• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kementan-Komisi IV DPR RI Perkuat Kesehatan Hewan, Lindungi Peternak dan Jaga Produksi Pangan

20 September 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
Kementan-Komisi IV DPR RI Perkuat Kesehatan Hewan, Lindungi Peternak dan Jaga Produksi Pangan
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Komisi IV DPR RI memperkuat sistem kesehatan hewan untuk menjaga peternak tetap produktif sekaligus memastikan pasokan pangan asal ternak tetap terjaga.

Penguatan dilakukan melalui biosekuriti, surveilans, vaksinasi, deteksi dini, koordinasi pengawasan lalu lintas ternak, hingga peningkatan kapasitas laboratorium veteriner.

Hal itu menjadi fokus Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Balai Besar Veteriner (BBV) Denpasar, Bali, Sabtu (19/9/2026).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda mengatakan perlindungan terhadap ternak harus dilakukan sebelum penyakit berkembang luas.

“Menjaga kesehatan hewan berarti menjaga produksi pangan. Sistem kita harus mampu bekerja lebih awal, mulai dari pencegahan, deteksi dini sampai respons cepat, sehingga peternak tetap bisa berproduksi dan pasokan pangan tetap terjaga,” kata Agung.

Kementan mencatat pengendalian melalui surveilans, biosekuriti, vaksinasi, dan pengaturan lalu lintas ternak telah berkontribusi terhadap penurunan kejadian sejumlah penyakit strategis, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI).

Menurut Agung, biosekuriti menjadi benteng pertama untuk mencegah masuk dan menyebarnya penyakit, sedangkan surveilans diperlukan untuk membaca perubahan situasi kesehatan hewan secara terus-menerus.

Penguatan sistem tersebut turut mendapat perhatian Komisi IV DPR RI. Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI Hanan A. Rozak mengatakan kunjungan ke BBV Denpasar memberikan gambaran langsung mengenai kapasitas yang telah tersedia sekaligus ruang penguatan ke depan.

“Banyak informasi yang kami peroleh, terutama setelah melihat langsung fasilitas yang tersedia dan apa saja yang masih dibutuhkan ke depan,” ujar Hanan.

BBV Denpasar memiliki wilayah kerja yang mencakup Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Komisi IV meninjau kemampuan surveilans dan diagnostik, integrasi data, kecepatan pengendalian, serta kebutuhan penguatan sarana dan sumber daya manusia.

Hanan secara khusus menyoroti pentingnya kesiapan vaksin serta dukungan operasional untuk pengujian dan penyidikan penyakit hewan.

“Vaksin itu bukan untuk mengobati, tetapi untuk bagaimana ternak atau hewan bisa bertahan terhadap paparan penyakit. Jadi yang divaksin itu yang sehat,” ujar Hanan.

Menurut dia, pengalaman penanganan PMK menegaskan pentingnya menjaga kesiapan vaksin sebelum terjadi peningkatan kasus. Perencanaan juga perlu didukung pemetaan risiko dan data yang akurat.

“Vaksinnya harus selalu ada. Tentunya kita perlu pemetaan dan data yang akurat setiap tahunnya,” katanya.

Hanan menegaskan Komisi IV pada prinsipnya siap mendukung penguatan kesehatan hewan sepanjang kebutuhan tersebut terukur dan memiliki kepentingan nasional.

“Komisi IV akan memberikan dukungan sejauh itu dibutuhkan dan memang penting, bukan hanya untuk Provinsi Bali, tetapi untuk Indonesia,” ujar Hanan.

Di Bali, penguatan sistem kesehatan hewan juga dilakukan melalui vaksinasi, surveilans aktif, biosekuriti di tingkat peternakan, serta pengawasan lalu lintas ternak di Pelabuhan Gilimanuk dan Padangbai.

Pemerintah Provinsi Bali terus menjaga kondisi zero reported case PMK melalui vaksinasi dan surveilans aktif. Pemantauan terhadap penyakit lain tetap dilakukan agar setiap perubahan situasi dapat diketahui lebih awal.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada mengatakan peternakan memiliki arti penting bagi masyarakat Bali.

“Bagi Bali, peternakan bukan sekadar sektor ekonomi,” kata Sunada.

Kementan menegaskan kondisi penyakit yang terkendali bukan alasan untuk lengah. Surveilans, kesiapan vaksin, biosekuriti, laboratorium, serta koordinasi Kementan, pemerintah daerah, dan Badan Karantina Indonesia harus terus dijaga.

Bagi Kementan, arah penguatan tersebut jelas: risiko penyakit diketahui lebih dini, vaksin tersedia sesuai kebutuhan, respons lebih cepat, peternak terlindungi, dan produksi pangan tetap berjalan.

Previous Post

Presiden Prabowo-Wakil PM Malaysia Perkuat Kerja Sama Penanganan Karhutla

Next Post

Kementan Dorong Seleksi Genomik, Percepat Peningkatan Mutu Ternak Indonesia

Next Post
Kementan Dorong Seleksi Genomik, Percepat Peningkatan Mutu Ternak Indonesia

Kementan Dorong Seleksi Genomik, Percepat Peningkatan Mutu Ternak Indonesia

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .