• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Wamen ESDM Resmikan Proyek Gasifikasi Batubara di Kutai Timur

1 September 2026
in Ekonomi, Headline
0
Wamen ESDM Resmikan Proyek Gasifikasi Batubara di Kutai Timur

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot resmikan Proyek Strategis Nasional (PSN) Gasifikasi Batubara menjadi Metanol di kawasan Batuta Chemical Industrial Park (BCIP), Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Kutai Timur – Batubara berkalori rendah yang selama ini bernilai ekonomi relatif rendah mulai diarahkan menjadi produk yang lebih strategis bagi industri dalam negeri.

Melalui teknologi gasifikasi, batubara diolah menjadi metanol yang dibutuhkan berbagai industri dan berpeluang mengurangi ketergantungan pada impor.

Upaya ini diwujudkan melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) Gasifikasi Batubara menjadi Metanol di kawasan Batuta Chemical Industrial Park (BCIP), Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Proyek ini ditargetkan menghasilkan sekitar 2 juta ton metanol per tahun dan berpotensi menghemat devisa hingga Rp7,1 triliun per tahun.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menegaskan proyek ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hilirisasi, ketahanan energi, dan industri dalam negeri.

“Groundbreaking ini menandai dimulainya langkah nyata pembangunan industri methanol berbasis hilirisasi batubara. Proyek ini merupakan bagian dari upaya kita untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat industri dalam negeri, mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional,” kata Yuliot saat meresmikan peletakan batu pertama atau groundbreaking PSN Gasifikasi Batubara di Belangon, Kutai Timur, Kalimantan Timur pada Senin (31/8).

Proyek ini dikembangkan oleh PT Bumi Etam Chemical (BEC), perusahaan patungan PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Pembangunannya akan memanfaatkan lahan sekitar 93 hektare di kawasan BCIP.

Mengolah Kalori Rendah

Yuliot berharap hilirisasi BEC dapat menjadi model bagi perusahaan batubara lainnya, mengingat besarnya potensi batubara berkalori rendah di Kalimantan dan Sumatera.

“Kita akan terus mendorong hilirisasi ini yang telah ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai prioritas pembangunan semasa kepemimpinan Beliau dalam (program) Asta Cita,” tegas Yuliot.

Proyek ini akan mengolah sekitar 7,70-7,78 juta ton batubara berkalori 3.400 kcal/kg per tahun menjadi metanol berstandar internasional, yaitu International Methanol Producers and Consumers Association (IMPCA) Grade. Produksi ditargetkan sekitar 2 juta ton metanol per tahun untuk memenuhi kebutuhan domestik, dan mengurangi ketergantungan terhadap impor, mengingat pada tahun 2025, Indonesia masih mengimpor sebesar 1,3 juta ton metanol atau senilai Rp7,1 triliun

“Kami berharap dengan proyek yang memberikan multiplayer effect yang nyata bagi seluruh stakeholder baik penciptaan lapangan kerja tumbuhnya industri pendukung serta peningkatan aktivitas ekonomi,” jelas Yuliot.

Guna menunjang kegiatan operasional, proyek ini dilengkapi fasilitas gasifikasi, reaktor sintesis, pembangkit listrik, pengolahan air, dan terminal pelabuhan. Teknologinya juga disiapkan untuk mengendalikan emisi dan terintegrasi dengan Carbon Capture and Storage (CCS).

Metanol yang dihasilkan akan memasok kebutuhan industri, terutama petrokimia dan formaldehida, serta mendukung pengembangan FAME dan program B50.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur BEC Rio Supin mengatakan perusahaan telah memasuki tahap engineering melalui penyusunanFront-End Engineering Design (FEED) dan Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) Framework Agreement bersama PT Istana Karang Laut (IKL) dan China National Chemical Engineering Co., Ltd. (CNCEC) sejak 29 Juli 2026.

“Proyek Gasifikasi Batubara Pertama di Indonesia siap memasuki implementasi target comimsioning tahun 2029 seusai arahan Pak Menteri. BEC siap mendukung kemandirian dan ketahanan energi nasional,” jelas Rio.

Gasifikasi batubara menjadi metanol menjadi langkah hilirisasi untuk mengolah batubara berkalori rendah menjadi produk yang dibutuhkan industri sekaligus mengurangi impor dan memperkuat industri nasional.

 

Tags: #batubara#Batuta Chemical Industrial Park#gasifikasi#Hilirisasi#Kutai Timur#metanol#Wamen ESDM#Yuliot
Previous Post

Data Desil Tidak Sesuai, Mensos: Pemerintah Buka Saluran Pemutakhiran

Next Post

Dasco Ungkap Modus 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia

Next Post
Dasco: Pemerintah dan DPR Rutin Koordinasi untuk Mitigasi PHK

Dasco Ungkap Modus 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026
Uji Coba Penyaluran Bansos di Kopdes Merah Putih, Mensos Pastikan Tanpa Potongan

Uji Coba Penyaluran Bansos di Kopdes Merah Putih, Mensos Pastikan Tanpa Potongan

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .