• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Tingkatkan Produktivitas, BPDP, Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan Budidaya Sawit Pekebun Rokan Hilir

1 September 2026
in Ekonomi
0
Tingkatkan Produktivitas, BPDP, Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan Budidaya Sawit Pekebun Rokan Hilir
Share on FacebookShare on Twitter

PEKANBARU — Peningkatan produktivitas menjadi kunci bagi pekebun kelapa sawit di Riau untuk menjaga keberlanjutan usaha di tengah keterbatasan lahan. Perbaikan teknis budidaya dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dinilai menjadi jalan penting untuk meningkatkan hasil kebun tanpa harus membuka areal baru.

Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Budi Daya Kelapa Sawit Angkatan X, XI, XII dan XIII bagi pekebun Kabupaten Rokan Hilir yang berlangsung di Pekanbaru pada 31 Agustus–5 September 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Ditjenbun), serta dilaksanakan PT Sumberdaya Indonesia Berjaya (SIB).

Pelatihan diikuti 124 peserta yang terbagi dalam empat kelas, masing-masing 31 peserta. Selain pembelajaran di kelas, peserta dijadwalkan mengikuti kunjungan lapangan pada 4 September 2026 ke Gapoktan Manunggal Sakti, Kampung Sialang Sakti, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Supriadi mengatakan peningkatan produktivitas semakin penting karena kebutuhan terhadap produk kelapa sawit terus meningkat, sementara perluasan areal perkebunan bukan lagi pilihan yang mudah.

“Di sini Bapak Ibu hadir semua dalam rangka memastikan bahwa kebutuhan bisa kita penuhi melalui peningkatan produktivitas,” kata Supriadi dalam pembukaan pelatihan, Senin (31/8/2026).

Menurut Supriadi, lahan yang tersedia harus mampu menghasilkan produksi lebih tinggi. Karena itu, pekebun perlu mengubah pola pengelolaan kebun yang selama ini cenderung mengandalkan kondisi alam menjadi budidaya yang lebih terukur dan konsisten.

Dia menilai produktivitas kebun rakyat masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan. Dengan luasan kebun yang relatif terbatas, pendapatan pekebun dapat meningkat apabila tanaman dikelola menggunakan teknik budidaya yang tepat.

Supriadi mencontohkan potensi ekonomi kebun dengan luasan dua hingga lima hektare apabila dikelola secara optimal.

“Kalau lima hektare Bapak Ibu punya dan dikelola baik, yakinlah gaji dan tunjangan kadis itu tidak ada apa-apanya,” ujarnya.

Menurut dia, sebagian pekebun masih terlalu menyerahkan proses budidaya kepada alam. Padahal, peningkatan produksi membutuhkan ikhtiar melalui perbaikan pemupukan, pemeliharaan tanaman, pengelolaan kebun serta pemanfaatan sumber daya yang tersedia.

“Yang diwajibkan kepada kita itu adalah ikhtiar bagaimana insyaallah produksi meningkat melalui peningkatan dan perbaikan budidaya,” katanya.

Supriadi meminta pelatihan tidak berhenti pada penambahan pengetahuan di ruang kelas. Ilmu yang diperoleh harus diterapkan di kebun masing-masing dan disebarluaskan kepada masyarakat.

Dia berharap 124 peserta menjadi pionir peningkatan produktivitas di wilayah masing-masing. Peserta yang belum memiliki kebun juga diminta menyampaikan pengetahuan yang diperoleh kepada pekebun di lingkungan sekitarnya.

“Yang tak punya kebun silakan karena ini menjadi amanah bagi yang hadir hari ini untuk menyampaikan ilmunya yang didapat hari ini,” ujarnya.

Menurut Supriadi, kesempatan memperoleh pelatihan seperti ini harus dimanfaatkan secara maksimal karena jumlah peserta yang dapat mengikuti program terbatas. Karena itu, peserta diminta serius menyerap ilmu dari para narasumber dan menerapkannya di lapangan.

Sawit Penopang Ekonomi Riau

Supriadi menegaskan kelapa sawit akan tetap menjadi salah satu penopang ekonomi Riau sekaligus ekonomi keluarga masyarakat. Karena itu, pekebun diminta mempertahankan lahan yang dimiliki dan meningkatkan hasilnya.

“Jangan jual lagi lahan yang Bapak Ibu miliki sekarang,” katanya.

Menurut dia, peningkatan pendapatan tidak harus ditempuh melalui penambahan luas lahan. Pekebun dapat mengoptimalkan kebun melalui perbaikan pemupukan, pemeliharaan, pola tumpang sari hingga pemanfaatan limbah dari pabrik kelapa sawit.

Dia juga meminta masyarakat memanfaatkan program pemerintah, termasuk Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), bantuan sarana dan prasarana, beasiswa, serta pelatihan.

Para penyuluh pertanian yang mengikuti pelatihan diminta menjadi penghubung agar program pemerintah dapat lebih efektif sampai kepada masyarakat.

“Kita bekerja di tempat dan lokasi yang sama, orang yang sama. Tolong masukkan juga seluruh program perkebunan yang selama ini belum sampai ke masyarakat,” ujar Supriadi.

Rokan Hilir Hadapi Tantangan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Rokan Hilir Cicik Mawardi Athar mengatakan sawit memiliki peran besar terhadap perekonomian masyarakat Riau. Karena itu, pengelolaan perkebunan harus mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Cicik juga menyoroti persoalan kebun sawit masyarakat yang berada di kawasan hutan. Menurut dia, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian agar pengelolaan perkebunan memberikan kepastian dan manfaat bagi masyarakat.

“Kalau kita lihat data statistik yang ada, hampir lebih daripada 50 persen daerah sawit, terutama sawit-sawit masyarakat ini di dalam kawasan hutan,” ujarnya.

Selain persoalan kawasan, Cicik mendorong pengelolaan sawit yang tidak semata-mata mengandalkan pola monokultur. Dia menilai diperlukan penelitian dan perencanaan agar sawit dapat mendukung ekonomi masyarakat tanpa mengabaikan lingkungan.

“Ini perlu ada suatu perencanaan ataupun yang khusus, penelitian khusus itu bagaimana sawit ini dapat dikelola untuk menunjang ekonomi masyarakat dan tidak merusak lingkungan,” katanya.

Dia juga mendorong sinergi penyuluh pertanian dan perkebunan. Menurut Cicik, penyuluh yang selama ini banyak berkonsentrasi pada tanaman pangan dapat ikut membantu meningkatkan kapasitas pekebun sawit.

Pemanfaatan teknologi bantuan pemerintah, seperti drone, juga dapat diperluas untuk kegiatan perkebunan.

“Kalau bersinergi antara PPL, antara petugas perkebunan dan pertanian, insyaallah bantuan-bantuan yang dari pusat itu dapat berhasil guna dan berdaya guna,” ujarnya.

Cicik juga mendorong integrasi sawit dan peternakan melalui pemanfaatan limbah ternak sebagai bahan pupuk organik. Pendekatan tersebut dinilai dapat mengoptimalkan sumber daya lokal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk yang dibeli.

“Bagaimana kita bisa membuat menjadi ternak sapi dan menghasilkan pupuk untuk petani kita,” katanya.

Dengan demikian, kebun sawit tidak hanya menjadi sumber produksi tandan buah segar, tetapi dapat dikembangkan sebagai bagian dari sistem usaha tani terpadu.

Pelatihan selama tujuh hari tersebut diharapkan melahirkan pekebun yang semakin mandiri, mampu memanfaatkan potensi sumber daya lokal, serta menerapkan praktik budidaya yang lebih baik.

Pada akhirnya, keberhasilan program pengembangan SDM tersebut akan ditentukan oleh sejauh mana ilmu yang diperoleh 124 peserta diterapkan di lapangan dan mampu mendorong peningkatan produktivitas serta kesejahteraan pekebun Rokan Hilir.

Tags: #ekonomi
Previous Post

KKP Amankan Tiga Anakan Buaya Langka “Sinyulong” dari Permukiman Nelayan di Mempawah

Next Post

Atasi Lahan Terbatas, BPDP, Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan Sawit Pekebun Rokan Hilir

Next Post
Atasi Lahan Terbatas, BPDP, Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan Sawit Pekebun Rokan Hilir

Atasi Lahan Terbatas, BPDP, Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan Sawit Pekebun Rokan Hilir

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .