• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Komite II DPD RI Dukung Kementan Perkuat IB, Peternak Rasakan Manfaat Langsung

20 April 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
Komite II DPD RI Dukung Kementan Perkuat IB, Peternak Rasakan Manfaat Langsung
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Upaya Kementerian Pertanian memperkuat layanan reproduksi ternak bagi peternak mendapat perhatian langsung dari Ketua Komite II DPD RI asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Angelius Wake Kako atau yang akrab disapa Angelo. Dalam kunjungan kerja ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Jawa Barat, Sabtu, 18 April 2026, Angelo turut menjadi peserta pelatihan petugas inseminasi buatan (IB) atau inseminator.

Sebagai Pimpinan Komite II DPD RI yang membidangi sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, Angelo menegaskan bahwa inseminasi buatan merupakan isu strategis yang harus dikawal bersama karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan nasional.

“Balai Inseminasi Buatan Lembang merupakan unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Pertanian yang berperan strategis dalam penyediaan semen (red: sperma) beku berkualitas dan pengembangan teknologi reproduksi ternak. Namun dalam pelaksanaannya, masih terdapat tantangan terkait rendahnya tingkat adopsi teknologi oleh peternak, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia atau inseminator, serta kendala distribusi semen beku ke berbagai daerah di Indonesia,” kata Angelo.

Menurut dia, kondisi tersebut perlu dijawab melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Oleh karena itu, diperlukan penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan dalam mendorong efektivitas program inseminasi buatan serta penyusunan kebijakan yang lebih responsif dan berbasis kebutuhan peternak,” ujarnya.

Angelo juga menilai petugas inseminator bukan hanya menjalankan tugas teknis, tetapi menjadi pendamping penting bagi peternak dalam meningkatkan kualitas usaha.

“Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan hingga ke tingkat peternak dan petugas lapangan. Ketika inseminator kuat, maka peternak juga akan lebih percaya diri dalam mengembangkan usahanya, dan pada akhirnya ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh,” katanya.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan subsektor peternakan memiliki peran strategis dalam penyediaan protein hewani berupa daging, susu, dan telur untuk mendukung ketahanan pangan nasional, yang menjadi salah satu prioritas Presiden periode 2025–2029.

Menurut Agung, untuk daging ayam dan telur Indonesia sudah surplus. Namun, untuk daging sapi dan kerbau, produksi nasional pada 2026 baru diproyeksikan mencapai 479 ribu ton atau sekitar 50 persen dari kebutuhan nasional sebesar 964 ribu ton. Sementara produksi susu segar dalam negeri baru memenuhi sekitar 20 persen dari kebutuhan nasional.

“Pemerintah terus berupaya meningkatkan populasi dan produktivitas sapi dan kerbau, antara lain melalui penerapan teknologi inseminasi buatan. Tujuan dari IB adalah memperbaiki mutu genetik ternak, meningkatkan angka kelahiran ternak secara teratur, mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul, dan mencegah penularan penyakit,” kata Agung.

Ia menambahkan, pemerintah telah memastikan ketersediaan semen beku berkualitas melalui dua Balai Inseminasi Buatan nasional, yakni Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari di Jawa Timur dan BIB Lembang di Jawa Barat.

“Artinya kita sudah swasembada semen beku dari sisi jumlah. Saat ini stok semen beku di BIB Lembang mencapai 6,9 juta dosis, sementara di BBIB Singosari sebanyak 4,8 juta dosis,” ujarnya.

Program inseminasi buatan juga telah menunjukkan hasil nyata. Melalui Upsus SIWAB dan SIKOMANDAN pada 2017–2023, layanan telah menjangkau 25,5 juta akseptor sapi dengan kelahiran ternak mencapai 13,85 juta ekor atau setara nilai ekonomi Rp 69,3 triliun.

Pada 2026, Kementerian Pertanian menargetkan layanan IB di 20 provinsi wilayah introduksi dengan fasilitasi 250 ribu dosis semen beku dan 14.089 liter nitrogen cair, serta target kelahiran pedet sebanyak 142.500 ekor pada 2027.

Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan program inseminasi buatan karena berdampak langsung pada kesejahteraan peternak di wilayahnya.

“Sangat mengapresiasi setinggi-tingginya. Ini tentu sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap subsektor peternakan khususnya dalam pengembangan inseminasi buatan,” kata Asep.

Menurut dia, keberadaan BIB Lembang sebagai pusat layanan reproduksi ternak nasional menjadi kebanggaan sekaligus peluang besar bagi peternak di Bandung Barat untuk meningkatkan kualitas usaha peternakan.

Bagi para inseminator, perhatian ini menjadi bentuk pengakuan atas peran penting mereka sebagai garda terdepan pelayanan peternakan. Sementara bagi peternak, manfaat nyata yang dirasakan adalah meningkatnya produktivitas ternak, kualitas bibit yang lebih baik, dan kepastian usaha yang semakin kuat.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petugas inseminator, dan dukungan kelembagaan seperti DPD RI, Kementerian Pertanian menegaskan bahwa penguatan inseminasi buatan menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah untuk meningkatkan populasi ternak nasional, memperbaiki kualitas genetik sapi, dan memperkuat kesejahteraan peternak.

Previous Post

Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi, Airlangga jadi Ketua

Next Post

Tekan Impor Aspal 30 Persen, Menteri PU Segera Terbitkan Permen Asbuton

Next Post
Kementerian PU Terima Pagu Indikatif Tahun 2026 Rp70,86 Triliun

Tekan Impor Aspal 30 Persen, Menteri PU Segera Terbitkan Permen Asbuton

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .