• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Headline

Erupsi Anak Krakatau Menurun, Badan Geologi Minta Masyarakat Tetap Waspada

11 September 2026
in Headline, Nusantara
0
Erupsi Anak Krakatau Menurun, Badan Geologi Minta Masyarakat Tetap Waspada

Erupsi Gunung Anak Krakatau/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Lampung — Aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai menunjukkan perubahan setelah mengalami satu episode erupsi menerus selama sekitar 25 jam pada 4-6 September 2026.

Setelah periode tersebut berakhir, aktivitas permukaan gunung api berangsur melandai dan beralih menjadi erupsi Strombolian.

Berdasarkan hasil evaluasi hingga Jumat, 11 September 2026 pukul 06.00 WIB, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tetap mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga).

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria menjelaskan, setelah episode erupsi menerus berakhir, tercatat sebanyak 14 kali erupsi Strombolian.

“Erupsi Strombolian merupakan salah satu karakteristik aktivitas Gunung Anak Krakatau. Munculnya kembali erupsi Strombolian menunjukkan bahwa episode erupsi menerus telah berakhir. Namun, aktivitas vulkanik masih berlangsung sehingga masyarakat tetap perlu waspada dan mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan,” ujar Lana.

Erupsi Strombolian merupakan erupsi berupa letupan-letupan yang terjadi secara berkala akibat pelepasan gas dari magma. Aktivitas tersebut dapat menghasilkan lontaran material pijar dan abu vulkanik di sekitar kawah.

Hasil pemantauan Badan Geologi menunjukan aktivitas gempa permukaan yang terekam melalui gempa frekuensi rendah dan gempa hybrid / fase banyak masih mengalami fluktuasi dengan kecenderungan menurun. Namun, gempa vulkanik mengalami peningkatan dibanding kondisi rata-rata rekaman Gempa Vulkanik Gunungapi Anak Krakatau.

Peningkatan gempa vulkanik dalam menunjukkan masih berlangsungnya pergerakan atau suplai magma dari bagian yang lebih dalam. Kondisi tersebut membuat potensi terjadinya erupsi kembali masih tinggi meskipun intensitas erupsi di permukaan saat ini telah menurun.

Pemantauan Tetap Berjalan

Di tengah perubahan aktivitas tersebut, Badan Geologi memastikan pemantauan Gunung Anak Krakatau tetap berjalan. Sejumlah peralatan pemantauan memang terdampak akibat aktivitas erupsi, tetapi pengamatan tetap dilakukan melalui stasiun yang masih berfungsi, pengamatan visual, serta parameter pemantauan lainnya.

“Pemantauan Gunung Anak Krakatau tetap dapat dilakukan secara berkelanjutan. Data dari peralatan yang masih berfungsi terus diterima dan dianalisis sebagai dasar evaluasi tingkat aktivitas serta rekomendasi,” jelas Lana.

Badan Geologi juga menyiapkan pemeriksaan, perbaikan, dan penggantian peralatan yang terdampak. Proses tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi aktivitas gunung api, cuaca, dan keselamatan petugas.

“Keselamatan personel menjadi prioritas. Petugas baru akan diterjunkan setelah kondisi memungkinkan dan seluruh prosedur keselamatan terpenuhi,” tegasnya.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Dengan status Level III (Siaga), masyarakat, wisatawan, nelayan, dan pelaku aktivitas pelayaran diminta tidak mendekati atau melakukan kegiatan dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Potensi bahaya yang perlu diwaspadai meliputi lontaran material pijar, abu vulkanik, serta kemungkinan awan panas di sekitar tubuh gunung.

Masyarakat yang terdampak hujan abu juga dianjurkan menggunakan masker, melindungi mata, menutup sumber air bersih, dan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat paparan abu meningkat.

“Karena Krakatau gunung api aktif, menurunnya intensitas erupsi di permukaan bukan berarti aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau akan berhenti. Tetap waspada, patuhi radius rekomendasi, dan ikuti informasi resmi pemerintah,” terang Lana.

Badan Geologi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat diperoleh melalui kanal resmi Badan Geologi dan MAGMA Indonesia.

Tags: #Badan Geologi#erupsi#Gunung Anak Krakatau#Kementerian ESDM#Masyarakat#waspada
Previous Post

MagangHub Batch 2 Masuki Tahap Seleksi Peserta, Hasil Diumumkan 18 September

Next Post

Angka Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Beda Jauh, Ini Penjelasan Ekonom UGM

Next Post
Indonesia Termiskin Kedua di Dunia? Cek Fakta Sebenarnya

Angka Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Beda Jauh, Ini Penjelasan Ekonom UGM

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .