• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

KKP Buka Peluang Kemitraan Produksi Tilapia & Rumput Laut ke Peserta (IEBF) 2026

17 Oktober 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
KKP Buka Peluang Kemitraan Produksi Tilapia & Rumput Laut ke Peserta (IEBF) 2026
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka peluang investasi dan kemitraan di bidang budidaya perikanan nila (tilapia) dan rumput laut dari hulu sampai hilir, kepada para investor peserta Indonesia–Europe Business Forum (IEBF) 2026 di Tangerang, Banten pada Kamis (15/10) lalu.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan keterhubungan kawasan perikanan budi daya di hulu dengan industri pengolahan serta pasar menjadi penting agar hasil panen memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi pembudidaya.

“Melalui Indonesia–Europe Business Forum 2026, kita dapat duduk bersama, berdiskusi, dan berkolaborasi untuk menemukan solusi terbaik yang saling menguntungkan,” ujar Menteri Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

KKP sambungnya, memiliki sejumlah program utama di bidang perikanan budidaya, diantaranya revitalisasi tambak Pantai Utara Jawa Barat untuk komoditas tilapia. Selain itu tambak budi daya udang terintegrasi di Waingapu, serta budi daya ikan darat tematik di berbagai wilayah Pulau Jawa. Sedangkan untuk rumput laut, KKP terus melakukan upaya peningkatan produksi di berbagai wilayah termasuk di Pulau Jawa, salah satunya guna mendukung program hilirisaisi.

“Khusus untuk pengembangan komoditas tilapia di Pulau Jawa, diarahkan untuk mendukung pemenuhan konsumsi dalam negeri dan penyediaan bahan baku industri pengolahan. Peluang kemitraan yang dapat dibangun mencakup peningkatan mutu benih, efisiensi pakan, kesehatan ikan, serta ketertelusuran produk,” tambah Direktur Jenderal Perikanan Budidaya TB Haeru Rahayu menambahkan.

Berikutnya untuk komoditas rumput laut, kemitraan dapat diarahkan pada penyediaan bibit berkualitas, penerapan mekanisasi dan teknologi budi daya, serta perbaikan pengeringan dan penyimpanan hasil panen. Penguatan dari hulu hingga pascapanen diperlukan untuk menjaga konsistensi mutu bahan baku sekaligus mendukung pengembangan produk rumput laut bernilai tambah bagi pasar global.

Perwakilan Asosiasi Tilapia Indonesia (ATI), Andhi Trapsilo, memaparkan bahwa nilai ekspor tilapia Indonesia pada Januari–November 2025 mencapai US$87,57 juta. Amerika Serikat menjadi tujuan utama dengan pangsa 51,7 persen, disusul Kanada sebesar 24,7 persen. Sementara itu, ekspor ke Uni Eropa mencapai US$7,13 juta atau 8,1 persen.

ATI juga menunjukkan bahwa nilai ekspor per kilogram tilapia Indonesia mencapai US$ 6,98, tertinggi di antara eksportir utama dunia seperti China, Colombia, Vietnam, dan Taiwan. Menurut Andhi, nilai tersebut mencerminkan posisi tilapia Indonesia sebagai produk premium, sekaligus membuka peluang perluasan pasar bernilai tinggi. “Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan seluruh pelaku industri tilapia di Indonesia,” ujar Andhi.

Andhi turut menekankan bahwa industri tilapia mengusung konsep zero waste melalui pemanfaatan seluruh bagian ikan. Selain fillet sebagai produk utama, kulit dan sisik tilapia dapat diolah menjadi bahan baku kolagen serta gelatin, sedangkan bagian lainnya dimanfaatkan untuk tepung dan minyak ikan.

Sementara itu, Perwakilan Indonesian Tropical Seaweed Association (INTROSEA), Artati Widarti, menyampaikan bahwa pemanfaatan rumput laut tidak terbatas pada produk hidrokoloid, seperti karaginan dan agar. Peluang pengembangannya mencakup beragam produk pangan, kosmetik, farmasi, bioplastik, serta bahan pendukung pertanian dan perikanan. Menurut Artati, keragaman pemanfaatan ini membuka peluang untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah rumput laut Indonesia.

Artati menjelaskan, kemitraan Indonesia–Eropa dapat dikembangkan melalui perdagangan produk turunan, penelitian, investasi, dan pengolahan. Dukungan pengujian mutu, pemenuhan standar, dan akses pasar juga diperlukan agar produk semakin berdaya saing. Keterlibatan pembudidaya, industri, peneliti, dan pemerintah menjadi kunci agar peluang tersebut turut memperkuat usaha serta meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesosir.

Previous Post

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Next Post

Kementan dan Otorita IKN Perkuat Pencegahan Zoonosis, Lindungi Masyarakat dan Satwa

Next Post
Kementan dan Otorita IKN Perkuat Pencegahan Zoonosis, Lindungi Masyarakat dan Satwa

Kementan dan Otorita IKN Perkuat Pencegahan Zoonosis, Lindungi Masyarakat dan Satwa

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Kementan dan Otorita IKN Perkuat Pencegahan Zoonosis, Lindungi Masyarakat dan Satwa

Kementan dan Otorita IKN Perkuat Pencegahan Zoonosis, Lindungi Masyarakat dan Satwa

17 Oktober 2026
KKP Buka Peluang Kemitraan Produksi Tilapia & Rumput Laut ke Peserta (IEBF) 2026

KKP Buka Peluang Kemitraan Produksi Tilapia & Rumput Laut ke Peserta (IEBF) 2026

17 Oktober 2026
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .