• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Ada Empat Pilar Kunci Ketahanan Pangan Jadi Pondasi Yang Kuat Dalam Jangka Panjang

25 September 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
Ada Empat Pilar Kunci Ketahanan Pangan Jadi Pondasi Yang Kuat Dalam Jangka Panjang
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Kerawang — Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementrian Koordinator Bidang Pangan, Widiastuti, mengatakan, ada empat pilar menjadi fondasi yang harus terus diperkuat untuk memastikan ketahanan pangan Indonesia dalam jangka panjang.

“Empat pilar dari ketahanan pangan yang perlu kita tahu yaitu ketersediaan itu harus ada. Kita sudah memenuhi. Lalu yang kedua yaitu keterjangkauan. Namanya keterjangkauan berarti dari masyarakat bisa untuk menjangkaunya. Kita juga ada di posisi sudah ada keterjangkauan walaupun mungkin ada yang belum merata,” ujar Widiastuti dalam rangkaian Hari Tani 2026 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (24/9/2026).

Menurutnya, pilar ketiga adalah keamanan pangan yang saat ini juga terus diperkuat melalui berbagai proses. Sementara pilar terakhir yang keempat adalah keberlanjutan yang harus menjadi bagian dari keseluruhan upaya pembangunan sektor pangan.

“Yang ketiga dari sisi keamanan. Ya, proses dari keamanan juga sudah berproses dan yang terakhir adalah yang keempat yaitu berkelanjutan. Semua tidak hanya di pertama dua dan tiga tetapi semua berproses berkelanjutan untuk ke depan menjadi Indonesia yang jaya, Indonesia yang menang, Indonesia yang maju melalui petani yang maju yaitu Bapak Ibu semua,” katanya.

Widiastuti menuturkan Kemenko Pangan melalui Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian memiliki peran dalam mengawal, mengoordinasikan, menyinergikan, serta mengendalikan berbagai program peningkatan daya saing sektor pertanian.

Ruang lingkup tersebut mencakup tanaman pangan, produk pertanian, sarana dan prasarana, perkebunan, hingga peternakan.

Dalam pengembangan tanaman pangan dan produk pertanian, pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga ketahanan pangan.

Widiastuti menyebut salah satu perkembangan teknologi yang telah diterapkan adalah penggunaan drone untuk mendukung kegiatan pertanian. Teknologi tersebut sebelumnya telah diperkenalkan oleh Syngenta.

Selain teknologi penyemprotan, ia juga menyoroti pengembangan produk perlindungan tanaman serta riset benih unggul yang dinilai penting untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.

“Saat ini kita menangani untuk di sisi produk pertanian dan tanaman pangan, di mana perkembangan teknologinya kita udah lakukan, kemudian tahun lalu di-launching pemakaian drone-nya oleh Syngenta,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi pengembangan benih unggul yang memiliki karakteristik sesuai dengan tantangan di lapangan. Salah satunya benih padi Ningrat yang menurutnya memiliki ketahanan terhadap kondisi air.

“Di mana di Ningrat ini ternyata mempunyai kespesifikan yaitu tahan air. Maksudnya tahan air itu berarti saya langsung bilang wah ini bisa jadi salah satu solusi di mana kondisi saat ini iklim yang cukup ekstrim el Nino, gozila ini di beberapa tempat sudah mengalami kekeringan,” tuturnya.

Menurut Widiastuti, pengembangan benih dengan karakteristik tertentu menjadi semakin penting di tengah kondisi iklim yang ekstrem. Kekeringan akibat El Nino di sejumlah wilayah dapat memberikan tekanan terhadap produktivitas pertanian.

Di sisi lain, pemerintah tetap mendorong peningkatan produksi pertanian sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan dan mencapai target swasembada pangan secara berkelanjutan.

“Sedangkan kita sesuai dengan arahan bapak presiden tetap gencarkan untuk sisi pertanian, peningkatan produktivitas, menjaga kestabilan pangan, dan tercapainya target terus berkelanjutan swasembada pangan,” pungkasnya.

Widiastuti menambahkan, IP petani sudah meningkat dari tahun lalu. sampai kemarin awal tahun sampai di bulan ini sudah 129. Cukup tinggi. bahkan lebih tinggi jauh tinggi dari pada IP untuk nelayan.

Jadi ini yang tetep kita lakukan beberapa program dari Kemenko Pangan bagaimana untuk apa harga gabah ketika panen tetep dijaga dengan batas minimal tersebut. Dan di sini peningkatan petani merasa untuk kesejahteraannya.

Jadi penghormatan sekali lagi dan ucapan terima kasih kami dari kemenko pangan dan untuk tetep Bapak Ibu petani selalu bersemangat untuk melakukan produktivitas di Indonesia, di lokasi Bapak Ibu. Dan kepada PT Syngenta tetep bersemangat juga untuk melakukan inovasi dan kerjasamanya, risetnya, kolaborasinya untuk Indonesia.

Kita untuk Indonesia yang maju. karena kita lihat dari data statistiknya, cukup meningkat ya. Dari luas panennya dari 11,32 juta hektar menjadi 12,69 persen naiknya jadi hampir 13 persen di 2024. dan produksi padinya mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling untuk penduduk 34,69 juta ton.

“Nah, di sinilah tadi sudah kita lihat dengan kondisi ini muncul inovasi yang cukup dan cukup dikondisikan,” tuturnya..

Presiden Direktur PT Syngenta Indonesia, Eryanto mengatakan, Konsepnya ini kita acaranya 3 hari ya kan. Kemarin hari pertama di mana kita selenggarakan Indonesia Petani Maju Summit, di mana kita membawa pemerintah, pemangku kepentingan, dan juga ada researcher, akademisi untuk kita diskusi secara garis besarnya.

Tumus besarnya di mana kita bisa ada satu agenda yang bisa membantu meningkatkan produktivitas dan membantu mempertahankan, memperkuat swasembada pangan Indonesia.

Hari kedua kita jalankan di CPD. CPD adalah tempat R&D tempat penelitian dan pengembangan di Cikampek dengan tujuannya dari pembahasan di tempat conference room kita bawa sampai ke lapangan. Kita lihat langsung performanya, demonstrasi produknya. Jadi kita lihat dari performa benihnya dan juga komplit solusinya benih dengan perlindungan tanamannya. J

Jadi biasanya kan harus diuji dan dibuktikan di lapangan. Nah, hari ini hari ketiga, lebih ke perayaannya ya, puncak perayaannya. Dan ini bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional.

Eryanto menambahkan, tujuan besarnya ada dua ya. Satu untuk festival ini satu, untuk apresiasi kepada petani. Makanya kita selenggarakannya dengan momentumnya Hari Tani Nasional. Karena awal tahun kita tahu Bapak Presiden sudah mengumumkan swasembada beras.
Nah ini pasti besar kontribusi dari petani-petani Indonesia yang kita istilahnya pahlawan pangan ya. Jadi kita berikan panggung nasional kepada petani-petani. Kita berikan satu kehormatan yang paling besar untuk berterima kasih kepada dedikasi mereka dalam pencapaian swasembada beras.

Tujuan kedua adalah membuka satu forum di mana kita mengajak semuanya bersama dari pemerintah, petani, dunia usaha, akademisi untuk istilahnya terinspirasi.
Terinspirasi, karena kita harus mempercepat langkah dalam pengembangan swasembada. Nah, jadi maunya semua pihak itu terinspirasi dengan satu tujuan yang sama dengan forum begitu kita pengin semua bisa lebih terbuka, berpikir inovasi, tapi lebih pentingnya berkolaborasi dari Syngenta.

kita selalu DNA,adalah collaboration. Jadi kita mau mengajak teman-teman industri untuk lebih terbuka dalam mindset kita, lebih berbagi.contohnya IRRI tadi, Institute Rice Research International ya. Mereka berbagi germplasm untuk padinya untuk kita uji coba supaya kita bisa temukan apa yang cocok untuk Indonesia. I

Ini perlu kolaborasi karena untuk mencari germplasm itu kan lama ya, jadi kalau udah ada gimana kita sharing. Dan kita juga kemarin ada MoU, nota kesepahaman dengan research, dengan universitas. Tujuannya yang saya bilang berkolaborasi untuk mempercepat langkah-langkah kita. Dan semua ini kembali ke visi kita, Visi Petani Maju.

Karena ada visi tersebut yang memberikan arahan kepada kita, makanya kita bisa berpikir bagaimana semua ini bisa terwujudkan baru kita ada konsep festival padi ini. Jadi meningkatkan produktivitas,

Kita mengakselerasi inovasi, berpikir bergabung untuk pertanian yang berkelanjutan dan united. United ini di mana kita kerja sama.

Sementara Presiden Direktur PT Syngenta Indonesia, Eryanto mengatakan, sepertinya dengan konsep acara begini di Syngenta belakangan ini baru pertama kali ya. Dan skalanya tidak hanya mungkin dulunya panen raya, festival padi kita selenggarakan langsung di lokasi masing-masing dan mungkin langsung dari Syngenta, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan petaninya.

Tapi skala kali ini kan kita lihat ada profesor dari IRRI, profesor dari Vietnam. Jadi skalanya udah lebih dari nasional. Benar-benar ini adalah internasional.

Eryanto menambahkan, Goals-nya yang tadi saya bilang, ini adalah memberikan apresiasi, satu kehormatan kepada petani. Petani setiap hari di sawah kan, jadi tidak ada kesempatan untuk tampil di panggung nasional.

Jadi hari ini ya kita di Karawang, kita kumpulkan, ini bukan hanya acara di Jawa Barat. Untuk Syngenta adalah acara nasional. Jadi kita hari ini nanti akan berhubung dengan 12 titik lagi secara online ya di mana mereka juga ada acara festivalnya.

“Dan ini di-live streaming. Jadi kehormatan ini ketika kita semua mengucapkan terima kasih kepada petani, ini bisa dilihat oleh seluruh Indonesia. Jadi kita berikan panggung yang layak untuk petani,” tuturnya.

Eryanto mengatakan, untuk tahun ini kemarin kita sempat demonstrasi juga di Penas ya untuk padi. Mulai dari benih padi hibrida namanya NK Ningrat ya. Eh jadi komplit solusi, mulai dari benihnya, untuk obat perlindungan tanamannya ada tiga. Mulai dari biostimulan Cuprinomac yang kemarin juga kita mendapat Rekor MURI.

“Yang untuk fungisida itu namanya Miravis, itu baru kami luncurkan di bulan Juni.Ini adalah peluncuran pertama untuk Syngenta ya”, katanya.

Jadi Indonesia dipilih sebagai tempat yang pertama meluncurkan produk tersebut untuk padi. Dan yang ketiga adalah insektisida Incipio, untuk penggerek batang. Yang kita tunjukin ini daunnya ada patah karena penggerek batang.

Jadi langsung saya tanya, Bapak kenal dengan Incipio? Ya saya udah pakai makanya di tempat saya aman ya, udah aman ya. Jadi yang saya bilang dari benih, dari biostimulan, dari fungisida, dari insektisida. Jadi komplit. Komplit solusi untuk petani,” ujarnya.

Previous Post

Kerja Sama dengan Tiongkok, KKP Dorong Produksi Perikanan Tangkap Dalam Negeri

Next Post

EIGER Nature Kenalkan Model Restorasi dan Konservasi kepada Jejaring WWF Global

Next Post
EIGER Nature Kenalkan Model Restorasi dan Konservasi kepada Jejaring WWF Global

EIGER Nature Kenalkan Model Restorasi dan Konservasi kepada Jejaring WWF Global

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .