• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Riset UGM: Potongan Komisi Ojol 8 Persen Belum Efektif Tingkatkan Kesejahteraan Driver

14 Oktober 2026
in Ekonomi, Headline
0
Riset UGM: Potongan Komisi Ojol 8 Persen Belum Efektif Tingkatkan Kesejahteraan Driver

Ojek online/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Yogyakarta-Kebijakan penurunan platform fee atau biaya sewa penggunaan aplikasi ojek online dari 20 persen menjadi paling tinggi 8 persen mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026, sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online yang diumumkan Presiden pada peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026.

Untuk mengetahui sejauh penerapan kebijakan tersebut di lapangan, dua peneliti Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL), Fakultas Teknik UGM, Prof. Danang Parikesit dan Dr. M. Rizka Fahmi Amrozi melakukan riset terkait dampak kesejahteraan yang dirasakan mitra pengemudi ojek online di lima kota besar atas kebijakan tersebut.

Survei yang dilakukan pada 8 September – 2 Oktober 2026 melibatkan 2.120 responden terdiri dari 1.040 mitra pengemudi dan 1.080 pelanggan di lima kota yaitu Jakarta (33,3 persen), Yogyakarta (18,8 persen), Makassar (14,8 persen), Bandung (15,7 persen), dan Surabaya (14,7 persen).

Pengambilan sampel menggunakan metode Cochran dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan standar error 5 persen untuk responden driver dan responden pelanggan yang tersebar pada lima segmen layanan yaitu ojek online, taksi online, pengiriman makanan, serta kurir barang roda dua dan roda empat.

Responden khusus untuk pengemudi ojol sebagian besar menggunakan platform GoRide (44 persen) dan GrabBike (38 persen).

Dr. Rizka Fahmi Amrozi menjelaskan berdasarkan temuan yang berfokus pada segmen ojek online (249 driver), ditemukan bahwa mayoritas pengemudi full-time (75 persen) menjadikan platform transportasi online sebagai sumber penghidupan utama, bukan pekerjaan sampingan.

Dengan intensitas kerja tinggi yaitu 8–10 Jam per hari (52 persen), dengan 11–15 order (55 persen), dan menempuh jarak 31–90 Km.

“Melalui riset ini juga menunjukkan bahwa Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi beban terbesar harian disusul dengan biaya perawatan kendaraan yang tidak terprediksi namun tidak dapat dihindari,” kata Rizka dalam keterangan resminya, Rabu (14/10).

Ia menunjukkan temuan kritis dari riset tersebut adalah proyeksi neraca keuangan bulanan. Kategori pendapatan kotor pada skenario 8-10 jam kerja Rp150,000-Rp250,000, sehingga estimasi pendapatan kotor bulanan (24 hari kerja) berkisar Rp 3,6 – Rp 6,0 juta.

Setelah dikurangi seluruh komponen biaya operasional harian dan cadangan perawatan kendaraan, penghasilan bersih mitra ojol diperkirakan sekitar Rp 2,4 – Rp 4,8 Juta per bulan, dengan kisaran pengeluaran perbulan juta Rp 1,2 – Rp 3,2 Juta tergantung frekuensi hari kerja dan biaya tak terduga.

Dengan demikian, Rizka mengungkapkan bagi driver ojek online yang menggunakan skema sewa atau kredit kendaraan (1,2jt per bulan), estimasi penghasilan bersih yang diperoleh berkisar Rp1,35 juta – Rp3,75 juta per bulan. Besaran ini hanya setara dengan 24–65 persen Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta sebesar Rp5.729.876 per bulan.

“Temuan ini menunjukkan bahwa biaya kepemilikan atau penggunaan kendaraan menjadi salah satu komponen yang perlu diperhitungkan dalam melihat pendapatan bersih driver ojol, yang dalam skema ini masih berada di bawah standar upah minimum DKI Jakarta,” ungkapnya.

Menurutnya, temuan ini menunjukkan bahwa biaya operasional harian dan berkala, mulai dari bahan bakar, makan, servis, suku cadang, hingga sewa kendaraan, terus menggerus pendapatan mitra ojol dan menyisakan sedikit ruang untuk menabung maupun membangun perlindungan sosial mandiri.

“Pada akhirnya, kesejahteraan bukan soal seberapa besar uang yang diperoleh, melainkan seberapa banyak yang tersisa untuk menghidupi keluarga dan menjamin hari esok yang layak,” jelasnya.

Sementara Danang Parikesit menyampaikan bahwa evaluasi awal kebijakan 8% direpresentasikan positif oleh mitra pengemudi tetapi dampaknya belum dirasakan oleh para pengemudi ojek daring.

Survey menunjukkan 62% driver menyatakan setuju atau sangat setuju dengan perubahan biaya aplikasi menjadi 8 persen.

“Hasil temuan survei, dari sisi pendapatan kotor, 52 persen driver menyatakan tidak mengalami perubahan signifikan, 27 persen merasakan sedikit peningkatan, dan 18 persen mengalami penurunan,” jelasnya.

Ia menyimpulkan bahwa dari lima kota yang disurvei, kebijakan 8 persen disambut positif oleh mayoritas pengemudi, tetapi dampaknya sebagian besar terserap oleh biaya operasional yang tidak ikut diregulasi.

Pendapatan kotor yang meningkat tidak otomatis menyebabkan kesejahteraan mitra yang meningkat, ketika BBM, servis, dan suku cadang terus menggerus penghasilan.

“Riset ini bukan untuk melemahkan kebijakan yang sudah berjalan, melainkan untuk memastikan pemerintah terus memantau dan memperbaiki regulasi yang berada di tengah kesejahteraan mitra pengemudi, manfaat masyarakat pengguna layanan serta keberlanjutan investasi dan inovasi layanan digital transportasi,” ujar Danang.

Tags: #kesejahteraan#ojek online#pengemudi#Riset#UGM
Previous Post

Kemensos Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Kota Padang

Next Post

Pertamina Gandeng Transjakarta Jajaki Pengembangan Bus Hidrogen pada 2028

Next Post
Pertamina Gandeng Transjakarta Jajaki Pengembangan Bus Hidrogen pada 2028

Pertamina Gandeng Transjakarta Jajaki Pengembangan Bus Hidrogen pada 2028

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Mentan Amran Perkuat Pengawasan Tata Niaga Ayam dan Telur dari Hulu ke Hilir

Mentan Amran Perkuat Pengawasan Tata Niaga Ayam dan Telur dari Hulu ke Hilir

16 Oktober 2026
Prabowo: Polri Harus Makin Profesional dan Berbakti kepada Rakyat

Prabowo Lantik Letjen Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB

15 Oktober 2026
DPR Desak Pemerintah Evaluasi Program Hilirisasi Nikel

Ekspor Nikel Ditargetkan Tembus USD45 Miliar pada 2026

15 Oktober 2026
Jenderal Maruli Simanjuntak Dilantik Jadi Wakil Panglima TNI dan Kepala BNPP

Jenderal Maruli Simanjuntak Dilantik Jadi Wakil Panglima TNI dan Kepala BNPP

15 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .