• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Headline

Gus Ipul Ungkap 1.900 ASN Kemensos Terindikasi Main Judol

8 September 2026
in Headline, Nusantara
0
Kemensos Salurkan Bansos Pascabencana dan Bansos Reguler untuk Aceh, Sumut dan Sumbar

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta- Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan akan menindak tegas pegawai Kementerian Sosial (Kemensos) yang terbukti terlibat judi online (judol).

Meraka akan mendapat sanksi berjenjang sesuai ketentuan mulai dari hukuman disiplin ringan, sedang, hingga berat.

“Saya ingin memberikan perhatian serius terhadap munculnya indikasi keterlibatan pegawai dalam judi online, saya minta seluruh jajaran menjauhi praktek ini, jangan sekali-kali mencoba apalagi sampai terjerat, judi online bukan hanya persoalan pribadi, ia bisa menghancurkan keluarga, mengganggu kinerja, menimbulkan utang,” kata Mensos saat memberikan arahan dalam apel pembinaan pegawai di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Sebelumnya, Kemensos tengah mendalami dan melakukan penelusuran kepada 1.900 pegawai yang diduga terindikasi melakukan aktivitas judol. Data tersebut diterima dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Itjen sedang bekerja dan untuk itu dalam keadaan seperti sekarang ini sulit kita menyembunyikan jejak kaitannya dengan judi online ini, bahkan kita tahu angka-angka rupiahnya yang digunakan untuk judi online oleh pegawai Kementerian Sosial,” ujarnya.

Ditemui usai apel, Mensos menjelaskan dari total pegawai yang terindikasi terlibat judol tersebut, sebagian diantaranya telah dilakukan klarifikasi dan sekitar 70 persen lebih mengakui bahwa mereka memang terilibat atau ikut judol dengan kategori yang berbeda-beda.

“Ada yang memang sudah kecanduan, sudah menjadi kebiasaan. Ada yang mungkin sekedar iseng. Ada juga yang HP-nya digunakan oleh keluarganya, dimanfaatkan atau digunakan oleh keluarganya. Jadi ini semuanya benar-benar sedang ditelusuri, dipastikan,” kata Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

Mensos menambahkan proses klarifikasi ditargetkan akan selesai pada bulan ini, dan pegawai yang terbukti melanggar akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan, mulai dari kategori hukuman disiplin ringan seperti teguran lisan, teguran tertulis, atau pernyataan tidak puas secara tertulis.

Kemudian, hukuman disiplin sedang jika berdampak pada instansi, seperti penurunan Kenaikan Gaji Berkala (KGB) selama satu tahun, penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun, dan penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama satu tahun.

Dan jika ditemukan pelanggaran dan masuk dalam kategori pelanggaran disiplin berat, maka akan diberikan sanksi berupa penurunan jabatan setingkat lebih rendah, pembebasan dari jabatan, dan pemberhentian dengan hormat tidak atau atas permintaan sendiri sebagai PNS.

“Bapak, Ibu sekalian, ini betul-betul memprihatinkan, sudah diberi kesempatan oleh negara, diberikan kesempatan menjadi ASN, tapi terlibat satu kegiatan yang tidak semestinya. ASN Kementerian Sosial seharusnya menjadi contoh bersih pikirannya, bersih tindakannya, dan bertanggung jawab dalam menjalankan amanah,” tegasnya.

Lebih jauh, Gus Ipul menjelaskan dari total 1.900 pegawai yang terindikasi judol berdasarkan laporan PPATK, 124 orang berada di Sekretariat Jenderal, 191 berada di Dirjen Pemberdayaan Sosial, 179 berada di Dirjen Rehabilitasi Sosial, 3 berada di Inspektorat Jenderal, dan sisanya berada di Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial.

“Dirjen Linjamsos ini masih dalam proses klarifikasi, karena keberadaannya tidak di Jakarta, di daerah, umumnya adalah P3K, pendamping sosial,” katanya.

Untuk itu, Gus Ipul dan Wamensos Agus Jabo sekali lagi mengajak para pegawai untuk bekerja dengan integritas dan kepada jajaran pimpinan unit kerja untuk terus melakukan pengawasan dan pembinaan.

“Menyangkut integritas ASN, kita bekerja di Kementerian Sosial, kita mengelola amanah negara untuk masyarakat yang membutuhkan, karena itu integritas tidak boleh hanya menjadi slogan, integritas harus terlihat dalam cara kita bekerja, menggunakan kewenangan, mengelola anggaran maupun dalam kehidupan sehari-hari kita,” kata dia.

Tags: #judi online#Kementerian Sosial#Menteri Sosial#pegawai#Saifullah Yusuf#sanksi
Previous Post

Prabowo Ingin Semua Warga RI Punya Rekening Bank

Next Post

Cadangan Devisa RI Tembus USD 146,5 Miliar pada Agustus 2026

Next Post
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Cadangan Devisa RI Tembus USD 146,5 Miliar pada Agustus 2026

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .