• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kementan Perkuat Langkah Pemda dalam Pengendalian Penyakit Hewan di Gunungkidul

5 Oktober 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
Kementan Perkuat Langkah Pemda dalam Pengendalian Penyakit Hewan di Gunungkidul
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat dukungan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam upaya pengendalian penyakit hewan menyusul kejadian antraks di Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu.

Langkah penanganan dilakukan secara bersama melalui penyelidikan epidemiologi, pelayanan kesehatan ternak, disinfeksi, vaksinasi, pemeriksaan laboratorium, pengawasan kesehatan hewan, serta komunikasi dan edukasi kepada masyarakat.

Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Hendra Wibawa, mengatakan pengendalian dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah daerah dan petugas kesehatan hewan di lapangan.

“Penanganan dilakukan secara terpadu. Petugas kesehatan hewan bersama pemerintah daerah telah melakukan penyelidikan epidemiologi, pelayanan kesehatan ternak, disinfeksi, vaksinasi, serta pemeriksaan laboratorium. Surveilans juga terus dilakukan untuk mengikuti perkembangan kondisi di lapangan,” kata Hendra di Kantor Kementan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul telah melakukan penyelidikan epidemiologi pada 11 September 2026 untuk menelusuri kejadian, mengetahui kondisi ternak di sekitar lokasi, serta mengambil sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pada 12 September, dilakukan disinfeksi pada kandang terdampak, pengobatan terhadap ternak yang memerlukan penanganan, serta pemberian vitamin kepada ternak sehat di sekitar lokasi. Penanganan kemudian dilanjutkan pada 14 September dengan pemberian antibiotik dan vitamin kepada 88 ekor kambing dan 11 ekor sapi di Kalurahan Dadapayu. Setelah masa pemberian antibiotik selesai, vaksinasi antraks mulai dilaksanakan pada 28 September 2026 terhadap ternak di sekitar wilayah tersebut.

Vaksinasi menjadi bagian dari langkah pencegahan untuk meningkatkan perlindungan ternak dan mengurangi risiko kejadian serupa.

Kementan melalui Balai Besar Veteriner (BBV) Wates turut melakukan investigasi lapangan serta mengambil sampel tanah dan swab untuk mendukung peneguhan diagnosis. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan beberapa sampel positif bakteri Bacillus anthracis.

Kepala BBV Wates, Nur Saptahidhayat, mengatakan pemeriksaan laboratorium memiliki peran penting dalam memberikan kepastian diagnosis sehingga langkah penanganan di lapangan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.

“Peran Balai terutama memastikan diagnosis melalui pemeriksaan laboratorium. Dengan diagnosis yang dapat diteguhkan, respons dan langkah pengendalian dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat, sekaligus menjadi dasar bagi koordinasi lintas sektor dalam pengendalian penyakit zoonosis,” ujar Sapto, sapaannya.

Menurut Sapto, penanganan penyakit zoonosis membutuhkan keterhubungan antara hasil pemeriksaan laboratorium, penyelidikan epidemiologi, tindakan kesehatan hewan, serta koordinasi dengan sektor kesehatan manusia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, pemantauan dan pengendalian dilanjutkan sesuai prosedur kesehatan hewan, termasuk pengawasan kesehatan ternak di pasar serta evaluasi terhadap pelaksanaan dekontaminasi dan disinfeksi.

BBV Wates juga akan melakukan pengambilan sampel kembali sesuai tahapan yang telah ditetapkan untuk melihat kondisi lingkungan setelah penanganan dilakukan.
Koordinasi dengan sektor kesehatan manusia juga dilakukan sebagai bagian dari pendekatan terpadu dalam penanganan penyakit zoonosis.

Masyarakat yang memiliki riwayat paparan terhadap ternak maupun produk ternak telah mendapatkan penanganan dan pengobatan profilaksis dari petugas kesehatan. Sementara itu, sisa daging yang belum dimasak atau belum dikonsumsi telah dimusnahkan oleh Puskeswan Semanu sesuai prosedur.

Direktur Kesehatan Hewan Hendra mengingatkan masyarakat agar tidak menyembelih, mengolah, membagikan, ataupun mengonsumsi ternak yang sakit atau mati mendadak. Menurut dia, pelaporan yang cepat akan membantu petugas melakukan pemeriksaan dan penanganan lebih awal.

“Apabila ada ternak yang sakit atau mati mendadak, sebaiknya tidak disembelih atau dikonsumsi. Segera laporkan kepada petugas kesehatan hewan agar dapat diperiksa dan ditangani sesuai prosedur,” ujar Hendra.

Ia menambahkan, keterbukaan masyarakat dalam menyampaikan informasi sangat membantu upaya pengendalian di lapangan.

“Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap perlu waspada dan mengikuti arahan petugas. Pemerintah bersama pemerintah daerah terus melakukan pendampingan dan pemantauan agar setiap perkembangan dapat ditangani dengan baik,” kata Hendra.

Kementan juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas kesehatan hewan serta berkonsultasi terlebih dahulu apabila akan melakukan lalu lintas ternak dari wilayah yang sedang dalam pemantauan.

Pengawasan, vaksinasi, pemeriksaan laboratorium, dan komunikasi kepada masyarakat akan terus dilakukan bersama pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan ternak sekaligus melindungi masyarakat.

Previous Post

KKP Amankan KM Maulana 23 Beserta Kru Terkait Dugaan Penganiayaan Awak Kapal Perikanan

Next Post

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026, Kementan Perkuat Genetik dan Produktivitas

Next Post
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026, Kementan Perkuat Genetik dan Produktivitas

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026, Kementan Perkuat Genetik dan Produktivitas

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .