• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Cegah TPPO, Menko Polkam Pastikan Tenaga Kerja Indonesia Kompeten dan Terlindungi

21 September 2026
in Ekonomi, Headline
0
Menko Polkam Tegaskan Jaga Perdamaian Aceh dan Kondusivitas Papua

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menegaskan bahwa Pekerja Migran Indonesia (PMI) merupakan bagian penting dari pembangunan nasional.

Karena itu, pendidikan vokasi, pemagangan, pelindungan pekerja, serta pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) harus menjadi satu kesatuan kebijakan yang saling terhubung.

“Bekerja di luar negeri bukan semata-mata pilihan individual, tetapi juga merupakan bagian dari strategi peningkatan kesempatan kerja, peningkatan keterampilan, mobilitas ekonomi, dan kesejahteraan keluarga,” ungkap Menko Polkam Djamari dalam Workshop BPK RI bertema Memperkuat Pencegahan dan Penanganan TPPO melalui Deteksi Dini dan Mewujudkan Interoperabilitas Data Lintas Instansi di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Menko Polkam menekankan bahwa pelindungan PMI harus dipandang sebagai sebuah rantai kebijakan yang utuh, mulai dari pendidikan dan pelatihan, pemagangan, peningkatan kompetensi dan kemampuan bahasa, proses perekrutan dan penempatan, pelindungan selama bekerja, hingga kepulangan dan reintegrasi.

Menko Polkam juga mengungkapkan bahwa Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap pelindungan pekerja dan warga negara Indonesia di luar negeri.

Dalam konteks pekerja migran, Presiden antara lain menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kemampuan PMI serta penyesuaian pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja, termasuk kebutuhan tenaga kerja di luar negeri.

“Kita tidak cukup hanya mengirim tenaga kerja ke luar negeri, kita harus mengirim tenaga kerja Indonesia yang kompeten, siap, dan terlindungi. Kemenko Polkam, dalam kapasitasnya sebagai Ketua I Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO, memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa agenda pencegahan dan penanganan TPPO berjalan secara terpadu, khususnya pada aspek penegakan hukum dan penguatan norma hukum,” jelasnya.

Dalam konteks tersebut, Menko Polkam memandang peran BPK sangat strategis. Pemeriksaan yang dilakukan BPK dapat memberikan perspektif objektif untuk menilai efektivitas kebijakan pemerintah, dampak koordinasi antarlembaga, ketepatan penggunaan sumber daya, serta mengidentifikasi berbagai risiko yang perlu segera diperbaiki.

“Kegiatan ini juga menegaskan bahwa pendekatan audit BPK diarahkan untuk bersifat strategis, antisipatif, dan responsif, serta menghasilkan rekomendasi yang berguna bagi perbaikan kinerja pemerintah. Karena itu, kami memandang audit ini bukan sebagai sesuatu yang harus dipersepsikan secara defensif. Sebaliknya, hasil audit harus kita gunakan sebagai bahan untuk memperbaiki kebijakan. Kami membuka ruang kolaborasi yang seluas-luasnya dengan BPK dalam penanganan TPPO serta pelindungan PMI,” terangnya.

Menurut Menko Polkam, keberhasilan kebijakan pelindungan PMI dan pencegahan TPPO tidak cukup diukur dari banyaknya regulasi yang diterbitkan maupun rapat yang dilaksanakan. Keberhasilan harus tercermin dari semakin sedikitnya masyarakat yang menjadi korban, semakin cepatnya korban memperoleh pelindungan, semakin efektifnya penindakan terhadap pelaku dan jaringan kejahatan, serta semakin baiknya kesiapan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan yang aman dan bermartabat.

“Karena itu, saya berharap workshop yang dilaksanakan oleh BPK ini tidak hanya menghasilkan dokumen audit, tetapi juga menghasilkan desain kebijakan, strategi, dan pemahaman yang semakin tajam mengenai persoalan di lapangan serta rekomendasi yang dapat digunakan untuk memperbaiki kebijakan pemerintah. Mari kita bangun sebuah ekosistem di mana pendidikan menghasilkan kompetensi, pelatihan menghasilkan kesiapan, pemagangan menghasilkan pengalaman, penempatan menghasilkan kesejahteraan, dan sistem pelindungan memastikan tidak ada warga negara kita yang menjadi korban eksploitasi dan perdagangan orang,” tegasnya.

Tags: #Djamari Chaniago#kompeten#Menko Polkam#Pekerja Migran Indonesia#tenaga kerja#Tindak Pidana Perdagangan Orang
Previous Post

Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Sekretariat KSSK , Ini Pesan Menkeu Suahasil

Next Post

KKP Dorong Perlindungan Awak Kapal Perikanan untuk Cegah IUU Fishing

Next Post
KKP Dorong Perlindungan Awak Kapal Perikanan untuk Cegah IUU Fishing

KKP Dorong Perlindungan Awak Kapal Perikanan untuk Cegah IUU Fishing

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .