• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kementan Dorong Konsumsi Protein Hewani, Siapkan Generasi Emas 2045 Sejak Usia Dini

17 Juni 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
Kementan Dorong Konsumsi Protein Hewani, Siapkan Generasi Emas 2045 Sejak Usia Dini
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong peningkatan konsumsi protein hewani sebagai bagian dari strategi menyiapkan Generasi Emas 2045. Pesan tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Susu, Daging, Telur, dan Ikan (SDTI) 2026 bertema “Gizi Seimbang Generasi Gemilang” yang digelar dalam rangkaian Indo Livestock Expo & Forum 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Selasa (16/6/2026).

Di tengah bonus demografi yang akan mencapai puncaknya pada 2045, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberhasilan Indonesia menjadi negara maju. Karena itu, Kementan menilai pembangunan generasi unggul tidak cukup hanya melalui pendidikan, tetapi juga harus dimulai dari pemenuhan gizi yang baik sejak usia dini.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa anak-anak yang saat ini duduk di bangku sekolah akan menjadi pemimpin, profesional, inovator, dan penggerak pembangunan bangsa pada masa mendatang.

“Indonesia memiliki cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045. Pada saat itu, anak-anak yang hari ini duduk di bangku sekolah akan menjadi pemimpin, profesional, inovator, dan penggerak pembangunan bangsa. Karena itu, tugas kita hari ini bukan hanya memastikan mereka mendapatkan pendidikan yang baik, tetapi juga memastikan mereka tumbuh sehat, kuat, dan cerdas,” ujar Agung dalam sambutannya.

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan sangat ditentukan oleh kebiasaan konsumsi pangan bergizi yang dibangun sejak sekarang.

“Persiapan itu harus dimulai hari ini, dari rumah, dari sekolah, dan bahkan dari meja makan keluarga kita. Apa yang dikonsumsi anak-anak hari ini akan menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan,” katanya.

Agung menegaskan bahwa pemenuhan protein hewani merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

“Ketika anak-anak mendapatkan asupan protein hewani yang cukup, mereka memiliki kesempatan untuk tumbuh lebih optimal, belajar lebih baik, dan menjadi generasi yang produktif. Karena itu, konsumsi susu, daging, dan telur bukan sekadar memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, tetapi merupakan investasi untuk masa depan bangsa,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan mengingat konsumsi susu masyarakat Indonesia masih relatif rendah. Saat ini konsumsi susu nasional tercatat sekitar 17,8 liter per kapita per tahun. Kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang besar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya protein hewani sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.

Menurut Agung, berbagai program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis serta penguatan produksi susu dan daging nasional diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pangan bergizi sekaligus membangun budaya konsumsi protein hewani yang lebih baik.

“Kita ingin membangun budaya konsumsi protein hewani yang lebih baik. Ketika anak-anak Indonesia terbiasa mengonsumsi susu, daging, telur, dan ikan secara seimbang, maka kita sedang menyiapkan fondasi kuat bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan pakar gizi Rita Ramayulis. Menurutnya, bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia pada 2045 hanya akan menjadi keuntungan apabila didukung kualitas gizi yang baik sejak sekarang.

“Generasi Emas 2045 tidak hanya dibentuk melalui pendidikan yang baik, tetapi juga melalui pemenuhan gizi yang optimal. Protein hewani merupakan investasi terbaik karena mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan kecerdasan, daya tahan tubuh, hingga produktivitas anak ketika dewasa nanti,” ujar Rita.

Ia menjelaskan bahwa protein hewani memiliki keunggulan karena mengandung asam amino esensial lengkap serta berbagai zat gizi penting seperti zat besi, zink, vitamin A, vitamin B12, kalsium, dan asam lemak omega-3 yang berperan dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan otak, serta kemampuan belajar anak.

Di sisi lain, Agung Suganda mengingatkan bahwa keberhasilan pemenuhan gizi masyarakat juga tidak lepas dari peran para peternak Indonesia yang setiap hari menyediakan susu, telur, dan daging bagi masyarakat.

“Di balik setiap gelas susu dan setiap butir telur yang dikonsumsi keluarga Indonesia, terdapat kerja keras dan dedikasi para peternak yang turut berkontribusi membangun generasi masa depan bangsa,” ujar Agung.

Melalui kegiatan SDTI 2026, Kementerian Pertanian berharap semakin banyak keluarga Indonesia menjadikan konsumsi protein hewani sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang. Langkah sederhana seperti membiasakan anak minum susu, makan telur, dan mengonsumsi daging secara cukup diyakini akan memberikan dampak besar terhadap kualitas generasi mendatang.

“Karena anak yang sehat akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas. Generasi yang cerdas akan menjadi generasi yang produktif. Dan generasi yang produktif akan membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Agung.

Previous Post

Pertama di Indonesia, Seni Ketangkasan Domba Garut Tampil di Panggung Internasional Indo Livestock 2026

Next Post

KKP Bawa Produk Perikanan Budi Daya Kembali Masuk Pasar Uni Eropa

Next Post
KKP Bawa Produk Perikanan Budi Daya Kembali Masuk Pasar Uni Eropa

KKP Bawa Produk Perikanan Budi Daya Kembali Masuk Pasar Uni Eropa

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .