• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Menteri KP Trenggono Serukan Pemulihan Ekosistem Laut Bersama di WEF 2026

24 Januari 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
Menteri KP Trenggono Serukan Pemulihan Ekosistem Laut Bersama di WEF 2026
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Kerusakan laut yang kian masif menjadi ancaman bagi dunia. Untuk itu perlu upaya bersama memulihkan ekosistem laut dari dampak perubahan iklim, pencemaran, hingga aktivitas penangkapan ilegal yang mengancam populasi perikanan saat ini.

Hal itu disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam acara Velocity of the Blue Economy, yang menjadi bagian dari World Economic Forum di Davos, Swiss, Selasa (22/1/2026) pagi waktu setempat.

“Lautan kita menghadapi ancaman serius, pemanasan laut, meningkatnya keasaman, menurunnya stok ikan, dan pencemaran laut. Lautan kita memanggil kita semua untuk bertindak bersama menyelamatkan, dan mengelolanya dengan tanggung jawab,” ungkap Menteri Trenggono.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia dengan program-program Ekonomi Biru yang selama ini diusung, siap memimpin upaya bersama melindungi ekosistem laut dari kerusakan yang semakin masif. Laut selama ini menjadi bagian dari sejarah, identitas, dan masa depan Indonesia.

Menurutnya, perlu tindakan cepat dan kolaboratif antara pemerintah, pelaku bisnis, hingga masyarakat. Upaya yang sudah dilakukan KKP di antaranya secara terus menerus memperluas kawasan konservasi laut yang saat ini sudah lebih dari 30 juta hektare menuju 97,5 juta hektare di tahun 2045. Sistem penangkapan ikan juga akan diatur melalui sistem kuota untuk meminimalisir penangkapan secara berlebih dan illegal fishing.

Di sisi lain budidaya perikanan terus dikembangkan secara inovatif, berkelanjutan dan inklusif sehingga memberi kesejahteraan bagi masyarakat dan menjaga ketahanan pangan. Tak sebatas itu, kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil juga dilindungi dari aktivitas ekonomi yang dapat mendegradasi kualitas ekosistem di sekitarnya. Termasuk dalam persoalan sampah laut, pemerintah Indonesia juga terus melakukan berbagai upaya dengan mengintegrasikan aksi-aksi penanganan di darat dan laut.

“Indonesia memiliki salah satu cadangan karbon biru terbesar di dunia, menyimpan sekitar 17 persen karbon biru global. Ekosistem pesisir ini adalah penyerap karbon yang sangat penting, dan berperan mengatur iklim global serta menjaga kesehatan laut,” pungkasnya.

European Commissioner for Sustainable Transport and Tourism, Apostolos Tzitzikostas yang juga menjadi pembicara dalam sesi tersebut mengutarakan pandangannya mengenai implementasi ekonomi biru. Menurutnya ekonomi biru bukan semata tentang ekonomi, tapi juga daya saing dan keamanan.

Untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut, pihaknya mendorong penggunaan bahan bakar alternatif di sektor maritim dan pelayaran. Hal ini penting untuk mengurangi sebaran karbon di laut.

“Apa yang tengah kami siapkan di Uni Eropa adalah Strategi Uni Eropa untuk Pelabuhan dan Sektor Maritim, yang akan menjawab seluruh tantangan saat ini, termasuk juga pengembangan ekonomi biru,” ujarnya.

Indonesia Tuan rumah OIS

Dalam pertemuan itu, Menteri Trenggono juga mengumumkan Indonesia akan menjadi tuan rumah Ocean Impact Summit 2026 yang akan berlangsung Juni 2026 di Bali. Pertemuan global itu mempertemukan para pemimpin dunia, pelaku bisnis, dan para ahli guna menghasilkan aksi nyata untuk tata kelola laut berkelanjutan.

Velocity of the Blue Economy sendiri dihadiri oleh perwakilan negara dan organisasi global yang menjadi peserta WEF 2026. Isu kelautan menjadi salah satu fokus utama dalam WEF 2026 yang dibuktikan peluncuran inisiatif Blue Davos dan penetapan 2026 sebagai Year of Water sebagai upaya terintegrasi tata kelola laut dan perairan tawar untuk menjaga stabilitas ekonomi, ketahanan iklim dan pangan.

Previous Post

Lindungi Peternak-Konsumen, Mentan Amran Tegaskan Pengawasan Ketat DOC hingga Daging Sapi

Next Post

Disaksikan Presiden Prabowo, KKP Dapat Dukungan WEF Sukseskan OIS 2026 di Bali

Next Post
Disaksikan Presiden Prabowo, KKP Dapat Dukungan WEF Sukseskan OIS 2026  di Bali

Disaksikan Presiden Prabowo, KKP Dapat Dukungan WEF Sukseskan OIS 2026 di Bali

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .