan data alternatif untuk membantu lembaga keuangan menilai potensi debitur tanpa menggantikan keputusan kredit, tapi sebagai alat bantu risk intelligence yang tetap menjunjung prinsip kehati-hatian dan perlindungan data,” ungkap Wamenkeu Juda.

Dukungan pemerintah juga diberikan melalui kebijakan perpajakan. UMKM dengan omzet tertentu dapat memanfaatkan tarif PPh final sebesar 0,5 persen. Bahkan, UMKM orang pribadi dengan omzet hingga Rp500 juta per tahun tidak dikenai PPh.

Selain itu, pemerintah memberikan kemudahan kepabeanan bagi industri kecil dan menengah yang berorientasi ekspor serta memperluas akses pasar melalui pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Pembiayaan saja dinilai belum cukup untuk mendorong UMKM naik kelas. Kemitraan dengan korporasi besar dan keterhubungan dengan rantai pasok menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Wamenkeu mengatakan, ketika UMKM menjadi bagian dari rantai pasok korporasi, pelaku usaha dapat memperoleh kepastian pasar, meningkatkan standar kualitas, mendapatkan transfer teknologi dan manajemen, serta memiliki arus kas yang lebih terprediksi.

Berbagai manfaat tersebut pada akhirnya dapat membentuk track record usaha yang lebih baik dan meningkatkan bankability UMKM sehingga akses terhadap pembiayaan semakin terbuka.

“Dari semua itu kemudian terbentuk satu hal yang paling berharga yaitu track record dan track record ini memperbaiki Bankability dari UMKM. Dan Bankability akan membuka akses pembiayaan dari UMKM ini,” jelas Wamenkeu.

KKI 2026 menjadi salah satu ruang untuk mendorong terbentuknya pola kemitraan tersebut. Korporasi dapat berperan sebagai off-taker yang memberikan kepastian pasar, sementara UMKM memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kualitas produk, kapasitas produksi, teknologi, dan tata kelola.

Selain pembiayaan dan kemitraan, penguatan UMKM juga membutuhkan ekosistem pembiayaan yang terintegrasi. Wamenkeu menyebut, Kemenkeu akan terus mendorong melalui instrumen fiskal dan kebijakan sektor keuangan, sementara Bank Indonesia memperkuat intermediasi melalui kebijakan makroprudensial, dan Otoritas Jasa Keuangan melalui regulasi serta pengawasan sektor perbankan dan UMKM.

Di sisi lain, perbankan dan lembaga keuangan berperan menyalurkan pembiayaan, korporasi membuka akses rantai pasok dan pasar, sedangkan UMKM perlu terus meningkatkan produktivitas, tata kelola, dan kualitas.

“Koordinasi antar otoritas adalah kunci. Kemenkeu, BI OJK, K/L lainnya, perbankan, korporasi dan pelaku usaha harus bergerak dalam satu irama,” kata Wamenkeu Juda.

Tags: #Juda Agung#kredit usaha rakyat#UMKM#Wakil Menteri Keuangan
Previous Post

Kementerian PU Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Gempa di Ende dan Nagekeo

Next Post

Menkomdigi Ungkap 99,9 Persen BTS Terdampak Gempa NTT Sudah Pulih

Next Post
Kemkomdigi Blokir Sementara Archive.org, Ada Konten Judol dan Pornografi

Menkomdigi Ungkap 99,9 Persen BTS Terdampak Gempa NTT Sudah Pulih

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .