• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Rupiah Terus Melemah, Kelas Menengah Dinilai Makin Rentan

20 Mei 2026
in Ekonomi, Headline
0
Rupiah Terus Melemah, Kelas Menengah Dinilai Makin Rentan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Yogyakarta– Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali berada dalam tekanan. Pada perdagangan Senin (18/5) pagi, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.590 hingga Rp17.660 per dolar AS, melanjutkan tren pelemahan yang dalam beberapa pekan terakhir memicu kekhawatiran publik terhadap kondisi ekonomi domestik.

Di tengah gejolak tersebut, kelompok kelas menengah dinilai menjadi pihak yang paling rentan merasakan dampaknya.

Pelemahan rupiah bukan lagi sekadar angka di layar perdagangan, melainkan ancaman nyata terhadap daya beli, tabungan, investasi, hingga rasa aman ekonomi masyarakat yang selama ini hidup dalam kondisi serba ‘cukup’, tetapi belum memiliki bantalan finansial yang kuat.

Sosiolog Universitas Gadjah Mada, Dr. Arie Sujito, S.S., M.Si., menilai pelemahan rupiah membawa dampak langsung terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat, terutama kelompok kelas menengah di wilayah perkotaan.

Menurutnya, kenaikan berbagai biaya kebutuhan hidup membuat masyarakat harus menghitung ulang pengeluaran rumah tangga dan menyesuaikan berbagai rencana hidup yang sebelumnya telah disusun.

Kondisi tersebut perlahan memengaruhi pola konsumsi masyarakat, terutama untuk kebutuhan sekunder yang mulai dikurangi demi menjaga kestabilan ekonomi keluarga. Arie menuturkan situasi ini turut memunculkan rasa tidak aman karena cadangan sumber daya ekonomi yang dimiliki masyarakat mengalami penurunan nilai secara signifikan.

Arie mengungkapkan tekanan ekonomi global yang terjadi saat ini semakin memperbesar kerentanan ekonomi domestik Indonesia. Konflik geopolitik internasional, termasuk perang antara Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya, dinilai turut memengaruhi kenaikan harga minyak dunia dan berbagai biaya kebutuhan di dalam negeri.

Menurutnya, situasi tersebut membuat negara menghadapi tantangan besar untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempertahankan kemampuan subsidi bagi masyarakat. Dampak dari kondisi global tersebut dalam jangka pendek dinilai paling cepat dirasakan kelompok kelas menengah dan masyarakat bawah.

“Kalau negara tidak memiliki kemampuan mengatasi secara cepat, dampaknya akan beruntun,” ungkapnya, selasa (19/5).

Menurut Arie, tekanan ekonomi yang terus berlangsung dapat berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih luas apabila tidak segera diantisipasi. Ia menjelaskan ketika masyarakat mulai kesulitan memenuhi kebutuhan primer, dampaknya tidak lagi terbatas pada persoalan ekonomi rumah tangga semata.

Situasi tersebut dapat memengaruhi stabilitas sosial karena masyarakat mengalami penurunan rasa aman terhadap kondisi hidup mereka. Kerentanan itu, menurutnya, akan semakin besar apabila fondasi ekonomi nasional tidak cukup kuat menghadapi tekanan global yang berkepanjangan.

“Kalau sudah masuk ke kebutuhan primer itu akan punya dampak secara sosial,” jelasnya.

Arie menilai negara sebenarnya telah menjalankan berbagai program perlindungan sosial untuk menjaga daya tahan masyarakat di tengah tekanan ekonomi. Akan tetapi, ia melihat langkah tersebut belum sepenuhnya mampu menjawab krisis yang terjadi di lapangan.

Arie menilai terdapat jarak antara kebijakan yang dirancang pemerintah dengan realitas yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Kondisi tersebut membuat berbagai program bantuan sosial dan intervensi ekonomi belum cukup efektif menahan laju kerentanan sosial yang berkembang di masyarakat.

“Terjadi diskoneksi antara upaya-upaya program yang dilakukan itu dengan krisis yang terjadi,” tuturnya.

Ia juga menyoroti berkurangnya kapasitas fiskal negara dan daerah yang dinilai turut memperbesar tekanan sosial ekonomi masyarakat. Menurutnya, penurunan transfer fiskal dari pemerintah pusat membuat banyak daerah mengalami kesulitan pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik.

Dampaknya mulai terasa di berbagai sektor, termasuk pendidikan yang harus menghadapi pengurangan anggaran dan berbagai keterbatasan pembiayaan. Dalam situasi seperti ini, berbagai institusi dituntut mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat.

Arie menilai kondisi tersebut tidak dapat dianggap sebagai persoalan ringan karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan pelayanan publik bagi masyarakat.

Lebih jauh, Arie mengingatkan bahwa krisis ekonomi yang tidak segera ditangani berpotensi berkembang menjadi krisis sosial bahkan politik. Menurutnya, tekanan yang dialami kelas menengah dapat memicu dampak berantai terhadap kelompok masyarakat lain, terutama kelas bawah yang memiliki daya tahan ekonomi lebih lemah.

Ia menilai pemerintah perlu menyiapkan langkah strategis dan kebijakan darurat yang mampu meredam dampak krisis secara cepat dan tepat sasaran.

“Apabila tekanan ekonomi terus menumpuk tanpa solusi yang jelas, kondisi ini dikhawatirkan memengaruhi stabilitas sosial dan kepercayaan masyarakat terhadap negara,” pungkasnya.

 

Tags: #Amerika Serikat#daya beli#dolar#investasi#kelas menengah#Masyarakat#nilai tukar#rupiah
Previous Post

DPR Setujui Perubahan Prolegnas 2026, Fokus 68 RUU Prioritas

Next Post

Prabowo Terbitkan Aturan Ekspor Komoditas Sawit-Besi Wajib Lewat BUMN

Next Post
Prabowo Ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek, Semoga Membawa Kebahagiaan, Kesejahteraan dan Keberuntungan

Prabowo Terbitkan Aturan Ekspor Komoditas Sawit-Besi Wajib Lewat BUMN

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .