• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Neraca Dagang Surplus 71 Bulan Beruntun, Mendag: Fundamental Perdagangan RI Kuat

8 Mei 2026
in Ekonomi, Headline
0
Neraca Dagang Surplus 71 Bulan Beruntun, Mendag: Fundamental Perdagangan RI Kuat

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta- Neraca perdagangan Indonesia periode Maret 2026 kembali mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD 3,32 miliar.

Capaian ini memperpanjang tren surplus neraca perdagangan Indonesia menjadi 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020, menunjukkan ketahanan sektor eksternal di tengah dinamika global.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan, kinerja surplus Maret 2026 terutama ditopang sektor nonmigas yang mencatatkan surplus sebesar USD 5,21 miliar, meskipun sektor migas masih defisit sebesar USD 1,89 miliar.

“Surplus yang terus berlanjut pada periode Maret 2026 ini menunjukkan fundamental perdagangan Indonesia tetap kuat. Indonesia tetap menjaga surplus bulanannya. Kemudian, ekspor nonmigas menopang kinerja perdagangan Januari—Maret 2026, khususnya dari sektor industri pengolahan yang semakin berdaya saing di pasar global,” ujar Mendag dalam keterangan resminya, Selasa (05/5).

Secara kumulatif Januari–Maret 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD 5,55 miliar. Surplus tersebut terdiri atas surplus nonmigas sebesar USD 10,63 miliar dan defisit migas sebesar USD 5,08 miliar.

Surplus nonmigas terutama ditopang tiga komoditas utama. Lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15) mencatat surplus senilai USD 8,68 miliar, diikuti bahan bakar mineral (HS 27) USD 6,22 miliar, serta besi dan baja (HS 72) USD 4,29 miliar.

Dari sisi mitra dagang, surplus nonmigas Indonesia terbesar di periode tersebut berasal dari Amerika Serikat (AS) dengan nilai USD 5,06 miliar, disusul India sebesar USD 3,36 miliar, dan Filipina sebesar USD 2,05 miliar. Sementara itu, defisit nonmigas terdalam tercatat dengan Tiongkok sebesar USD 5,52 miliar, diikuti Australia sebesar USD 2,38 miliar, dan Prancis sebesar USD 0,63 miliar.

Industri Pengolahan Jadi Motor Ekspor

Pada Maret 2026, kinerja ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 22,53 miliar atau tumbuh 1,62 persen dibandingkan Februari 2026 (MtM), meskipun secara tahunan masih terkontraksi 3,10 persen (YoY). Peningkatan ekspor secara bulanan didorong lonjakan ekspor migas sebesar 18,60 persen, sementara ekspor nonmigas tumbuh terbatas sebesar 0,75 persen.

Kenaikan ekspor nonmigas ditopang peningkatan signifikan pada sejumlah komoditas utama, di antaranya bijih logam, terak dan abu (HS 26) yang melonjak 8.055,36 persen, aluminium (HS 76) 112,99 persen, serta logam mulia dan perhiasan (HS 71) 98,89 persen.

Selain itu, pertumbuhan juga didukung oleh meningkatnya permintaan dari mitra dagang utama, khususnya Hong Kong yang tumbuh 78,20 persen, Thailand 67,08 persen, dan Taiwan 29,38 persen (MtM).

Secara kumulatif Januari–Maret 2026, total ekspor Indonesia mencapai USD 66,85 miliar atau tumbuh tipis 0,34 persen dibandingkan Januari—Maret 2025 (CtC). Kinerja ini terutama ditopang oleh ekspor nonmigas yang meningkat 0,98 persen yang menjadi USD 63,60 miliar di tengah kontraksi ekspor migas sebesar 10,58 persen yang menjadi USD 3,25 miliar.

Mendag Busan juga menjelaskan, pada periode Januari—Maret 2026, sektor industri pengolahan menjadi pendorong pertumbuhan ekspor. Industri pengolahan juga mendominasi struktur pangsa total ekspor di periode tersebut sebesar 82,25 persen.

“Sepanjang tiga bulan pertama 2026, pertumbuhan ekspor didorong kinerja sektor industri pengolahan naik 3,96 persen (CtC) atau menjadi USD 54,98 miliar dibandingkan periode Januari—Maret 2025 yang sebesar USD 52,89 miliar,” jelas Mendag.

Ekspor dengan kenaikan tertinggi terjadi pada nikel dan barang daripadanya (HS 75) yang melonjak 60,60 persen, timah dan barang daripadanya (HS 80) 49,09 persen, aluminium dan barang daripadanya (HS 76) 40,97 persen, bahan kimia organik (HS 29) 21,44 persen, dan bahan kimia anorganik (HS 28) 14,46 persen (CtC).

Menurut Mendag, peningkatan ini dipengaruhi tren harga global dan permintaan dari mitra dagang. Namun demikian, kinerja ekspor sektor pertanian turun 32,18 persen dan sektor pertambangan dan lainnya turun 11,17 persen (CtC). Kopi, teh dan rempah-rempah (HS 09) menjadi komoditas sektor pertanian dengan penurunan ekspor terdalam sebesar 40,15 persen.

Dari sisi tujuan ekspornya, ekspor nonmigas Indonesia pada Januari–Maret 2026 menunjukkan pertumbuhan yang kuat di sejumlah pasar. Lonjakan ekspor tertinggi tercatat ke Spanyol sebesar 38,86 persen (CtC), diikuti Mesir 25,43 persen, Tiongkok 17,49 persen, Thailand 13,58 persen, serta Belanda 11,37 persen.

Selain itu, ekspor ke kawasan nontradisional seperti Asia Tengah lainnya, Afrika Utara, Asia Timur, Amerika Selatan lainnya, dan Afrika Barat mencatatkan kinerja positif.

Impor Seluruh Golongan Barang Turun

Pada Maret 2026 impor Indonesia tercatat sebesar USD 19,21 miliar, terkontraksi 8,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya (MtM), namun masih tumbuh 1,51 persen dibandingkan Maret 2025 (YoY). Penurunan impor bulanan ini dipengaruhi pelemahan impor nonmigas sebesar 15,14 persen (MtM) di tengah lonjakan impor migas yang meningkat signifikan sebesar 58,73 persen.

Mendag menegaskan, penurunan impor pada Maret 2026 terjadi pada seluruh golongan penggunaan barang, dengan kontraksi terdalam pada impor barang modal yang turun 15,75 persen, diikuti barang konsumsi sebesar 11,64 persen serta bahan baku dan penolong sebesar 5,21 persen (MtM).

“Penurunan ini dipengaruhi faktor musiman libur panjang Idulfitri, tekanan geopolitik di kawasan Timur Tengah, serta pelemahan permintaan domestik,” imbuhnya.

Secara kumulatif, impor Indonesia Januari–Maret 2026 mencapai USD 61,30 miliar, naik 10,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (CtC). Pertumbuhan ini terutama ditopang impor nonmigas yang naik 12,16 persen, sementara impor migas terkontraksi sebesar 1,72 persen.

Sementara itu, berdasarkan golongan penggunaan barang (BEC), seluruh komponen impor mencatatkan pertumbuhan. Kenaikan tertinggi dicatatkan barang modal sebesar 24,02 persen, diikuti bahan baku dan penolong 6,89 persen serta barang konsumsi 6,12 persen (CtC).

Peningkatan impor barang modal ini didorong, antara lain, oleh permintaan terhadap komoditas strategis seperti telepon pintar, komputer, serta pesawat terbang.

Dari sisi komoditas, lonjakan impor nonmigas tertinggi terjadi pada kendaraan udara dan bagiannya (HS 88) sebesar 546,55 persen (CtC).

Selain itu, impor garam, belerang, batu, dan semen (HS 25) tumbuh 71,95 persen; diikuti bijih logam, terak dan abu (HS 26) sebesar 60,64 persen; serta logam mulia, perhiasan, dan permata (HS 71) naik 44,71 persen. Kenaikan juga terjadi pada berbagai produk kimia (HS 38) yang tumbuh 36,31 persen.

Berdasarkan negara asal, impor nonmigas Indonesia masih didominasi dari Tiongkok, Australia, dan Jepang dengan kontribusi gabungan mencapai 52,97 persen. Namun demikian, pertumbuhan impor tertinggi tercatat dari beberapa negara nontradisional, antara lain,

Meksiko yang meningkat 383,37 persen, Spanyol 177,70 persen, serta Oman 138,90 persen (CtC) yang menunjukkan semakin beragamnya sumber pasokan impor Indonesia.

Mendag Busan juga menegaskan, pemerintah menjaga momentum kinerja perdagangan dengan terus memperkuat ketahanan sektor domestik.

“Kami akan terus memperluas pasar dengan tetap menjaga stabilitas industri dalam negeri serta memastikan kebijakan yang adaptif terhadap dinamika global,” jelas dia.

 

Tags: #2026#Budi Santoso#fundamental#Maret#Menteri Perdagangan#neraca perdagangan#surplus
Previous Post

Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah, Luhut: Validasi Penerima Makin Akurat

Next Post

Rupiah Anjlok, Pemerintah Harus Jaga Kepercayaan Publik dan Investor

Next Post
Rupiah Anjlok, Pemerintah Harus Jaga Kepercayaan Publik dan Investor

Rupiah Anjlok, Pemerintah Harus Jaga Kepercayaan Publik dan Investor

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .