• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

KSSK: APBN Tetap Kuat Jaga Stabilitas Sistem Keuangan di Tengah Gejolak Ekonomi Global

5 Agustus 2026
in Ekonomi, Headline
0
KSSK Pastikan Sistem Keuangan RI Tetap Terjaga di Tengah Konflik Timur Tengah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta-Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan Indonesia tetap terjaga pada triwulan II 2026 meski dunia kembali dihadapkan pada meningkatnya konflik geopolitik, lonjakan harga energi, dan tingginya volatilitas pasar keuangan global.

Hasil asesmen Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menunjukkan ketahanan ekonomi domestik tetap kuat berkat koordinasi erat antarlembaga dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

“KSSK yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan akan terus mencermati dan melakukan assessment forward-looking atas kinerja perekonomian dan sektor keuangan terkini seiring ketidakpastian ekonomi global yang meningkat, sekaligus melakukan upaya mitigasi secara terkoordinasi baik antar lembaga anggota KSSK maupun dengan kementerian lembaga lain. Hal ini berdasarkan rapat berkala KSSK ketiga tahun 2026 yang telah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 28 Juli 2026 yang lalu,” ungkap Menteri Keuangan saat menghadiri Konferensi Pers Hasil Rapat Bekala KSSK II tahun 2026, di Jakarta, Senin (03/08)

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu menjelaskan bahwa APBN terus menjalankan perannya sebagai shock absorber untuk menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai kebijakan pemerintah,  serta mendorong investasi melalui proyek hilirisasi dan pembangunan infrastruktur.

Aktivitas manufaktur juga kembali menunjukkan ekspansi pada Juli 2026 dengan PMI Manufaktur di level 50,2, mencerminkan mulai pulihnya optimisme dunia usaha. Dengan sinergi kebijakan yang terus diperkuat, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 diprakirakan berada pada kisaran 5,6–6,0 persen.

Hingga akhir triwulan II 2026, realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penerimaan perpajakan menjadi penopang utama dengan realisasi Rp1.035,7 triliun atau tumbuh tinggi 24,6 persen.

Menkeu menyebut capaian tersebut didorong oleh membaiknya aktivitas ekonomi, keberhasilan implementasi Coretax yang semakin meningkatkan efektivitas administrasi perpajakan, serta penguatan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi penerimaan. Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp152 triliun, sedangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terealisasi Rp271 triliun atau tumbuh 21,6 persen.

Di sisi belanja, hingga akhir semester II 2026 Belanja Negara telah mencapai Rp1.656 triliun atau tumbuh 17,8 persen.

Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis, penyaluran bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, pembayaran subsidi dan kompensasi energi, serta pembayaran THR dan gaji ke-13 ASN.

Selain itu, APBN juga terus dioptimalkan untuk melindungi masyarakat dari dampak gejolak global. Hingga triwulan II 2026, subsidi dan kompensasi energi serta pangan telah direalisasikan masing-masing sebesar Rp116 triliun dan Rp116,9 triliun.

Sementara itu, Program Makan Bergizi Gratis telah menyerap anggaran Rp101,1 triliun untuk menjangkau 63,13 juta penerima manfaat, disertai penguatan berbagai program perlindungan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, dan Program Indonesia Pintar (PIP).

“APBN menjalankan peran strategis melalui kinerja pendapatan negara yang positif, belanja negara yang optimal, serta pembiayaan yang terukur,” tukasnya.

 

Tags: #2026#APBN#Komite Stabilitas Sistem Keuangan#Menteri Keuangan#Purbaya Yudhi Sadewa#Triwulan II
Previous Post

Komisi III DPR Tegaskan Tak Ada Surpres Pergantian Kapolri

Next Post

Kementerian PU Optimalkan Bendungan Keureuto untuk Jaga Pasokan Air di Aceh

Next Post
Kementerian PU Optimalkan Bendungan Keureuto untuk Jaga Pasokan Air di Aceh

Kementerian PU Optimalkan Bendungan Keureuto untuk Jaga Pasokan Air di Aceh

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .