• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Ekonom UGM: Kopdes Merah Putih Butuh Integritas, Bukan Sekadar Kuantitas

31 Agustus 2026
in Ekonomi, Headline
0
Ekonom UGM: Kopdes Merah Putih Butuh Integritas, Bukan Sekadar Kuantitas

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Yogyakarta-Pemerintah berencana ingin membentuk 80.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai alat untuk mewujudkan amanat Pasal 33 ayat (1) UUD 1945 sekaligus mendorong perekonomian nasional yang lebih inklusif.

Namun begitu, pertumbuhan jumlah koperasi perlu diikuti penguatan kapasitas, tata kelola, serta kemampuan koperasi dalam memenuhi kebutuhan anggotanya.

Dosen Departemen Ilmu Ekonomi FEB UGM, Amirullah Setya Hardi, Ph.D., menilai tujuan pendirian KDMP untuk mendorong peningkatan kesejahteraan desa, penciptaan lapangan kerja, hingga penekanan inflasi bagi Amirullah sangat cukup membebani pengelola Koperasi. Padahal, koperasi semestinya hanya memiliki satu tujuan utama.

“Tujuan Koperasi Desa Merah Putih itu terlalu banyak. Padahal seharusnya tidak begitu, karena tujuan koperasi itu tunggal, yaitu mencukupi kebutuhan anggota. Itu saja. Kalau kebutuhan anggota terpenuhi, maka dengan sendirinya mereka akan sejahtera,” ujarnya, Sabtu (29/8).

Amirullah menyebutkan bahwa data kinerja koperasi nasional menunjukkan anomali antara kuantitas dan kualitas.

Data Kementerian Koperasi mencatat modal sendiri koperasi nasional naik dari Rp105 triliun pada 2024 menjadi Rp113,46 triliun pada 2025 dan total aset naik dari Rp293,14 triliun menjadi Rp325,87 triliun. Namun, peningkatan tersebut belum diikuti pertumbuhan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang sebanding. SHU hanya meningkat dari Rp8,1 triliun menjadi Rp8,8 triliun pada periode yang sama.

“SHU kita hanya naik dari Rp8,1 triliun menjadi Rp8,8 triliun. Coba bandingkan dengan dana yang sudah digelontorkan, kenaikannya sangat kecil. Yang justru berubah secara signifikan itu jumlah tenaga kerja dan jumlah Nomor Induk Berusahanya,” paparnya.

Kesenjangan juga terlihat dari pertumbuhan jumlah koperasi dan anggotanya. Jumlah koperasi meningkat dari 131.617 unit pada 2024 menjadi 222.462 unit pada 2025. Namun, jumlah anggota hanya bertambah dari 29.819.216 menjadi 31.850.469 orang.

Sementara itu, jumlah tenaga kerja melonjak dari 669.164 menjadi 1.189.176 orang, sedangkan jumlah manajer dan karyawan relatif tidak mengalami perubahan signifikan.

Target Besar, Proses Sangat Cepat

Amirullah turut menyoroti proses pembentukan KDMP yang berlangsung dalam waktu relatif singkat. Inisiasi program dimulai pada retreat kepala daerah di Akademi Militer Magelang tanggal 21-28 Februari 2025, lalu dilanjutkan pengumuman peluncuran 80.000 koperasi desa pada Rapat Terbatas di Istana Negara tanggal 3 Maret 2025.

Tahapan legal formal pembentukan KDMP berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, dimulai dari terbitnya Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) pada 27 Maret 2025, disusul Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Satuan Tugas Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada 2 Mei 2025, hingga peresmian yang bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli 2025.

Dalam kurun waktu tersebut, tercatat 20.000 koperasi baru terbentuk. Jika dirata-ratakan, sekitar 666 koperasi baru terbentuk setiap hari. ‎

Menurut Amirullah, kecepatan proses tersebut nampaknya tidak diimbangi dengan kajian akademik yang memadai. Ia mengaitkan dengan  kebutuhan pembangunan infrastruktur dalam skala besar. Dari 38.064 pengajuan lahan gerai koperasi desa, biaya pembangunan rata-rata mencapai Rp3,8 miliar per unit.

“Sejauh yang saya tahu dari pernyataan pejabat terkait dari berbagai media, tentang minimnya kajian yang mendasari pembentukan 80.000 koperasi desa itu. Pertanyaannya, atas dasar apa penetapan target sebesar itu, sementara di lapangan setiap unit membutuhkan biaya pembangunan gerai fisik hingga Rp3,8 miliar,” terangnya.

Aktivitas Kelembagaan Perlu Diperkuat

Data dashboard simkopdes.go.id per Juli 2026 menunjukkan dari 83.382 total koperasi yang terdaftar sebanyak 79.707 telah memiliki akun, 80.978 memiliki NPWP, dan 60.792 telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Dari 38.064 pengajuan lahan untuk gerai fisik, sebanyak 35.861 telah terverifikasi dengan rincian 17.462 unit sudah rampung dibangun 100 persen dan 17.933 unit lainnya masih dalam proses pembangunan.

Kendati begitu, Amirullah menyampaikan bahwa capaian administratif tersebut belum sepenuhnya diikuti aktivitas kelembagaan di lapangan.

Dari 83.382 koperasi yang terdaftar, baru 50.255 unit yang tercatat telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan, sementara 18.750 unit lainnya belum melaksanakannya..

Amirullah juga menyoroti penentuan lokasi koperasi desa yang menurutnya perlu lebih didasarkan pada kajian kebutuhan masyarakat.

Ia melihat terdapat kecenderungan lokasi koperasi ditentukan dengan logika persaingan usaha, menyerupai pola penempatan gerai ritel modern. Ia mencontohkan ada desa yang sempat menolak pembentukan koperasi karena dinilai tidak efisien secara ekonomi bagi warganya.

“Kalau kita lihat pola lokasinya, ini logikanya sama seperti minimarket yang bersaing berdekatan, bukan hasil kajian kebutuhan masyarakat. Ada desa yang menolak karena mereka sadar itu tidak efisien secara ekonomi buat mereka,” katanya.

Dorong Tata Kelola Berbasis Penta Helix

Meski terdapat sejumlah catatan, Amirullah tidak menampik bahwa program KDMP tetap memiliki potensi memberikan pada perekonomian secara agregat. Merujuk teori Keynes, pendapatan nasional terbentuk dari konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, dan ekspor neto.

Ia menjelaskan kenaikan pengeluaran pemerintah untuk program koperasi desa berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi meski komponen konsumsi dan investasi belum tentu ikut naik akibat kondisi ekonomi domestik yang belum stabil.

Untuk memperkuat tata kelola, ia menawarkan konsep penta helix yang melibatkan lima pemangku kepentingan yaitu pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media. Kelima unsur ini menurutnya idealnya berperan setara, meski dalam praktiknya interaksi tersebut dapat pula berjenjang tergantung konteks penerapannya.

Amirullah menegaskan bahwa integritas dan profesionalisme dalam menjalankan peran masing-masing pihak menjadi kunci utama keberlanjutan koperasi, jauh lebih penting daripada sekadar mengejar target jumlah.

“Tercapainya kesejahteraan anggota koperasi menjadi cara untuk mencapai kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

 

Tags: #integritas#Koperasi Desa Merah Putih#perekonomian#UGM
Previous Post

Menaker Tekankan Pentingnya Sertifikasi Kompetensi Diakui Industri hingga Level Internasional

Next Post

Operator Dilarang Hilangkan Sisa Kuota Internet dan Tarik Biaya Tambahan

Next Post
Meutya Hafid: Radikalisasi Digital Menyamar sebagai Kepedulian

Operator Dilarang Hilangkan Sisa Kuota Internet dan Tarik Biaya Tambahan

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .