• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Inovasi

UGM Kembangkan Aplikasi TOMO Untuk Penanganan Tuberkulosis Resisten Obat

22 Maret 2023
in Inovasi
0
UGM Kembangkan Aplikasi TOMO Untuk Penanganan Tuberkulosis Resisten Obat

Aplikasi mobile bernama TOMO (Tuberkulosis Monitoring)/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Yogyakarta– Penyakit tuberkulosis (TB) masih menjadi persoalan kesehatan di Indonesia. Dalam laporan WHO disebutkan Indonesia menjadi salah satu negara dengan beban TB tertinggi di dunia.

Berbagai upaya dilakukan untuk pencegahan penularan TB dan pengobatan pasien. Pengobatan TB tidak mudah karena membutuhkan proses enam bulan pengobatan. Selain itu, efek samping obat yang ditimbulkan membuat tidak sedikit pasien yang menyerah di tengah proses pengobatan dan mengalami TB resisten obat (TB RO). Sementara mengobati TB RO menjadi semakin tidak mudah, bisa berjalan selam 9-11 bulan untuk standar jangka pendek, bahkan 18-24 bulan untuk jangka panjang

Komitmen panjang pasien untuk minum 3-7 obat setiap harinya  dalam jangka waktu lama mendorong adanya pengawas menelan obat (PMO). Melihat kondisi tersebut Pusat Kedokteran Tropis (PKT) UGM berinisiatif mengembangkan teknologi yang mempermudah komunikasi pengawasan dalam minum obat pasien TB berupa aplikasi mobile bernama TOMO (Tuberkulosis Monitoring).

“Inovasi berupa TOMO ini untuk mendukung keberhasilan penanganan  tuberkulosis resisten obat,” ungkap Direktur Pusat Kedokteran Tropis UGM, dr. Riris Andono Ahmad, MPH., Ph.D dikutip dari laman resmi UGM, Rabu (22/3/2023).

TOMO merupakan aplikasi seluler terpadu yang dikembangkan untukmeningkatkan kualitas dan efektivitas layanan tuberkulosis resisten obat. Aplikasi ini diharapkan mampu menjembatani kesinambungan layanan manajemen klinis TB. Selain itu, TOMO bisa menjadi medium untuk mempercepat penanganan efek samping yang dialami pasien TB RO.

Riris berharap kemudahan yang ditawarkan aplikasi ini diharapkan bisa mengurangi kemungkinan pasien berhenti pengobatan sehingga menekan kemungkinan resistensi obat yang lebih luas.

“TOMO berpotensi besar membantu pasien TB RO dalam menyelesaikan pengobatan mereka karena didesain  sesuai kebutuhan pasien dan PMO,” jelasnya.

Terdapat dua aplikasi TOMO yakni TOMO bagi pasien beserta keluarga dan TOMO CM untuk tenaga kesehatan. Fitur pada kedua aplikasi tersebut memiliki perbedaan sesuai peran masing-masing. TOMO untuk pasien menitikberatkan fitur mengirimkan informasi telah meminum obat, fitur pengingat otomatis minum obat, fitur menyampaikan keluhan yang dialami, dan dilengkapi informasi edukatif untuk pasien.

Sementara TOMO CM mempermudah case manager dan pihak puskesmas untuk merespons keluhan pasien, mengatur jadwal kunjungan pasien, dan memvalidasi informasi minum obat pasien setiap harinya. Disamping itu, mempermudah tenaga ahli klinis untuk mengobservasi keluhan pasien secara real time,  melihat jadwal kontrol rutin pasien, serta memberikan rangkuman informasi minum obat dan keluhan pasien.

Aplikasi TOMO telah diimplementasikan di tiga rumah sakit yaitu RSUD dr. Moewardi, RSUP Surakarta, dan RS Paru Respira sejak tahun 2021. Penggunaanya telah tersebar di 11 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah dan DIY. Di Jawa Tengah ada 53 pasien dan 23 puskesmas dari delapan kabupaten yang telah menjadi pengguna aktif TOMO.

Kehadiran aplikasi ini mendapatkan respons positif dari pasien/keluarga pasien dan tenaga kesehatan. Dari survei yang telah dilakukan tim PKT UGM kepada pengguna TOMO diketahui tingkat kepuasan  pengguna hampir sempurna (95,5%) dan sebagian besar pengguna (68,2%) akan merekomendasikan TOMO ke orang lain. Lalu, aplikasi ini dinilai berhasil menjembatani pasien dengan tenaga kesehatan dengan hampir seluruh keluhan efek samping pasien (99%) mendapatkan tanggapan tenaga kesehatan sekitar 22 menit setelah keluhan diterima.

Riris menjelaskan kedepan TOMO akan terus dikembangan dan diperluas penggunaannya. Dalam waktu dekat, akan disusun Application Programming Interface bersama Digital Transformation Office Kemenkes. Pengembangan akan berfokus untuk mengintegrasikan data RS rujukan TB dan puskesmas untuk mencapai perawatan kolaboratif pasien TB RO.

 

Tags: #Obat#Penyakit#TOMO#Tuberkulosis#UGM
Previous Post

Menteri Agama Tetapkan 1 Ramadan 1444 H Jatuh pada Kamis, 23 Maret 2023

Next Post

Kemendikbudristek Perkuat Peran Guru dalam Ciptakan Lingkungan Pendidikan Toleran

Next Post
Kemendikbudristek Perkuat Peran Guru dalam Ciptakan Lingkungan Pendidikan Toleran

Kemendikbudristek Perkuat Peran Guru dalam Ciptakan Lingkungan Pendidikan Toleran

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .