• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Tindak Lanjuti Arahan Mentan, PT. Berdikari Siapkan 30.000 Ton SBM untuk Peternak Rakyat

26 Agustus 2026
in Uncategorized
0
Tindak Lanjuti Arahan Mentan, PT. Berdikari Siapkan 30.000 Ton SBM untuk Peternak Rakyat
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Upaya pemerintah menekan beban biaya produksi peternak rakyat terus bergerak. Menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman, PT Berdikari menyiapkan 30.000 ton Soybean Meal (SBM) atau bungkil kedelai untuk memperkuat akses bahan baku pakan bagi peternak rakyat ayam ras.

Direktur Operasional PT Berdikari Agung Aulia menjelaskan, dari kesiapan tersebut, 5.000 ton SBM saat ini diakses melalui Koperasi Produsen Usaha Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) untuk memenuhi kebutuhan peternak rakyat anggota dan binaannya di berbagai daerah.

Selain LPER, menurut Agung, sejumlah koperasi peternak lainnya juga telah mengajukan kebutuhan SBM kepada Berdikari dan saat ini sedang dalam proses. Hal ini membuka peluang agar akses bahan baku pakan dapat menjangkau lebih banyak peternak rakyat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut Rapat Koordinasi Perunggasan Nasional yang dipimpin Mentan Amran di Pusat Veteriner Farma (Pusvetma), Surabaya, 11 Agustus 2026, yang salah satunya menekankan pentingnya pengendalian biaya pakan untuk menjaga keberlanjutan usaha peternak.

Akses awal 5.000 ton SBM melalui LPER dituangkan dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Berdikari dan Koperasi LPER yang ditandatangani di Jakarta pada 18 Agustus 2026.

MoU ditandatangani Direktur Utama PT Berdikari Maryadi dan Ketua Umum Koperasi LPER H. Mulyadi Atma serta disaksikan Direktur Operasional PT Berdikari Agung Aulia bersama jajaran kedua pihak.

Agung mengatakan kerja sama dengan LPER menjadi bagian awal dari upaya membangun tata kelola peternakan yang lebih terintegrasi sekaligus memperluas akses peternak terhadap bahan baku pakan.

“Kami berkomitmen mengawali dari 5.000 ton ini. Target kami adalah membangun ekosistem peternakan ayam ras yang terintegrasi dan berkeadilan,” ujar Agung.

Ketua Umum Koperasi LPER H. Mulyadi Atma menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kepastian memperoleh bahan baku pakan menjadi salah satu faktor penting bagi peternak dalam menghadapi tekanan biaya produksi.

“Ini bukti nyata negara tidak meninggalkan peternak rakyat. Dengan SBM 5.000 ton di awal ini, kami optimis harga pokok produksi telur dan ayam bisa ditekan dan peternak bisa bangkit kembali,” ujar Mulyadi.

Pengendalian biaya pakan menjadi salah satu fokus pemerintah dalam menjaga daya tahan usaha peternak rakyat. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pola pengadaan yang lebih terencana dan terkonsolidasi agar bahan baku dapat diperoleh secara lebih efisien.

Direktur Pakan Kementan Tri Melasari mengatakan konsolidasi kebutuhan melalui koperasi dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat posisi peternak dalam memperoleh bahan baku pakan.

“Kami mendorong agar akses peternak terhadap bahan baku pakan semakin mudah dan efisien. Konsolidasi melalui koperasi menjadi salah satu cara untuk memperkuat posisi peternak, sehingga kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi secara lebih terencana dan rantai pasoknya semakin efisien,” ujar Tri Melasari ditemui terpisah.

Menurut Tri Melasari, kolaborasi antara BUMN, koperasi, dan peternak tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dalam jangka pendek, tetapi juga membangun tata kelola pakan yang memberikan kepastian bagi peternak.

“Yang kita bangun bukan hanya soal penyaluran bahan baku, tetapi ekosistem pakan yang memberikan kepastian bagi peternak. Ketika biaya pakan dapat dikendalikan, peternak memiliki ruang yang lebih kuat untuk mempertahankan produktivitas dan keberlanjutan usahanya,” katanya.

Dalam skema tersebut, pemerintah berperan melalui kebijakan dan fasilitasi, Berdikari memperkuat kesiapan pasokan, sementara koperasi mengonsolidasikan kebutuhan anggotanya agar akses bahan baku dapat dilakukan lebih terencana dan menjangkau lebih banyak peternak.

Kesiapan 30.000 ton SBM, dengan 5.000 ton yang saat ini diakses melalui LPER dan pengajuan dari sejumlah koperasi lain yang sedang diproses, menunjukkan perluasan tindak lanjut untuk menjawab kebutuhan bahan baku pakan di tingkat peternak.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan Mentan Amran agar persoalan biaya produksi tidak terus membebani peternak rakyat. Akses bahan baku yang lebih efisien diharapkan memberi ruang bagi peternak untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan usahanya.

Pada akhirnya, penguatan akses pakan ini diharapkan mampu menekan beban produksi, memperkuat usaha peternak rakyat, serta menjaga keberlanjutan produksi telur dan ayam sebagai sumber protein hewani masyarakat.

Previous Post

Menta Beri Arahan Gerak Cepat Agar SBM Lebih Terjangkau bagi Koperasi Peternak

Next Post

KKP Resmi Miliki Klinik Halal dan Bridge & Engine Simulator

Next Post
KKP Resmi Miliki Klinik Halal dan Bridge & Engine Simulator

KKP Resmi Miliki Klinik Halal dan Bridge & Engine Simulator

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .