Imperium.id, Bali- Dalam penutupan Muktamar ke-6 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kuta Selatan, Badung, Ma’ruf Amin resmi ditunjuk kembali menjadi Ketua Dewan Syuro PKB.
Penunjukan ini terjadi setelah adanya desakan kuat dari para ulama dan tokoh-tokoh penting di dalam partai yang meminta mantan Ketua MUI itu kembali memimpin Dewan Syuro, meskipun dirinya awalnya ingin pensiun dari panggung politik nasional.
Sebelum menutup Muktamar ke-6 PKB, Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin dengan tegas menyampaikan bahwa dirinya awalnya berencana untuk kembali ke pesantren setelah masa jabatannya sebagai Wakil Presiden berakhir pada Oktober 2024 nanti.
Namun, dengan penuh rasa tanggung jawab, ia memutuskan untuk menerima kembali jabatan sebagai Ketua Dewan Syuro PKB. Ia merasa tak dapat menolak permintaan para kiai dan ulama yang memintanya tetap berperan dalam menjaga stabilitas dan arah perjuangan PKB.
“Saya berniat, selepas tugas Wakil Presiden selesai Oktober nanti, saya ingin kembali ke pesantren, ngurusi santri-santri. Saya ingin menikmati hari tua saya, tetapi saya diminta kembali menjadi Ketua Dewan Syuro. Kalau Kiai sudah minta, itu susah nolaknya,” ungkapnya di hadapan ribuan muktamirin yang hadir.
Lebih jauh Wapres menyatakan bahwa dirinya menerima penunjukan ini dengan syarat-syarat tertentu, di antaranya adalah bahwa Dewan Syuro harus diposisikan sesuai dengan peran dan fungsinya yang strategis. Ia menekankan bahwa setiap keputusan strategis partai harus melalui musyawarah Dewan Syuro bersama Ketua Umum PKB terpilih, Muhaimin Iskandar.
“Saya ajukan syarat, tidak banyak, tetapi penting. Dewan Syuro harus diposisikan sebagai mestinya. Hal-hal yang strategis harus diputuskan oleh Dewan Syuro bersama Ketua Umum,” ungkap dia, Minggu (25/08/2024).
Wapres pun mengingatkan bahwa PKB sebagai partai politik yang dibentuk oleh ulama harus tetap konsisten dengan perjuangan politik berbasis Islam Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah. Ia menekankan pentingnya menjaga arah politik PKB agar tetap dalam jalur yang diridai oleh para ulama dan bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya kelompok tertentu.
“Saya bersama-sama dengan para kiai mendirikan PKB dulu, bahkan saya menjadi Ketua Tim 5 yang membidangi lahirnya PKB. Karena itu, saya sulit untuk melupakan PKB. Dengan bissmillah, saya menerima permintaan ini demi kebaikan dan kemaslahatan bersama,” ujar Wapres mengingat kembali perannya dalam pendirian partai tersebut pada tahun 1998.
Penunjukan kembali K.H. Ma’ruf Amin sebagai Ketua Dewan Syuro PKB ini menandai kembalinya tokoh senior tersebut ke jajaran pimpinan partai setelah 26 tahun berkiprah di luar peran formal dalam partai.
Kembalinya K.H. Ma’ruf Amin diharapkan dapat memperkuat PKB dalam menghadapi tantangan politik ke depan, terutama menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024. Ia juga menekankan bahwa PKB harus tetap menjadi gerakan politik rahmatan lil ‘alamin, yang tidak hanya mengedepankan kepentingan umat muslim, tetapi juga semua elemen bangsa.
“Gerakan politik PKB adalah gerakan politik rahmatan lil ‘alamin. Ini bukan hanya untuk orang NU, tetapi untuk semua orang, termasuk non-Muslim. PKB adalah persembahan ulama untuk bangsa. Oleh karena itu, kita harus tetap istiqamah di jalur ini,” tegasnya.













