• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Hadapi Tuntutan Pasar, BPDP, Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan ISPO Pekebun Tanjung Jabung Barat Jambi

29 September 2026
in Uncategorized
0
Hadapi Tuntutan Pasar, BPDP, Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan ISPO Pekebun Tanjung Jabung Barat Jambi
Share on FacebookShare on Twitter

JAMBI — Perkebunan kelapa sawit rakyat semakin berhadapan dengan tuntutan pasar yang tidak hanya melihat produksi, tetapi juga bagaimana komoditas dihasilkan. Legalitas lahan, tata kelola kelembagaan, praktik budidaya dan keberlanjutan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari akses pasar.

Sebanyak 28 pekebun Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengikuti Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) Angkatan 3 untuk memperkuat pemahaman menghadapi tuntutan tersebut. Pelatihan berlangsung di Swiss-Belhotel Jambi, 28 September–3 Oktober 2026.

Kegiatan ini didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, serta dilaksanakan PT Sumber Daya Indonesia Berjaya (SIB), lembaga pelatihan dan konsultasi sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan.

Direktur Utama PT SIB Andi Yusuf Akbar mengatakan, penerapan ISPO semakin penting karena pekebun tidak bisa lagi hanya berorientasi pada produksi. Ada tuntutan untuk memastikan seluruh proses pengelolaan perkebunan berjalan sesuai standar.

“Peserta harus memahami implementasinya, titik kritisnya, peluangnya dan juga tantangannya di tingkat pekebun,” kata Andi.

Menurut dia, pelatihan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 33 Tahun 2025 tentang Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia. Regulasi tersebut menjadi salah satu dasar bagi pekebun dalam memahami mekanisme dan persyaratan sertifikasi.

Andi menekankan, pelatihan tidak dimaksudkan sekadar membuat peserta hafal regulasi. Pemahaman harus diterjemahkan menjadi kemampuan mengelola kebun dan kelembagaan secara lebih tertib.

Karena itu, peserta tidak hanya memperoleh materi dari narasumber, tetapi juga diberikan ruang untuk berdiskusi. Narasumber yang hadir merupakan tenaga yang memiliki kompetensi serta sertifikasi auditor dan trainer ISPO.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah hubungan antara kelembagaan pekebun dengan pabrik kelapa sawit. Menurut Andi, implementasi ISPO dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kepercayaan dalam hubungan usaha tersebut.

Pekebun yang memiliki tata kelola lebih baik akan lebih mudah menunjukkan asal-usul produksi, administrasi dan praktik pengelolaan kebunnya. Di sisi lain, pabrik memperoleh kepastian mengenai pemasok yang memenuhi ketentuan.

“Kalau tata kelolanya baik, kemitraan bisa lebih konsisten. Hubungan pembelian TBS juga bisa lebih teratur,” ujarnya.

Bagi pekebun Tanjung Jabung Barat, pemahaman tersebut menjadi penting karena perubahan pasar global membuat standar keberlanjutan semakin menjadi bagian dari perdagangan komoditas.

Namun, Andi mengingatkan bahwa ISPO tidak hanya berbicara mengenai pasar ekspor. Perbaikan tata kelola juga diperlukan untuk memperkuat posisi pekebun di tingkat lokal.

Kegiatan pelatihan juga akan dilengkapi dengan kunjungan lapangan ke Koperasi Mutiara Bumi di Desa Pompa Air, Kabupaten Batanghari. Koperasi tersebut merupakan kelembagaan pekebun yang telah mendapatkan sertifikasi ISPO.

Dalam kunjungan tersebut, peserta akan melihat bagaimana penerapan standar dilakukan dalam praktik. Mulai dari administrasi, kegiatan budidaya, pelaporan hingga pengelolaan organisasi petani.

Peserta juga akan melihat hubungan kelembagaan pekebun dengan pabrik kelapa sawit yang membeli produksi mereka. Bagi Andi, pengalaman lapangan semacam ini penting agar peserta memperoleh gambaran konkret bahwa sertifikasi bukan sekadar proses administratif.

ISPO justru dapat digunakan untuk memperbaiki cara pekebun mengelola usaha perkebunan.

Selain itu, pelatihan juga menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman antarpekebun dari berbagai daerah. Persoalan yang dihadapi satu wilayah dapat menjadi pembelajaran bagi wilayah lain.

Andi mengatakan Jambi menjadi provinsi terakhir yang dipercayakan BPDP kepada SIB untuk pelaksanaan pelatihan implementasi ISPO dalam rangkaian kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten terhadap pelaksanaan program.

Sementara itu, pemerintah daerah menilai peningkatan kapasitas pekebun harus dilakukan secara berkelanjutan. Regulasi dapat berubah, tuntutan pasar berkembang, sementara persoalan di lapangan juga terus muncul.

Karena itu, pengetahuan mengenai ISPO perlu terus diperbarui dan tidak berhenti setelah pelatihan selesai.

Sebanyak 28 peserta Angkatan 3 Tanjung Jabung Barat diharapkan dapat membawa pengetahuan tersebut kembali ke daerah dan membagikannya kepada kelompok pekebun lainnya.

Pada akhirnya, implementasi ISPO bukan hanya persoalan mendapatkan sertifikat. Yang lebih penting adalah membangun sistem perkebunan yang memiliki legalitas, administrasi, kelembagaan dan praktik budidaya yang semakin baik.

Dengan fondasi tersebut, pekebun memiliki bekal lebih kuat untuk membangun kemitraan, mempertahankan akses pasar dan meningkatkan posisi tawar dalam rantai pasok kelapa sawit.

Tags: #ekonomi
Previous Post

Membangun Tata Kelola Sawit Berkelanjutan, BPDP, Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan ISPO Pekebun Sarolangun Jambi

Next Post

Hadapi Tuntutan Pasar, BPDP, Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan ISPO Pekebun Tebo Jambi

Next Post
Hadapi Tuntutan Pasar, BPDP, Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan ISPO Pekebun Tebo Jambi

Hadapi Tuntutan Pasar, BPDP, Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan ISPO Pekebun Tebo Jambi

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .