• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Di WEF Davos, Presiden Prabowo Umumkan Indonesia sebagai Kekuatan Baru Pangan Dunia

25 Januari 2026
in Ekonomi
0
Di WEF Davos, Presiden Prabowo Umumkan Indonesia sebagai Kekuatan Baru Pangan Dunia
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Presiden Prabowo Subianto umumkan posisi Indonesia sebagai kekuatan baru pangan dunia dalam pidato kunci pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026, Kamis (22/1/2026), di Davos, Swiss. Di hadapan para pemimpin global, Presiden Prabowo menegaskan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras dengan produksi nasional tertinggi sepanjang sejarah, menandai penguatan ketahanan pangan nasional.

“Kami juga telah mencapai swasembada beras. Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, produksi beras kami adalah yang tertinggi dalam sejarah Indonesia. Target swasembada yang saya tetapkan empat tahun, berhasil dicapai hanya dalam satu tahun,” ujar Presiden Prabowo.

Berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2025, produksi beras nasional periode Januari–Desember 2025 diproyeksikan mencapai 34,71 juta ton, meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menegaskan penguatan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional di tengah dinamika global.

Kinerja produksi tersebut berdampak langsung pada penguatan stok beras nasional. Sepanjang 2025, stok beras Bulog mencapai 3,25 juta ton dan bahkan sempat menyentuh 4,2 juta ton pada Juni 2025, tertinggi sepanjang sejarah.

Sejalan dengan hal tersebut, produksi jagung nasional periode Januari–Desember 2025 mencapai 16,11 juta ton, meningkat 0,97 juta ton atau 6,44 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan surplus sebesar 0,46 juta ton, Indonesia tercatat tidak melakukan impor jagung pakan, mencerminkan penguatan kemandirian pangan dan pakan nasional.

Dari sisi makro, sektor pertanian juga mencatatkan kinerja historis. Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian pada Triwulan I-2025 tumbuh 10,52 persen, tertinggi sepanjang sejarah. Sementara kontribusi sektor pertanian terhadap PDB nasional pada Triwulan III-2025 mencapai 14,35 persen, menjadi yang tertinggi kedua setelah industri pengolahan.

Keberhasilan sektor pertanian turut tercermin pada peningkatan kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2025 mencapai 125,35, tertinggi sepanjang sejarah. Sementara rata-rata NTP tahun 2025 berada di angka 123,26, tertinggi dalam 33 tahun terakhir, menandakan daya beli dan posisi tawar petani yang semakin menguat.

Presiden Prabowo turut menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan reformasi regulasi untuk menghapus aturan yang menghambat keadilan dan menciptakan inefisiensi.

“Kami telah menghapus ratusan regulasi yang tidak masuk akal, regulasi yang menghambat keadilan, yang menciptakan budaya korupsi. Ratusan regulasi telah kami hapus hanya dalam satu tahun,” ujar Presiden.

Sejalan dengan arah reformasi tersebut, pemerintah melakukan penyederhanaan tata kelola pupuk bersubsidi melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025, yang menyederhanakan 145 regulasi dan memangkas rantai birokrasi panjang yang selama ini menghambat petani.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa upaya memperkuat pangan nasional merupakan bagian dari visi besar Indonesia untuk keluar dari kemiskinan dan kelaparan.

“Indonesia memiliki visi yang jelas untuk menyediakan kualitas hidup yang baik bagi warganya, hidup bebas dari kemiskinan dan kelaparan,” ujar Presiden.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menyampaikan optimisme bahwa Indonesia akan mencapai swasembada komoditas pangan strategis lainnya, termasuk jagung, gula, dan protein.

“Saya yakin bahwa dalam empat tahun ke depan kita akan swasembada untuk produk pangan lainnya: jagung, gula, dan protein,” tegas Presiden Prabowo

Capaian swasembada beras dan penguatan produksi pangan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang semakin mandiri secara pangan, sekaligus memperkuat ketahanan nasional di tengah tantangan krisis pangan global dan perubahan iklim.

Previous Post

KNMP Poncosari Rampung 100 Persen, Penyelesaian Difokuskan pada Penyempurnaan Kualitas

Next Post

Bulog Tegaskan Margin 7 Persen Bukan Keuntungan, Melainkan Kompensasi Tugas Negara

Next Post
Bulog Tegaskan Margin 7 Persen Bukan Keuntungan, Melainkan Kompensasi Tugas Negara

Bulog Tegaskan Margin 7 Persen Bukan Keuntungan, Melainkan Kompensasi Tugas Negara

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .